Beras tak lagi jadi penyumbang inflasi tertinggi di Jawa Timur

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, laju inflasi di wilayah Jawa Timur pada Februari 2018 sebesar 0,16 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Probolinggo yaitu 0,31 persen. Sedangkan yang terendah terjadi di Kabupaten Sumenep, sebesar 0,08 persen.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Beras tak lagi jadi penyumbang inflasi tertinggi di Jawa Timur
Beras. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, laju inflasi di wilayah Jawa Timur pada Februari 2018 sebesar 0,16 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Probolinggo yaitu 0,31 persen. Sedangkan yang terendah terjadi di Kabupaten Sumenep, sebesar 0,08 persen.

"Kalau laju inflasi tahunan atau Year on Year (YoY), Jawa Timur di bulan Februari mencapai 3,01 persen. Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama di tahun 2017 lalu, yaitu sebesar 3,99 persen," kata Kepala BPS Jawa Timur, Teguh Pramono, Kamis (1/3).

Teguh mengatakan, komoditas utama yang turut menyumbang inflasi terbesar adalah bawang putih, beras, dan sewa rumah. Untuk deflasinya, tertinggi adalah telur ayam ras, tarif angkutan udara, dan daging ayam ras.

Dengan demikian, komoditas bawang putih menjadi penyumbang inflasi tertinggi di bulan Februari 2018. Di mana peningkatan tertinggi terjadi di Kota Probolinggo yaitu 0,31 persen, dan terendah di Kabupaten Sumenep sebesar 0,08 persen.

"Di bulan Januari, Jatim mengalami inflasi sebesar 0,60 persen, dan komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi adalah beras. Namun beras sudah mulai turun di bulan Februari," kata Teguh dalam keterangan persnya, Kamis (1/3).

Sementara dari tujuh kelompok pengeluaran, ada enam kelompok yang mengalami inflasi. Yang tertinggi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar yaitu sebesar 0,43 persen. Kemudian diikuti kelompok sandang (0,38); kemudian bahan makanan (0,19); makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,08); kesehatan (0,08); dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,05).

Sedangkan yang mengalami deflasi, hanya satu kelompok yaitu transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,18). "Dan pada Februari juga, selain Jatim, ada lima ibu kota provinsi lain di Pulau Jawa ini yang mengalami inflasi."

Rekomendasi