Alasan Indonesia Saat ini Sulit Swasembada Pangan Versi Wapres JK

Kamis, 17 Oktober 2019 17:17 Reporter : Dwi Aditya Putra
Alasan Indonesia Saat ini Sulit Swasembada Pangan Versi Wapres JK Jusuf Kalla Soal Swasembada Pangan. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan alasan sulitnya Indonesia untuk mencapai swasembada pangan. Menurut Wapres JK, persoalan utamanya dikarenakan jumlah populasi penduduk Indonesia yang cukup banyak yang kemudian tak diiringi dengan lahan persawahan yang cukup.

Wapres JK mengatakan, dengan populasi penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta orang, tidak mungkin bisa berhasil melakukan swasembada pangan. Apalagi kondisi persawahan di Tanah Air setiap harinya semakin menurun.

"Penduduk sekarang 260 juta, sawahnya berapa? Sawahnya turun, ya gimana mau swasembada," jelas dia dalam acara Dialog Bersama 100 Ekonom, di Jakarta, Kamis (17/10).

Lantas kondisi ini berbanding terbalik jika dibandingkan era Pemerintahan Soeharto. Wapres JK menilai swasembada yang dilakukan di masa Soeharto berhasil dikarenakan populasi penduduk saat itu tidak sebesar sekarang.

"Dulu zaman Pak Harto, swasembada. Dulu penduduknya 130 juta, sawah kita 10 juta hektar. Produktiviitas 3 ton per hektar, swasembada lah," jelas Wapres JK.

Dia tetap berharap, ke depannya Indonesia dapat mengulang kejayaannya dalam swasembada pangan. Kuncinya tak lain, saat ini didukung oleh perkembangan teknologi. "Mudah-mudahan tahun ini tetep oke. Makanya, teknologi ini penting untuk menyelamatkan bangsa ini," tandasnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini