Bahan baku sulit, omzet pedagang garmen anjlok dari Rp 30 juta jadi Rp 3 juta/hari

Selasa, 11 September 2018 17:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Bahan baku sulit, omzet pedagang garmen anjlok dari Rp 30 juta jadi Rp 3 juta/hari Jokowi resmikan pabrik garmen Wonogiri. ©2016 merdeka.com/harwanto bimo

Merdeka.com - Pedagang pasar Tanah Abang sekaligus pemilik usaha garmen, Arnold mengeluhkan kelangkaan bahan baku untuk usahanya. Dia mengatakan, kelangkaan bahan baku sudah berjalan dua tahun ini. Jika bahan baku tersedia, harganya pun mahal.

"Sudah mau dua tahun ini. Kita kesulitan bahan baku. Mahal terus bahan bakunya tidak banyak. Kita juga kan gak bisa monopoli. Kalau dapat kita harus bagi-bagi dengan teman-teman (pengusaha garmen) yang lain," kata dia kepada Merdeka.com, di Jakarta, Selasa (11/9).

Dia mengakui kelangkaan bahan baku ini berdampak pada turunnya produksi dan kenaikan harga barang yang dijual di pasaran. Meski demikian, dia enggan merinci seberapa besar penurunan produksi dan kenaikan harga yang terjadi.

"Kan sudah hukumnya ya. Kalau barang itu berkurang, pasti harganya akan naik," jelas dia.

Hal inilah yang membuat omzet yang dia dapat tergerus secara signifikan. Saat ini, dia hanya bisa berharap agar kelangkaan bahan baku dapat segera teratasi.

"Kalau normal, bahan baku tersedia dan kita tidak susah untuk dapat bahan baku, sehari itu bisa dapat sekitar Rp 20 juta sampai Rp 30 juta," ujarnya.

"Sekarang sehari Rp 3 juta. Itu hari biasa ya. Kalau hari Senin dan Kamis, dari daerah banyak datang belanja, kita bisa dapat dua sampai tiga kali lipat," tandasnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Pertumbuhan Industri
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini