Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arcandra: Kilang Pertamina Dumai & Plajut sempat berhenti dan buat impor minyak naik

Arcandra: Kilang Pertamina Dumai & Plajut sempat berhenti dan buat impor minyak naik Arcandra Tahar. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Tata cara pengoperasian fasilitas pengolahan minyak (kilang) milik PT Pertamina (Persero) akan diubah. Hal ini untuk menghindari kilang mogok sehingga berhenti operasi tanpa rencana.

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan, ‎beberapa bulan lalu kilang Dumai dan Plajut yang dioperatori PT Pertamina (Persero) berhenti operasi tanpa rencana (unplan shut down). Kondisi ini membuat impor Bahan Bakar Minyak (BBM) lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan.

"Kilang Pertamina, mengenai kilang ada beberapa kali unplan shut down sehingga mengakibatkan impor produk lebih banyak dari impor crude," kata Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/10).

Arcandra melakukan pembahasan untuk menghindari kilang mogok terjadi lagi, salah satu caranya agar operasional kilang terus terdeteksi adalah mengubah tata cara pengoperasian dari sebelumnya preventif menjadi prediktif.

‎"Untuk memperkecil unplan shutdown yang terjadi menambah sisi peralatan, maintenance Pertamina prediktif maintenance yang sebelumnya preventif maintenance," tutur Arcandra.

Menurutnya, saat ini Pertamina sedang menyiapkan teknologi, sumber daya manusia dan sistem, untuk menerapkan metode pengoperasian kilang secara prediktif‎. Penerapan metode baru tersebut akan diberlakukan untuk seluruh kilang yang dioperatori Pertamina.

"Kalau dengan predictive kilang menggunakan maintenance sistem yang sudah predictive, Pertamina mengarah ke sana teknologi apa yang dibutuhkan, apa dampaknya keandalan kilang terjaga," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP