BI belum cabut larangan isi ulang e-money Tokopedia Cs

Kamis, 9 November 2017 13:45 Reporter : Anggun P. Situmorang
BI belum cabut larangan isi ulang e-money Tokopedia Cs Enny Panggabean, Bank Indonesia. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) membekukan sementara layanan isi uang elektronik TokoCash milik Tokopedia, ShopeePay milik Shopee, BukaDompet milik Bukalapak dan Paytren. Pembekuan layanan tersebut terhitung sejak 13 September 2017.

Dua bulan pasca pembekuan izin, belum ada tanda-tanda Bank Indonesia akan melakukan pencabutan pembekuan izin tersebut. Pembekuan izin akan dicabut setelah perusahaan melengkapi dokumen yang disyaratkan oleh Bank Indonesia.

"Belum, belum ada (pembekuan izin yang dicabut). Itu (pemberian izin) tergantung kesiapan dan dokumen yang dilengkapi," ujar Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Enny Panggabean di Mid Plaza, Jakarta, Kamis (9/11).

Enny mengatakan dalam pemberian izin ada beberapa hal yang harus dicermati, terutama kesiapan informasi teknologi (IT). Namun demikian, Enny tidak dapat menjelaskan sejauh mana progres pemberian izin tersebut.

"Itu kan ada beberapa hal yang harus dipenuhi dari sisi IT nya, ada step-step nya. Tapi saya belum cek lagi sejauh mana progress nya," jelasnya.

Bank Indonesia (BI) menghentikan sementara layanan uang elektronik di beberapa toko online, salah satunya TokoCash milik Tokopedia. Penghentian ini dilakukan karena belum adanya izin dari BI sebagai regulator sistem pembayaran atas beroperasinya uang elektronik di beberapa toko online tersebut.

Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo, mengatakan penghentian layanan akan dilakukan hingga pihak pemilik melengkapi semua persyaratan yang ditetapkan oleh BI.

"Tergantung siap tidak toko online itu, apakah mereka sudah melengkapi persyaratan yang ditetapkan Bank Indonesia. Itu auditnya sudah ada atau belum," ujar Pungky di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/9).

Pungky mengatakan, Bank Indonesia dapat menyelesaikan pemberian izin paling lama 35 hari kerja. Beberapa toko online yang saat ini sedang mengajukan izin penerbitan uang elektronik adalah Tokopedia, Shopee, dan Paytren.

"Kita ingin memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat melakukan transaksi non tunai. Untuk penyelesaian izin, apabila sudah dilengkapi seluruh persyaratan maka paling lama 35 hari selesai," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini