Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

AP II ditunjuk jadi operator Bandara Pondok Cabe

AP II ditunjuk jadi operator Bandara Pondok Cabe Bandara 2. ©achmadyani-airport.com

Merdeka.com - Rencana pengembangan Bandara Pondok Cabe sebagai bandara komersil menghadapi banyak persoalan. Yang paling utama adalah ruang udara di wilayah tersebut, bertabrakan dengan jalur lintas udara Bandara Halim Perdana Kusuma.

Atas persoalan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sudah menunjuk PT Angkasa Pura II (persero) yang menjadi pengatur penerbangan.

Sedangkan, PT Pertamina (persero) sebagai pemilik wilayah bandara dan PT Garuda Indonesia sebagai maskapai yang akan beroperasi di sana.

"Kesimpulan dari Menteri Perhubungan, Kepada Garuda dan Pertamina silahkan koordinasikan dengan AP II karena yang rekomendasi dari Kementerian Perhubungan," ujar Arief di Kementerian BUMN, Kamis (11/2).

Semula, Garuda Indonesia akan menjadi operator resmi bandara Pondok Cabe. Namun setelah rapat koordinasi diputuskan bahwa Garuda hanya sebagai pengguna bandara, AP II sebagai pengatur, dan Bandara Pondok Cabe tetap dimiliki PT Pertamina.

"Garuda kan pengguna saja, yang punya Pertamina, AP II yang mengatur," kata Arif.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk akan memanfaatkan Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Banten milik PT Pertamina untuk operasional penerbangan pesawat komersil.

Sebagai langkah awal, Garuda Indonesia akan mengoperasikan rute penerbangan pesawat jenis ATR untuk penerbangan jarak pendek dari Bandara Pondok Cabe mulai Maret 2016.

"Target kita Februari atau Maret (2016) sudah bisa dilandasi ATR 72-600," kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Arif Wibowo di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/11).

Armada pesawat yang dipakai adalah ATR 72-600. Pesawat baling-baling bermesin turboprop ini memiliki kapasitas 70 penumpang, sehingga cocok untuk melayani rute-rute pendek.

Adapun rute penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Pondok Cabe meliputi 8 rute dua arah untuk wilayah Sumatera bagian Selatan, Kalimantan bagian Selatan, dan Jawa bagian Selatan.

"Kami rencanakan terbang ke 8 kota dari Pondok Cabe. Kami terbang ke Lubuk Linggau, Samarinda, Pangkalan Bun, Semarang, Palembang, Tanjung Karang, Ketapang, Yogyakarta. Kemudian kami kaji juga ke Cilacap sampai Cepu," ucap Arif.

Saat ini, Pertamina sedang melakukan overlay atau pengaspalan ulang terhadap runway di Bandara Pondok Cabe. Pertamina juga melakukan renovasi dan pengembangan terminal untuk mendukung penerbangan Garuda Indonesia.

Sejalan dengan program renovasi, Garuda Indonesia dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan bersama-sama melakukan sertifikasi Bandara Pondok Cabe agar memenuhi aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Baca juga:Garuda Indonesia terbang 25 kali sehari dari Bandara Pondok CabeKemenhub belum terima pengajuan komersialisasi Bandara Pondok CabeDukung pariwisata Danau Toba, AP II percantik Bandara SilangitJangan lagi anggap Soekarno-Hatta di JakartaRunway Juanda terkelupas, penerbangan ke Surabaya dialihkan ke Solo (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP