Berkat Cicak, Wanita ini Sukses Jadi Pengusaha Ekspor dan Raup Jutaan per Bulan

Senin, 8 April 2019 10:40 Reporter : Merdeka
Berkat Cicak, Wanita ini Sukses Jadi Pengusaha Ekspor dan Raup Jutaan per Bulan Bisnis Cicak di Cirebon Tembus Ekspor. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Cicak mungkin menjadi hewan yang menjijikkan bahkan menakutkan bagi sebagian orang. Namun, siapa sangka hewan reptil ini rupanya merupakan komoditas dagang cukup menjanjikan. Bahkan cicak bisa di ekspor hingga ke China.

Peluang bisnis penjualan cicak ini yang dimanfaatkan oleh Ita Purwita, wanita berumur 23 tahun asal Cirebon, Jawa Barat. Namun cicak yang dijual ini bukan dalam keadaan hidup, melainkan yang sudah mati dan dalam keadaan kering.

Bisnis Cicak di Cirebon Liputan6.com/Herman Zakharia

Dia menjelaskan, bisnis cicak kering ini sebenarnya usaha turun temurun yang sudah dimulai oleh sang ibu sejak 16 tahun lalu. Kemudian Ita melanjutkan dan mengembangkan usaha orang tuanya tersebut.

"Awalnya dari usahanya ibu, sudah 16 tahunan. Saya baru merintis sekitar setengah tahun. Awalnya ada permintaan. Dikirim ke Surabaya," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (6/4).

Menurut Ita, cicak banyak dicari lantaran menjadi bahan baku obat, khususnya ramuan obat China. Oleh sebab itu, selama ini permintaan dari Negeri Tirai Bambu tersebut cukup tinggi.

"Biasanya untuk obat. Itu diambil semua bagian tubuh cicak, seperti langsung digiling. Permintaan dari China. Biasa kirimnya per bulan sebanyak 1 kwintal. Harganya per Kg itu Rp 250.000," kata dia.

Bisnis Cicak di Cirebon Liputan6.com/Herman Zakharia

Ita mengaku mendapatkan cicaknya dari wilayah Cirebon dan sekitar Jawa Tengah. Sebelum dijual, cicak yang didapat dari pengepul melewati sejumlah proses agar bisa menjadi kering dan siap jual.

"Dapatnya dari wilayah Cirebon, kemudian Jawa Tengah. Itu ada pengepulnya. Masih hidup kemudian kita keringkan. Kita rendam pakai sabun, nanti lama-lama mati sendiri, kemudian kita oven malam hari, paginya jemur di matahari biar lebih kering. Kemudian baru dijual," jelas dia.

Ita mengaku meraup omzet hingga Rp 5 juta per bulan. Dia berharap usaha yang dijalankannya terus berkembang dan bisa melakukan ekspor cicaknya ke lebih banyak negara. "Pendapatan kurang lebih Rp 5 jutaan per bulan. Harapannya semoga bisa terus berkembang," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini