BI dorong literasi keuangan syariah masuk kurikulum pendidikan
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) ikut mendorong literasi industri syariah masuk dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Caranya dengan menyebar materi-materi edukasi secara umum, termasuk buku-buku kepada pelajar dan mahasiswa.
Deputi Gubernur BI Hendar mengatakan edukasi tersebut menjadi salah satu pilar pendorong pertumbuhan industri keuangan syariah. Edukasi ini, katanya, harus dimulai dari tingkat pelajar (SMA/SMK), selanjutnya mahasiswa dan pelaku ekonomi.
"Termasuk bekerja sama dengan Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, untuk membuat semacam modul-modul (literasi buku keuangan syariah). Modul yang sudah kita garap adalah untuk perguruan tinggi," kata Hendar sambil menjelaskan buku 'Dinamika Produk dan Akad Keuangan Syariah di Indonesia' yang dilaunching BI dalam acara Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2016 di Surabaya, Rabu (26/10).
Menurutnya, buku tersebut disusun BI bersama para pakar keuangan syariah. Proses penyusunannya juga bertahap, sudah melalui pengecekan kualitas dan lainnya.
"Insya Allah bisa mengisi gap kekurangan referensi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Buku ini tidak hanya nantinya digunakan oleh akademisi, tapi juga praktisi keuangan syariah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Benny Siswanto, mengatakan buku ini merupakan proses berpikir kritis dan kreatif atas suatu perjalanan dari teori dan praktik produk dan akad keuangan syariah di Indonesia.
"Suatu proses bagaimana keuangan syariah yang secara formal diperkenalkan tahun 1990 bisa tumbuh dan berkembang di negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia," kata Benny.
Penerbitan buku ini, lanjut Benny, disamping menjadi bentuk tanggung jawab BI dalam berperan sebagai regulator yang berusaha membentuk lingkungan industri kondusif melalui materi-materi edukasi secara umum, juga menjadi kontribusi dalam menyediakan materi ajar berupa buku teks bagi kalangan civitas akademika di perguruan tinggi dan sekolah-sekolah.
"Tujuannya agar masyarakat semakin memahami industri ini dan semakin meyakinkan mereka dengan kesyariahan produk dan akad yang digunakan industri keuangan syariah di Indonesia," jelasnya.
Selain itu, wawasan yang disajikan buku ini menjadi bahan yang sangat bermanfaat untuk mensosialisasikan praktik keuangan syariah di sekolah-sekolah Islam, pondok pesantren, ormas Islam dan ulama serta tokoh masyarakat di Jawa Timur.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya