Bank Muamalat dan Islamic Development Bank Temui Wapres Maruf, Bahas Apa?

Senin, 28 Oktober 2019 17:41 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bank Muamalat dan Islamic Development Bank Temui Wapres Maruf, Bahas Apa? Maruf Amin pake sarung. ©2019 Setwapres RI

Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, menerima sejumlah perwakilan Islamic Devolepment Bank (IDB) atau Bank Pembangunan Islam dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, di Istana Merdeka, Jakarta. Adapun pertemuan ini membahas mengenai perkembangan bisnis di tubuh perusahaan.

Head of Corporate Affairs Bank Muamalat, Hayunaji, mengungkapkan dalam pertemuan yang berlangsung hampir selama satu jam ini pada dasarnya Wapres Ma'ruf mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di Indonesia. Oleh karenanya, dia ingin agar Bank Muamalat tetap bertahan di tengah krisis yang dihadapi.

"Seperti yang sudah-sudah ya. Beliau sangat mendukung ekonomi syariah Indonesia. Dan Muamalat sebagai lembaga syariah pertama di Indonesia ya harus dijaga going concern-nya," kata dia saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/10).

Kendati begitu, dia tidak menjelaskan langkah konkret atau bentuk dukungan seperti apa yang akan dilakukan oleh Wapres Ma'ruf untuk keberlangsungan Bank Muamalat. Hanya saja, dia menilai Wapres Ma'ruf akan mendukung.

Sementara itu, saat disinggung mengenai pertemuan dengan IDB, Hayunaji juga tak merespon banyak. Dia mengatakan, IDB hanya memberikan ucapan selamat kepada Wapres Ma'ruf sebagai orang yang telah lama bersinggungan dengan Bank Muamalat.

"Jadi pemegang saham ini (IDB) courtesy visit ya karena waktu perpisahannya sangat cepat jadi mereka datang ke Jakarta mengucapkan selamat ke Pak Kiai karena sudah 17 tahun pak kiai di Muamalat," jelas dia.

Seperti dikabarkan, knerja PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, tak kunjung membaik. Bahkan berdasarkan laporan keuangan teranyar, kuartal II-2019, laba bank anjlok dengan diikuti kualitas aset yang kembali memburuk.

Laba bersih setelah pajak bank per Juni 2019 merosot 95,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp5,1 miliar. Pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang merosot 68,1 persen yoy menjadi satu penyebabnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini