Arahan Menteri Jonan, bahan bakar lokomotif kereta api dicampur biodiesel 5 persen
Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menerapkan campuran biodiesel sebesar 5 persen (B5) pada bahan bakar solar lokomotif kereta. Ini menjadi salah satu langkah memperluas program mandatori penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, pencampuran solar dengan biodisel yang berbahan dasar minyak kelapa sawit sebesar 5 persen pada lokomotif kereta, merupakan arahan Menteri ESDM Ignasius Jonan.
"Pak Menteri (ESDM) mengatakan, dari pada nunggu campuran 20 persen nggak jalan dimulai dulu 5 persen untuk lokomotif kereta," kata Rida, di Kantor Direktorat Jenderal EBTKE, Jakarta, Kamis (19/4/2018).
Rida mengungkapkan, saat ini penggunaan solar yang telah dicampur biodiesel pada lokomotif kereta sedang diuji coba dengan campuran biodiesel sebanyak 20 persen. Sementara untuk pelaksanaannya nanti dengan campuran 5 persen. Percobaan dilakukan selama enam bulan dari Januari hingga Juli 2017.
"Sekarang masih uji tes B20. Yang akan dijalankan B5, uji tes dilakukan dengan empat lokomotif, kita lihat perbedaannya," tutur Rida.
Menurut Rida, setelah uji coba pencampuran biodiesel dengan solar pada lokomotif kereta selesai dilakukan, maka semua lokomotif kereta akan menggunakan campuran solar dengan biodiesel. Dalam setahun total konsumsi biodiesel pada transportasi kereta diperkirakan 20 ribu kiloliter per tahun.
"Setelah uji tes campuran biodiesel untuk semua lokomotif. Untuk B5 penggunaan biodieselnya 20 ribu kl per tahun," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya