Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BI sebut biaya operasional perbankan di Indonesia paling tidak efisien

BI sebut biaya operasional perbankan di Indonesia paling tidak efisien Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan sektor perbankan Indonesia perlu melakukan efisiensi biaya operasionalnya. Menurutnya, biaya operasi sektor perbankan di Indonesia lebih tinggi jika dibandingkan negara-negara ASEAN.

Dia bahkan mengakui bahwa jika dibandingkan dengan biaya operasional sektor perbankan di negara-negara ASEAN, maka perbankan Indonesia dapat dikatakan tidak efisien.

"Perbankan Indonesia itu biaya operasi terhadap total aset itu sekitar 3 persen sampai 3,5 persen. Negara Asean lainnya itu hanya antara 1 persen sampai 2 persen. Artinya perbankan Indonesia tidak efisien sekitar 100 basis sampe 150 basis," ungkapnya di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (20/10).

Hal inilah yang membuat suku bunga kredit jadi sulit untuk diturunkan, meskipun suku bunga dana sudah turun. Jadi efisiensi biaya operasional amat penting bagi sektor perbankan.

"Perbankan ini memang punya target return on aset, equity dari pemegang saham. Nah perbankan di Indonesia ini dalam rangka mencapai aset dan equity-nya yang mereka harus bisa kendalikan itu adalah biaya operasi," imbuhnya.

"Jadi jangan cost of fund udah turun, lending rate tidak turun cepat karena biaya operasi tidak bisa turun. Jadi harusnya biaya operasinya bisa diturunin. Pakai teknologi dan sebagainya," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP