5 Langkah pengusaha dukung penguatan ekonomi, termasuk gaji ekspatriat pakai Rupiah

Jumat, 14 September 2018 17:54 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
5 Langkah pengusaha dukung penguatan ekonomi, termasuk gaji ekspatriat pakai Rupiah Dolar Baru. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyerukan dukungan terhadap langkah penguatan Rupiah dan ekonomi Indonesia. Dukungan tersebut diserukan dalam sebuah acara Seminar Nasional bertajuk Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter Yang Adil, Transparan dan Akuntabel.

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani, mengatakan Indonesia sedang menghadapi tekanan dinamika ekonomi global membuat para pengusaha yang tergabung dalam Apindo dan Kadin mendeklarasikan gerakan penguatan ekonomi Indonesia. "Apindo dan Kadin menyerukan pernyataan dukungan dunia usaha untuk penguatan Rupiah dan ekonomi Indonesia," kata dia di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat, Jumat (14/9).

Adapun langkah-langkah atau aksi mendukung pemerintah memperkuat ekonomi dan Rupiah melalui:

1. Membatasi penggunaan transaksi valuta asing, hanya digunakan untuk tujuan yang benar-benar penting saja.

2. Mengutamakan pemasok dalam negeri dalam rantai bisnis.

3. Meningkatkan ekspor dan mencari peluang pasar non tradisional luar negeri.

4. Menyusun rancangan investasi dalam bentuk Rupiah termasuk pinjaman dalam bentuk Rupiah.

5. Maksimalisasi tenaga kerja dan ahli lokal, dan konversi upah tenaga asing ke Rupiah dengan nilai yang tetap.

"Apindo dan Kadin meyakini bahwa langkah-langkah aksi ini bisa dilakukan kolektif para pengusaha sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penguatan nilai tukar Rupiah," ujarnya.

Kendati demikian, dia menegaskan perlunya penyusunan kebijakan pajak yang lebih konstruktif mendorong semangat tumbuhnya investasi bukan yang mengancam dan menakut-nakuti dunia usaha.

"Selain kebijakan pajak, kita juga memerlukan inovasi sistem cukai yang lebih stimulasi positif bagi kategori industri yang memerlukan bahan baku import, yang belum dapat diproduksi di dalam negeri."

Seminar ini bertujuan mensosialisasikan pencapaian dan kemajuan reformasi perpajakan, dampak kebijakan moneter terhadap pelaku usaha dan peran yang dapat diambil oleh pelaku usaha untuk turut serta menjaga stabilitas Rupiah, menyerap aspirasi dan masukan para pelaku usaha serta membangun sinergi antar pemangku kepentingan di bidang perpajakan. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini