Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Tips Berbisnis untuk Cepat Kaya dari Miliarder Teknologi

5 Tips Berbisnis untuk Cepat Kaya dari Miliarder Teknologi Ilustrasi orang kaya. ©shutterstock.com/Minerva Studio

Merdeka.com - Miliarder Ben Simkin miliki cerita tersendiri karena tidak bisa melanjutkan studi sebagai mahasiswa. Dia dikeluarkan dari sekolah tinggi karena meretas sistem komputer universitas.

Tapi itu tidak menahan dia. Pada usia 20 tahun, programmer otodidak ini meluncurkan sebuah perusahaan perangkat lunak yang kemudian empat tahun kemudian dijual dengan harga jutaan Dolar AS.

Dua dekade setelahnya, miliarder Australia ini menjadi pendiri BusinessNET, sebuah bisnis pemasaran online dengan nilai jual USD 2 miliar. Selain itu, dia juga mengembangkan program kepemimpinan bisnis, Mastermind.

Berikut adalah lima pelajaran yang dia ungkap tentang cara menghasilkan pundi-pundi uang lewat bisnis seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (7/3).

1. Patenkan Hasil Inovasi

hasil inovasiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menurut Simkin, rute terbaik untuk bisa menghimpun pundi-pundi uang adalah menciptakan kekayaan intelektual sendiri, yang kemudian dijual untuk menghasilkan arus pendapatan terus menerus. Bahkan ketika Anda sedang tidak di tempat kerja.

"Waktu dan usaha yang Anda masukkan ke dalam pekerjaan, gunakan untuk membuat beberapa aset yang dapat Anda jual berulang-ulang," katanya.

Untuk Simkin, proses pembuatan aset melibatkan keterampilan perangkat lunak untuk membangun alat pemasaran digital untuk bisnis dan membuat lokakarya online untuk para pemimpin bisnis.

Namun, dia mencatat bahwa strategi yang sama dapat diterapkan untuk berbagai disiplin ilmu dan keterampilan profesional.

2. Temukan Spesialisasi

spesialisasiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dengan profilerasi teknologi, itu menjadi lebih mudah dari sebelumnya untuk menjual layanan Anda dalam skala yang lebih spesifik. Oleh karena itu lebih penting daripada sebelumnya untuk menemukan cela bisnis dan menguasainya, kata Simkin.Ketika Simkin mulai di industri IT pada remaja, "Semua orang berfokus pada Microsoft," dia mencatat. Jadi, sebaliknya, dia mengkhususkan diri dalam spesifikasi lain.

3. Asah Kemampuan Gaet Pelanggan

kemampuan gaet pelangganRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Setelah Anda mengasah spesialisasi Anda, saatnya untuk menguasai 'keterampilan utama' yakni kemampuan untuk menggaet pelanggan. Setiap pengusaha, menurutnya, belajar kemampuan itu dengan cara yang keras ketika dia mulai menggerakkan bisnis."Pada usia 20, aku hebat di komputer, tapi aku tidak mampu menarik pelanggan. Aku tidak akan berhasil dalam bisnis tanpa kemampuan itu, "kata Simkin."Ini semua tentang memahami nilai dari keahlian Anda dan belajar untuk berkomunikasi yang secara efektif," kata Simkin.

4. Lampaui Batas

batasRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Setelah mengamankan jaringan pelanggan, Anda perlu membuktikan diri kepada mereka dengan melampaui ekspektasi mereka, kata Simkin."Bagaimana Anda melakukan sedikit hal yang dapat membuat dampak besar tentang bagaimana pelanggan menilai Anda," kata Simkin," dan Anda tidak pernah tahu siapa yang mengawasi progress Anda.""Saya akan tinggal larut malam dan orang menyadari hal itu," katanya. "Saya kemudian dipantau dan diberi kontrak yang lebih besar karena mereka memercayai saya."

5. Hadapi Masa Keterpurukan

masa keterpurukanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menjalani sesuatu yang baru, Anda mungkin akan menemukan diri Anda dihadapkan dengan tantangan tak terduga dalam perjalanan bisnis Anda.Tetapi penting untuk belajar untuk menempatkan situasi itu ke dalam perspektif dan melihat permasalahan sebagai salah satu bagian dari perjalanan bisnis Anda, kata Simkin."Ini sangat mudah untuk menunda kemunduran. Tetapi ketika Anda melihat lebih jauh ke depan, Ini adalah sebagian kecil yang harus Anda lewati," kata Simkin."Akan ada pasang surut. Ini adalah tentang bagaimana Anda menyikapi masa kemunduran bisnis, dengan kemampuan Anda menghadapi situasinya," tambahnya.Reporter: Danar JatikusumoSumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP