Apkasindo Ajak Petani Kelapa Sawit Melek Teknologi

Selasa, 9 Juli 2019 16:06 Reporter : Merdeka
Apkasindo Ajak Petani Kelapa Sawit Melek Teknologi Pemusnahan kebun kelapa sawit ilegal di Leuser. ©AFP/JANUAR

Merdeka.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) melalui ketua umum barunya, Gulat Manurung, coba mengajak para petani untuk melek teknologi terkini dan tak luput memanfaatkannya. Menurut mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Apkasindo Provinsi Riau ini, petani sawit disebutnya harus mampu menguasai teknologi mutakhir, khususnya teknologi berbasis aplikasi.

"Kami juga musti meng-upgrade diri oleh munculnya revolusi industri 4.0. Lewat teknologi itu, petani tidak akan repot lagi menyuguhkan data dan lokasi lahannya," ujar Gulat di Jakarta, Selasa (9/7).

Dengan banyaknya jumlah petani sawit di Tanah Air, dia melanjutkan, pekerjaan asosiasi yang dibawahinya tidak akan ringan. Dia menyatakan, kendala itu bisa teratasi bila petani mau membuka diri terhadap teknologi. "Intinya itu tadi, kami petani kelapa sawit musti bisa menjadi petani modern dan sustainable," dia menegaskan.

Pekerjaan yang tak kalah penting, sambungnya, yakni mengajak pemerintah dan stakeholder terkait untuk duduk bersama, mencari solusi yang paling pas untuk mengeluarkan lahan para petani dari kawasan hutan.

Dia menyebutkan, 75 persoalan perkebunan rakyat akan tuntas jika urusan kawasan hutan selesai. Dan jika hal itu rampung, Apkasindo dikatakannya akan lebih menggeber supaya sawit rakyat terdaftar di Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). "Kita punya target bahwa pada 2025, 75 persen kebun sawit rakyat sudah terdaftar di ISPO," seru Gulat.

"Dari sekitar 14 juta hektare kebun kelapa sawit di Indonesia, 45 persen adalah kebun milik petani. Kebun terluas ada di Riau, mencapai 2,2 juta hektar," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini