Di Jawa cuma Rp 60.000, harga semen di Papua sampai Rp 2,5 juta
Merdeka.com - Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi untuk menurunkan harga semen di Papua. Sinergi BUMN tersebut terdiri atas PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pelni (Persero), PT Angkasa Pura I, PT Pelindo IV (Persero), dan PT Pos Indonesia (Persero).
Direktur Pemasaran dan Supply Chain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Ahyanizzaman mengatakan, dengan menggandeng empat BUMN di bidang logistik tersebut, distribusi semen diharapkan bisa lebih efisien. Sebab, pengiriman akan dilakukan secara terintegrasi melalui jalur darat, laut, hingga udara.
"Kerja sama diprioritaskan untuk pengiriman semen ke daerah di Papua yang tingkat disparitasnya tinggi," ujar Ahyanizzaman di Jakarta, Kamis (27/4).
Dia mengungkapkan, harga semen di Kabupaten Jayawijaya, Wamena, serta daerah pegunungan Papua lainnya bisa mencapai Rp 2,5 juta per sak. Harga tersebut sangat jauh lebih mahal jika dibandingkan di Pulau Jawa yang sekitar Rp 60.000 per sak.
"Harga semen di Pegunungan Papua memang sangat ekstrem, karena medannya memang berat," katanya.
Dengan adanya sinergi ini, Ahyanizzaman optimistis harga semen bisa ditekan. Dia menjelaskan, Semen Indonesia bisa mengirim semen dengan memanfaatkan program Tol Laut yang dioperasikan Pelni. Pelni pun memberikan tarif khusus kepada Semen Indonesia dalam memasarkan semen di Papua.
Pengiriman menggunakan Tol Laut disebut akan sangat bermanfaat untuk distribusi semen ke wilayah pesisir Papua. Apalagi, rute Tol Laut salah satunya diprioritaskan ke Papua. Untuk harga di wilayah pesisir, diharapkan bisa turun dari sekitar Rp 95.000 per sak, menjadi Rp 75.000 per sak.
Saat ini, lanjutnya, proses distribusi semen ke Papua hanya sampai ke Pelabuhan. Selebihnya, diserahkan ke para distributor. "Di situlah, ada harga yang kemudian menjadi tidak bisa terkontrol," tegasnya.
Semen Indonesia juga akan memanfaatkan jaringan PT Pos Indonesia untuk dijadikan titik penjualan. Nantinya, produk semen dikirim ke gudang-gudang yang dimiliki PT Pos.
Ahyanizzaman menjelaskan, permintaan semen di Papua mencapai 400.000 ton per tahun. Sekitar 20 persen di antaranya untuk wilayah di pedalaman Papua.
Sedangkan dari jenis penggunaan, permintaan semen kebanyakan untuk keperluan industri dan pembangunan infrastruktur. "Kalau yang untuk retail, sekitar 30 persen," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura Logistik Herry Sikado menjelaskan, pihaknya akan membantu distribusi dari jalur udara. Menurutnya, di Papua ada banyak operator yang bergerak di bidang kargo udara. Sehingga, pengiriman semen ke wilayah pegunungan Papua bisa lebih sering dilakukan.
Meski begitu, Herry mengakui pengiriman menggunakan jalur udara banyak tantangannya. Salah satunya, kondisi cuaca di Papua, khususnya wilayah pegunungan sangat tidak menentu.
"Ada waktu tertentu, landasan di bandara tertutup kabut," pungkas Herry.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya