AP II Sulap Terminal 1 & 2 Bandara Cengkareng Jadi LCCT, Ini Perbedaannya

Kamis, 22 November 2018 20:06 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
AP II Sulap Terminal 1 & 2 Bandara Cengkareng Jadi LCCT, Ini Perbedaannya Bandara Soeta. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta akan disulap menjadi Terminal Maskapai Bertarif Rendah atau Low Cost Carrier Terminal (LCCT) penerbangan domestik dan internasional. Ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menjelaskan bahwa terminal 1 dan terminal 2 sebetulnya saat ini sudah mengusung low cost carrier. Namun setelah revitalisasi kedua terminal tersebut akan menjelma sepenuhnya menjadi terminal LCCT.

Saat ini, proses revitalisasi tengah berlangsung dan ditargetkan selesai 3 tahun mendatang pada 2021. Lambatnya proses tersebut sebab kedua terminal masih tetap difungsikan meski sedang direvitalisasi.

"Selesai 2021. Tapi kalau implementasinya akan mulai dengan pendekatan tahun depan akan kita mulai," kata dia saat diskusi eksklsusif bersama media di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (22/11).

Dia menambahkan, revitalisasi tersebut juga akan meningkatkan daya tampung penumpang di terminal 1 dan 2 yang saat ini masing-masing kapasitasnya adalah 9 juta penumpang menjadi 25 juta atau hampir tiga kali lipatnya. "Terminal 1 menjadi lebih luas desain konstruksinya 9 juta menjadi 25 juta. Terminal 2 juga sama," ujarnya.

Nantinya, terminal 2 akan terkoneksi seperti terminal 3, di mana semua sub terminal seperti 2D, 2F dan lain sebagainya akan terhubung tanpa ada pemisah. “Nanti akan nyatu panjang kayak terminal 3," ujarnya.

Perbedaan mendasar terminal 1 dan terminal 2 saat menjadi full terminal LCCT ada tiga. Pertama adalah seamless journey, di mana diharapkan dapat meneyedot penumpang wisatawan backpaker yang membawa barang sedikit saat bepergian. Karena di LCCT antrean saat check in atau hendak masuk pesawat antreannya akan dibedakan dengan yang memabawa banyak bagasi. "Banyak milenial yang gak suka ngantre ingin melayani diri sendiri," ujarnya.

Kedua adalah Fast procesing time, di mana mesin check in mandiri akan diperbanyak sehingga penumpang dapat melakukan check in sendiri melalui mesin yang disediakan tanpa harus antri panjang. Sementara itu counter check in manual akan dikurangi jumlahnya dalam rangka membuat lahan terminal menjadi semakin luas. Terkahir adalah differentiated service atau pelayanan bagasi sendiri.

Selain itu, Self boarding gate juga akan diterapkan dimana pemeriksaan keamanan hanya akan menjadi satu tahap. Selanjutnya penumpang bisa langsung masuk ke gate hanya dengan menscan barcode yang terdapat di tiket pesawat.

Terminal 1 akan menjadi LCCT untuk penerbangan domestik. Sementara terminal 2 akan menjadi LCCT penerbangan internasional. Oleh sebab itu, Air Asia yang saat ini ada di terminal 3 akan dipindahkan ke terminal 2. "Jadi nanti LCCT internasional yang ada di terminal 3 misal Air Asia pindah kembali lagi ke terminal 2," ujarnya.

Sebelumnya, Awaluddin menyatakan pembuatan terminal LCCT atas inisiasi atau dorongan dari 3 kementerian.

"Saya sudah melaporkan kepada 3 menteri, Menteri Pariwisata, Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan bahwa terminal 1 bandara internasional soehatt akan kita fokuskan di LCCT domestik. Kemudian yang kedua terminal 2 akan difokuskan jadi terminal LCCT terminal domestik dan internasional," kata Awaluddin di Gedung Menara BCA, Jakarta, Kamis (9/8).

Dia mengungkapkan, untuk pendanaan revitalisasi tersebut saat ini menggunakan keuangan internal perusahaan. Revitalasi diprediksi akan menghabiskan dana hingga Rp 3,7 triliun.

"Kegiatannya multi years selama 3 tahun. Terminal 1 dalam 3 tahun akan menghabiskan biaya Rp 1,9 triliun. Terminal 2 menyerap dana sekitar Rp 1,8 triliun selama 3 tahun sehingga total revitalisasi kurang lebih Rp 3,7 triliun," ujarnya.

Sementara itu, untuk terminal 3 akan menjadi terminal dengan layanan Full Service Carriers (FSC). "Terminal 3 sementara akan kita fokuskan hanya untuk full service carrier terminal."

Sedangkan untuk terminal 4 yang masih belum selesai dibangun belum ditentukan fokusnya kemana.

"Bagaimana nanti dengan terminal 4 ? itu yang kemudian tadi kita sebutkan bahwa kita akan menyelesaikan 3 design konseptual, basic dan detail engineering design untuk kemudian nanti kita akan fokuskan kemana terminal 4."

Dia menjelaskan, terminal LCCT bisa menggenjot wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

"Kenapa kita perlu terminal yang dengan kategori LCCT? karena yang memang kita akan dorong adalah pertumbuhan traffic pariwisata. Pariwisata sudah menjadi sector dan akan menjadi core ekonomi baru."

Saat ini, lanjutnya, arus kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia hampir seluruhnya melali jalur udara. "Beda sama negara negara lain seperti daratan Eropa, Amerika, China yang memang dia sangat luas kan."

Dia juga akan mengajak maskapai-maskapai low cost untuk masuk ke Bandara tersibuk di Indonesia tersebut. Dengan demikian, pilihan penerbangan low cost akan semakin banyak.

"Kita akan attract (menarik) maskapai. Jadi kalau ini kemudian kita lanjutkan kegiatan revitalisasi terminalnya akan mengarah kesitu. Berarti saya sendiri akan roadshow ke maskapai," kata Awaluddin. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Angkasa Pura II
  3. Bandara Soetta
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini