Antisipasi Virus Corona, GMF Lakukan Desinfeksi 19 Pesawat Garuda Indonesia

Senin, 9 Maret 2020 19:23 Reporter : Idris Rusadi Putra
Antisipasi Virus Corona, GMF Lakukan Desinfeksi 19 Pesawat Garuda Indonesia Garuda Indonesia. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) melakukan desinfeksi pesawat Garuda Indonesia sebagai salah satu perlakuan pada kondisi khusus. Langkah ini juga dalam rangka merawat kebersihan pesawat.

Sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno Hatta, setiap operator dan provider perlu melakukan tindakan khusus pada pesawat yang membawa penumpang terindikasi terjangkit virus coronavirus atau COVID-19.

"Bandara adalah lokasi dengan potensi penyebaran virus yang sangat tinggi mengingat datangnya orang-orang dari berbagai negara. Sehingga kami perlu mendapatkan dukungan berbagai lini untuk melakukan aksi pencegahan cepat. Salah satunya adalah dengan menggandeng GMF," ucap Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Soekarno Hatta, Sutjipto dikutip keterangannya di Jakarta, Senin (9/3).

Menurut dia, tindakan khusus tersebut dapat diwujudkan dengan perawatan kebersihan pesawat melalui metode desinfeksi. Pada kondisi normal dan tidak ada isu penyebaran penyakit menular, pelaksanaan deisinfeksi hanya dilakukan di area lavatory.

"Wabah COVID-19 harus disikapi secara serius, sehingga pembersihan secara menyeluruh wajib kami lakukan guna memastikan pesawat kembali steril sempurna," ucap Direktur Utama GMF, Tazar Marta Kurniawan.

Pada kondisi yang berpotensi terjadinya penyebaran virus secara luas, maka pelaksanaan desinfeksi perlu dilakukan untuk seluruh area yang bersentuhan langsung dengan penumpang, seperti lavatory, seat, overhead compartment, dan juga galley.

Terhitung sejak Januari 2020, GMF telah melakukan proses desinfeksi untuk 19 pesawat Garuda Indonesia dan 13 pesawat Citilink Indonesia. Perlakuan yang sama juga diterapkan pada pesawat-pesawat yang datang dari negara-negara terdampak dan hendak melakukan perawatan airframe maintenance di GMF. Total pesawat dari airlines non afiliasi berjumlah 18 pesawat yang berasal dari delapan negara berbeda.

"Kami paham risiko tertular pada saat proses desinfeksi sangatlah tinggi, untuk itu pengawasan akan kesehatan dan keselamatan personel menjadi hal yang kami perhatikan pada kesempatan pertama," tambah Tazar.

Petugas wajib menggunakan alat perlindungan diri sesuai standard selama mengerjakan pekerjaan desinfeksi yakni seminimal-minimalnya adalah hand gloves dan masker sekali pakai untuk metode pencegahan dan perlu ditambahkan baju khusus untuk kasus di mana telah terjadi infeksi dalam pesawat. Adapun proses desinfeksi menggunakan cairan desinfektan yang telah direkomendasikan untuk penerbangan yaitu Appled 3471 dan Isoprophyl dengan kadar alkohol 70 persen.

1 dari 1 halaman

Peningkatan Permintaan Perawatan Airframe Maintenance

perawatan airframe maintenance rev1

Di tengah peningkatan skala epidemik virus corona di berbagai belahan dunia, yang berdampak pada penutupan beberapa rute penerbangan dari dan ke wilayah China dan beberapa negara lain, GMF memperoleh peluang untuk melakukan penetrasi pasar. Beberapa perawatan airlines yang semula dipercayakan pada MRO di wilayah China pun perlu dilakukan perubahan rencana.

Indonesia menjadi tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan perawatan airlines yang tidak bisa ditunda tersebut. Salah satunya adalah dari lini bisnis Airframe Maintenance. Sebagai imbas positif di balik wabah COVID-19, GMF mendapatkan tambahan permintaan perawatan airframe dari berbagai airlines mancanegara.

Hal ini turut mendukung perwujudan misi GMF guna memacu pertumbuhan bisnis dari segmen Airframe Maintenance untuk pesawat non afiliasi. Hingga bulan ke dua di tahun 2020, GMF telah mengantongi order untuk 35 proyek Aircraft Redelivery di mana angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2019. Pangsa pasar non afiliasi, terutama dari customer internasional kini menjadi target GMF selanjutnya.

"Kapabilitas kami telah tersertifikasi di level internasional dengan dikantonginya authority approval dari FAA, EASA, dan juga CASA, kini saatnya dominasi di pasar internasional kita mantapkan dengan misi tambahan yaitu membawa nama baik Indonesia semakin kuat di pasar regional di tengah kondisi ekonomi global saat ini," ungkap Tazar. [idr]

Baca juga:
Redam Dampak Virus Corona, Menkop Teten Ingin Contoh Thailand Genjot UMKM
Jumlah Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah, Total 19 Kasus
Ini Kondisi Kesehatan 13 Pasien Baru yang Dinyatakan Positif Virus Corona
Negatif Virus Corona, Mahasiswa Asal Jepang Sempat Diisolasi Kembali ke Negaranya
IHSG Terjun Bebas Dipicu Wabah Virus Corona Menyebar Masif
Jumlah Pasien Positif Corona di Indonesia Jadi 19 Kasus, Ini Penjelasannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini