Blok Cepu akan selesai tepat waktu
Merdeka.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro telah mengeluarkan izin prinsip untuk pembangunan 7 fasilitas operasi produksi dalam proyek engineering, procurement and construction (EPC-5) dari proyek pengembangan penuh Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu. Dengan begitu, proyek blok Cepu akan selesai tepat waktu pada 2014.
"Izin Prinsip 7 IMB EPC-5 telah ditandatangani oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto. Perwakilan Jabanusa akan segera ke Bojonegoro untuk mengambil surat izin prinsip tersebut," ujar Kepala Perwakilan BPMIGAS wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Elan Biantoro kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/8).
Namun, dengan adanya izin tersebut memang tidak berpengaruh secara langsung terhadap produksi. Tetapi, proyek tersebut akan selesai tepat waktu, pada Mei 2014. "Pengaruhnya utk produksi saat ini secara langsung tidak ada, tapi pengaruh terhadap tenggat waktu selesainya proyek sangat berpengaruh, di mana jika proyek on the track schedulenya, mulai Mei 2014 produksi lapangan Cepu akan naik jadi 90.000 barel oil per day (bopd) dan puncaknya di November 2014 menjadi 165.000 bopd," jelas Elan.
Sebelumnya, Wakil Kepala BPMIGAS J. Widjanarko mengatakan dengan adanya kepastian akan diterbitkannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tersebut maka seluruh izin yang diperlukan untuk proyek pengembangan penuh lapangan Banyu Urip telah terpenuhi semua. Pemerintah Daerah Bojonegoro menyampaikan bahwa hal utama yang mereka inginkan adalah kehadiran proyek tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bojonegoro.
Lapangan Banyu Urip merupakan proyek minyak yang diharapkan bisa meningkatkan produksi minyak nasional. Dengan cadangan sekitar 450 juta barel minyak, Banyu Urip merupakan lapangan dengan cadangan minyak terbesar yang masih belum tereksploitasi. Saat ini, produksi minyak Banyu Urip berada di kisaran 20.000 barel per hari. Angka ini diharapkan akan mencapai 165.000 barel per hari saat fasilitas pengembangan penuh selesai dibangun.
Pembangunan fasilitas produksi penuh Lapangan Banyu Urip merupakan pekerjaan besar dengan kompleksitas yang tinggi. Fasilitas tersebut mencakup 49 sumur yang terhubung pada tiga anjungan; sebuah fasilitas pusat pengolahan; pipa sepanjang 95 kilometer untuk mengalirkan minyak ke fasilitas penyimpanan dan alir-muat terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) bermuatan minimal 1,7 juta barel, dan kapal tanker yang akan mengangkut minyak dari FSO tersebut.
Pekerjaan ini dibagi kedalam lima kontrak EPC dengan total nilai kontrak sekitar US$1,3 miliar. Kelima kontrak tersebut adalah kontrak fasilitas proses produksi (EPC1), kontrak jalur pipa darat berdiameter 20 inci sepanjang 72 kilometer (EPC2), kontrak jalur pipa laut dan menara tambat (EPC3), kontrak fasilitas penyimpanan dan alirmuat terapung (EPC4), dan kontrak fasilitas infrastruktur dan waduk penampung air injeksi (EPC5). Semua kontrak sudah ditandatangani. (mdk/rin)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya