Ada Resesi Global, LPS Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 5 Persen

Senin, 4 November 2019 18:10 Reporter : Merdeka
Ada Resesi Global, LPS Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 5 Persen krisis ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di rentang 5-5,1 persen hingga akhir tahun. Menurutnya, angka ini masih aman dibanding pertumbuhan ekonomi negara lainnya.

"Kalau dilihat dari sisi industri dan makro, Indonesia masih aman dengan pertumbuhan ekonomi 5-5,1 persen dibanding pertumbuhan ekonomi dunia yang hanya 3,5 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tertinggi ketiga di G20," ungkap dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/11).

Dia mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah masih menjadi penopang pertumbuhan Indonesia. Begitu juga dengan pemangkasan suku bunga acuan dari bank sentral Amerika Serikat (AS), yakni The Fed.

"Sampai kuartal IV tidak akan berubah banyak karena memang pertumbuhan ekonominya stabil. Yang menjadi support buffer perbankan itu kan pertumbuhan ekonomi ditambah turunnya suku bunga global dan suku bunga rupiah, serta stabilnya kurs," kata dia.

Pihaknya memproyeksi suku bunga acuan The Fed akan tetap rendah di 2020. "Bahkan pelaku pasar masih memperkirakan bisa turun lagi 25 bps. Kalau kita lihat suku bunga acuan bank sentral Eropa, Tiongkok, Jepang, akan tetap stabil. Sehingga suku bunga global setahun ke depan akan tetap rendah," tegasnya.

Sebelumnya, Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini diperkirakan hanya mentok di 5 persen, bahkan ada kemungkinan bisa di bawah 5 persen. Ini karena adanya risiko perlambatan ekonomi global yang tidak diperkirakan di awal tahun ini.

Kepala Kajian Makro LPEM UI, Febrio Kacaribu mengatakan, semula pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi masih di kisaran 5 sampai 5,2 persen. Namun, pihaknya melihat risiko perlambatan membuat pertumbuhan ekonomi Kuartal III 2019 hanya di 4,9 persen.

"Di 2019 kami melihat risiko perlambatan dibandingkan dengan yang kami expected di awal tahun. Di Awal tahun kami 5-5,2 persen. Kemungkinan besar data yg kita lihat sejauh ini memang menunjukkan ke arah 5,0 persen, itu sudah kita revisi kedua kalinya," kata dia, dalam acara Indonesia Economic Outlook 2020, di UI Salemba, Jakarta, Senin (4/11).

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini