Adaro klaim pasok batu bara untuk produksi listrik RI lampaui kewajiban

Kamis, 24 Mei 2018 18:48 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Adaro klaim pasok batu bara untuk produksi listrik RI lampaui kewajiban Pembangkit listrik. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur PT Adaro Indonesia, Lie Luckman, mengatakan batu bara Domestic Market Obligation (DMO) untuk kelistrikan yang dipasok perusahaannya melampaui target 25 persen yang telah ditetapkan Kementerian ESDM.

Dia menjelaskan, rencana produksi batu bara hingga April tahun ini sebanyak 14,1 juta ton. Dengan perhitungan 25 persen untuk DMO, maka pihaknya harus memasok 3,5 juta ton. Kenyataannya realisasi batu bara untuk DMO hingga April 2018 sebanyak 4,1 juta ton.

"Januari-April rencana produksi 14,1 juta ton. Jadi 25 persennya 3,5 juta ton. Pemenuhan DMO periode Januari-April mencapai 4,1 juta. Sehingga sekitar 580.000 MT lebih tinggi daripada rencana," ungkapnya di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (24/5).

Saat ini, batu bara yang diproduksi Adaro dipasok ke 8 pembangkit listrik, seperti Cirebon Electric Power, General Energi Bali, PLTU Paiton, Jawa Power, PJB Indonesia Power, dan PLTU Jeneponto.

"Ke semua (pembangkit) itu sesuai permintaan yang kami dapatkan. Selalu ada koordinasi antara kami dengan pembangkit listrik yang kami supply. Selalu ada komunikasi berkala. Jadi kami sudah penuhi semua permintaan PLTU tersebut," tandasnya.

Lukman mengatakan rencana produksi batu bara Adaro Indonesia di tahun 2018 sebesar 50 juta ton. Dengan demikian jumlah batu bara yang harus dipasok untuk kelistrikan sebanyak 12,5 juta ton yang lain merupakan 25 persen dari total produksi. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini