Apa Untung dan Ruginya Jika Maskapai Asing Buka Rute Domestik di Indonesia?

Kamis, 13 Juni 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Apa Untung dan Ruginya Jika Maskapai Asing Buka Rute Domestik di Indonesia? Ilustrasi maskapai asing. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/IM_photo

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo berencana membuka ruang maskapai asing membuka rute domestik. Rencana itu diambil untuk mengatasi harga tiket pesawat domestik yang mahal.

Salah satu maskapai asing yang sudah membuka rute domestik adalah maskapai Air Asia, maskapai asal Malaysia. Meskipun Begitu, maskapai asing tetap harus memenuhi syarat untuk bisa membuka penerbangan domestik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan syarat-syarat tersebut, seperti maskapai asing harus membangun perusahaan di Indonesia dan harus memaastikan jaminan tingkat keamanan dalam penerbangan. "Mereka harus kerja sama dengan perusahaan dalam negeri dengan komposisi saham 49 persen asing dan 51 persen nasional. Artinya lebih banyak yang nasional," katanya.

Lalu apa saja untung dan rugi jika maskapai asing membuka rute di Indonesia?

1 dari 4 halaman

Dari Sisi Bisnis Maskapai Indonesia

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dengan adanya rencana mendatangkan maskapai asing beroperasi di Indonesia, seharusnya maskapai dalam negeri yang sudah beroperasi lama melakukan perubahan, sehingga menciptakan tarif yang seimbang.

"Saya masih menaruh harapan bahwa maskapai yang ada melakukan reformasi lah, supaya ada keseimbangan harga, supply demand," kata Budi.

Menurutnya, jika perubahan telah dilakukan dan keseimbangan terjadi, maka masyarakat akan tetap mengandalkan maskapai dalam negeri. Dia belum bisa memastikan, keefektifan maskapai luar negeri.

"Sehingga maskapai asing second alternatif. Efektif atau tidak tergantung kesiapan mereka sendiri," ujar Budi.

2 dari 4 halaman

Bisa Mendongkrak Sektor Periwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, saran Presiden Jokowi untuk memasukkan perusahaan maskapai asing bagus. Sebab, dengan bertambahnya maskapai, maka industri penerbangan bisa bersaing lebih baik.

Ia menyarankan agar maskapai asing tak hanya membuka penerbangan pada rute 'gemuk' saja. Melainkan juga ke daerah perintis. Maka dari itu, harga juga akan lebih terjangkau.

"Mereka tidak boleh masuk Indonesia ke rute dalam Jawa saja. Tapi harus juga rute ke daerah perintis. Khususnya daerah yang sedang berkembang baik pariwisata maupun perekonomiannya," kata Arief.

3 dari 4 halaman

Apakah Mampu Turunkan Harga Tiket?

Wapres Jusuf Kalla tak setuju dengan usulan Presiden Jokowi soal maskapai asing membuka rute domestik di Indonesia. Belum tentu maskapai asing itu mampu bersaing dengan maskapai besar di Indonesia seperti Garuda Indonesia dan Lion Air.

"Bukan solusi, sudah masuk maskapai asing AirAsia, itu kan asing dari Malaysia, tapi dia juga tidak sanggup bersaing di Indonesia. Dulu saya sering pakai ke Makassar, sekarang ndak ada lagi tuh ke Makassar, sekarang AirAsia yang bergerak hanya ke Bali," kata JK.

Namun, saat ini rute penerbangan Air Asia sangat terbatas. Itu disebabkan Air Asia tak bisa bersaing dengan maskapai lain di Tanah Air. Bahkan, tarif tiket pesawat dalam negeri tidak mengalami penurunan dengan adanya Air Asia.

"Jadi tidak sanggup juga bersaing walaupun masuk maskapai asing bukan solusi. Dia juga tidak bisa bersaing, buktinya Air Asia itu," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Maskapai Mana yang Tertarik?

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani memperkirakan ada tiga nama maskapai regional atau asing dari tiga negara, yakni Malaysia, Australia, dan Singapura tertarik buka rute domestik di Indonesia. Apa saja?

"Yang siap itu AirAsia, Jet Star, dan Scoot," jelas Hariyadi.

[has]
Topik berita Terkait:
  1. Maskapai Asing
  2. Tiket Pesawat
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini