Alasan Menteri Erick Thohir Ngotot Bentuk Sub Holding PLN

Rabu, 19 Januari 2022 12:41 Reporter : Dwi Aditya Putra
Alasan Menteri Erick Thohir Ngotot Bentuk Sub Holding PLN Menteri Erick Thohir di PLN. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir akan membentuk holding dan sub holding PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Rencana ini dikemukakan setelah pihaknya melakukan rapat bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Menteri Erick ingin, adanya holding dan sub holding di tubuh PLN membantu percepat proses transformasi yang tengah dilakukan perseroan. Pihaknya juga ingin memastikan seluruh pelayanan kelistrikan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

"Sehingga ditargetkan listrik masuk desa dipastikan sesuai target, di saat bersamaan kita pastikan penciptaan listrik yang berasal apakah dari fosil atau sumber EBT angin, matahari air dan geothermal itu sebuah jadi road map yang bisa dikonkretkan sesuai agenda besar 2060 net emisi," katanya dalam konferensi pers, Rabu (19/1).

Wakil Menteri BUMN, Pahala Mansury menambahkan, bahwa transformasi di tubuh PLN merupakan tindak lanjut pengoptimalisasian bisnis dan kinerja yang transparan di PLN. Dengan begitu diharapkan pengembangan pembangkit PLN bisa berjalan dengan baik.

"Kita transformasi bentuk holding dan sub holding di PLN. Sehingga generation atau pembangkit, kemudian transmisi yang jadi core PLN bisa kita kembangkan," terang Pahala.

Meski saat ini tingkat elektrifikasi Indonesia sudah mencapai 99 persen. Namun, transformasi di tubuh PLN harus tetap dilanjutkan.

Sebagai informasi saja, Kementerian BUMN memang merencanakan akan membentuk dua sub holding di tubuh PLN. Di antaranya adalah Sub Holding Ritel yang hanya akan fokus mengurusi pelayanan ritel seperti konsumen listrik. Ketika fokus konsumen listrik PLN akan dilayani secara baik.

Kedua, adalah Sub Holding Power atau pembangkit. Sub holding ini akan fokus pada pembangkit baik batu bara, energi terbarukan seperti solar, air, geothermal dan lainnya.

2 dari 2 halaman

Erick Thohir Bakal Ubah Konsep Super Holding BUMN jadi Sub-Holding, Begini Detailnya

bakal ubah konsep super holding bumn jadi sub holding begini detailnya rev1

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut akan mengubah konsep super holding menjadi subholding. Hal ini disampaikan Erick dalam pemaparan di Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/12/2019).

"Nanti urusan super holding diubah menjadi sub holding yang fokus pada unit usaha," ujarnya.

Erick mencontohkan PT Pelindo. Nantinya, PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III dan PT Pelindo IV tidak akan dijadikan super holding, namun dibagi berdasarkan fungsi usahanya.

"Misalnya Pelindo I, II, III, IV itu apakah akan dibagi berdasarkan pelabuhan peti kemas, pelabuhan curah cair dan sebagainya. Tidak berdasarkan regional, nanti akan jadi kanibal-kanibal juga," tutur Erick.

Dirinya juga mencontohkan pelabuhan Benoa di Bali yang menurutnya kontraproduktif, sehingga dirinya langsung memutuskan untuk dilakukan relayout, bersama dengan Gubernur Bali I Wayan Koster dan pihak lainnya.

"Konsolidasi ini harus terjadi, bagaimana mau sukses Bali kalau nggak ada konsolidasi," ujarnya.

[bim]

Baca juga:
Ekspor Listrik PLN ke Singapura Raih Lampu Hijau KKP
Usai Diguncang Gempa, Listrik Seluruh Pelanggan Wilayah Banten Telah Kembali Menyala
Cerita Masyarakat Kecamatan Sayan Sambangi PLN Minta Fasilitas Listrik 24 Jam
Sempat Terdampak Gempa, Listrik di Banten Kini Pulih 100 Persen
Gempa Magnitudo 6,7 Goyang Banten, PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Jakarta Aman
Pemerintah Tegaskan Rencana Pembubaran PLN Batubara Masih Kajian

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini