Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Gelombang PHK Massal Luput dari Perhatian Selama 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

4 Gelombang PHK Massal Luput dari Perhatian Selama 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Demo buruh tolak PHK. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memberi catatan buruk untuk pemerintahan Jokowi-JK. Selama 4 tahun berkuasa, KSPI mencatat ada 4 gelombang PHK massal yang luput dari perhatian pemerintah.

Presiden KSPI, Said Iqbal, mengungkapkan 4 gelombang PHK tersebut terjadi sejak tahun 2015. Di mana, hampir 50.000 buruh terkena PHK pada 2015. "Gelombang pertama itu adalah hampir 50.000 orang di tahun 2015. Meliputi sektor garmen, tekstil, makanan dan minuman," kata dia dalam acara konferensi pers di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/12).

Gelombang PHK kedua terjadi pada Januari sampai April 2016 yang terjadi pada sektor industri elektronik dan komponen, otomotif dan keramik. Gelombang kedua tersebut diperkirakan telah memakan korban sebanyak 100.000 orang buruh.

"Philips di Sidoarjo mem PHK 3.000 orang lebih, PT Toshiba tak ada lagi. Panasonic tinggal 3 perusahaan lagi dan sektor industri otomotif lain. Sekarang sudah tidak ada lagi Toshiba di Indonesia. Kemudian pengurangan karyawan besar-besaran di Yamaha Motor, pabrik mobil Ford juga melakukan penutupan perusahaan. Datanya clear. Pemerintah tidak mencatat itu. Bagaimana mungkin PHK besar-besaran itu kemudian tidak dicatat," ujarnya.

Selanjutnya, gelombang ketiga PHK terjadi pada periode tahun 2016 hingga 2017. Industri terbanyak memakan korban adalah sektor retail. Ditandai dengan matinya Seven Eleven (Sevel) yang mengakibatkan ribuan karyawannya terpaksa kehilangan pekerjaan.

"Catatan kami Giant sudah menutup 19 retail toko-tokonya. 1.500 orang di PHK," ujarnya.

Selain itu, sektor lainnya yang melakukan PHK besar-besaran adalah pertambangan dan farmasi. "Kemenaker pasif. Kalau ada laporan baru dicatat. Kalau kami aktif," ujarnya.

Selanjutnya adalah gelombang ke empat yang terjadi pada tahun ini dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan. KSPI mencatat PHK besar-besaran tahun ini terjadi di sektor garmen, tekstil, baja, dan semen.

Selain PHK, mereka juga melakukan pengurangan karyawan dengan cara memutus atau tidak memperpanjang kontrak kerja. "Gelombang PHK keempat ini catatan kami itu 2019 masih akan berlanjut. Terutama di industri baja, semen, tambang, elektronik dan komponennya, otomotif roda dua yang penjualannya turun, tekstil, garmen sepatu dan retail. Jadi pemerintah ini jangan main-main, ini ancaman buat kita," tutupnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP