Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenhub belum terima pengajuan komersialisasi Bandara Pondok Cabe

Kemenhub belum terima pengajuan komersialisasi Bandara Pondok Cabe Bandara perintis. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengaku pihaknya belum menerima pengajuan resmi dari Pertamina maupun Garuda Indonesia perihal komersialisasi Bandara Pondok Cabe. Sejauh ini pihaknya baru mendengar dari media mengenai rencana korporasi dua perusahaan pelat merah ini.

Guna menindaklanjuti, Kemenhub akan memanggil Pelita Air Service selaku pengelola Bandara Pondok Cabe untuk membahas kelaikan bandara itu dioperasikan secara komersial penuh. "Kok, ini di media sudah mau dipakai bandara komersil, kan belum diverifikasi," ujarnya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (7/12).

Suprasetyo menjelaskan, penerbitan izin nantinya harus memenuhi beberapa persyaratan. Kemenhub akan melihat lagi bagaimana wilayahnya, kemudian kawasan sekeliling bandara, serta kemungkinan bisa tidaknya bandara tersebut dipasang alat-alat navigasi standar untuk penerbangan komersial.

"Kami verifikasi, nanti evaluasi bisa atau tidak? Kalau tidak bisa, ya tidak kami berikan. Mana mungkin dipaksakan kalau tidak bisa?," jelas dia.

Dirinya menegaskan persyaratan yang juga diwajibkan ialah standar keselamatan dan keamanan hingga lalu lintas udara. Persyaratan tersebut harus dipenuhi sebelum bandara ini beralih fungsi melayani penerbangan komersial berjadwal milik Garuda Indonesia mulai tahun depan.

"Safety nomor satu. Sekeliling bandara sudah padat. Apakah di sana bisa dipasang alat navigasi, kalau tidak bisa karena sudah padat ya kami tidak izinkan," ungkapnya.

Sementara pada kesempatan sama Direktur Utama Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Bambang Tjahjono menambahkan, pihaknya baru menerima surat permohonan resmi dari pengelola Pondok Cabe untuk dijadikan bandara komersial.

"Nanti, kami pelajari lebih lanjut karena surat permohonannya baru masuk. Nanti berdasarkan surat masuk itu kami pelajari bagaimana ruang udaranya," terang dia.

Sebelumnya, Direktur PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan pemanfaatan Bandara Pondok Cabe bisa digunakan oleh Garuda Indonesia tahun depan. Saat ini bandara yang memiliki luas 110 hektar dengan panjang landasan pacu (runway) 2.200 meter ini sedang dalam tahap pengaspalan ulang. Optimalisasi Bandara Pondok Cabe ditaksir bisa menghasilkan tambahan pendapatan hingga Rp 50 miliar per tahun.

"Kapasitas parkir bisa tampung 20 pesawat dan sediakan slot 30 pesawat per hari. Optimalisasi ini diharapkan bisa berikan tambahan revenue Rp 40-50 miliar per tahun," ujar Dwi.

Selain kerja sama pemanfaatan Bandara Pondok Cabe untuk operasional penerbangan PT Garuda Indonesia, kerja sama kedua BUMN ini juga meliputi pasokan avtur, BBM dan Biofuel oleh Pertamina untuk digunakan oleh pesawat-pesawat Garuda Indonesia dengan harga yang kompetitif.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Arif Wibowo menambahkan armada pesawat yang dipakai adalah ATR 72-600. Pesawat baling-baling bermesin turboprop ini memiliki kapasitas 70 penumpang, sehingga cocok untuk melayani rute-rute pendek.

Adapun rute penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Pondok Cabe meliputi 8 rute dua arah untuk wilayah Sumatera bagian Selatan, Kalimantan bagian Selatan, dan Jawa bagian Selatan.

"Kami rencanakan terbang ke 8 kota dari Pondok Cabe. Kami terbang ke Lubuk Linggau, Samarinda, Pangkalan Bun, Semarang, Palembang, Tanjung Karang, Ketapang, Yogyakarta. Kemudian kami kaji juga ke Cilacap sampai Cepu," ucap Arif.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP