4 Fakta Soal Unicorn Indonesia, Salah Satunya RI Pemilik Terbanyak di ASEAN

Selasa, 19 Februari 2019 08:30 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
4 Fakta Soal Unicorn Indonesia, Salah Satunya RI Pemilik Terbanyak di ASEAN Ilustrasi startup unicorn. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Jirsak

Merdeka.com - Debat Kedua Capres berlangsung lebih menarik dibandingkan seri perdana. Banyak momen seru seperti salah satunya perdebatan tentang unicorn. Kedua capres pun mendapat sentimen positif dan negatif dari netizen di dunia maya. Siapa yang lebih unggul?

Head of Analytics PoliticaWave, Nadia Shabilla, mencatat terdapat 53,39 persen netizen membicarakan tentang Jokowi, sedangkan Prabowo 46,61 persen.

Salah satu tema yang ramai dibicarakan ialah mengenai ketidaktahuan Prabowo soal perusahaan unicorn. Prabowo tampak terlihat bingung akan pertanyaan yang disampaikan oleh Jokowi. Bahkan Prabowo kembali mempertegas pertanyaan itu dengan mengulang pertanyaan yang sama.

"Unicorn itu apa? Maksud bapak yang online-online itu?," timpal Prabowo.

Istilah unicorn dapat disebut untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah start-up. Istilah unicorn ini mengacu kepada start-up yang memiliki valuasi senilai USD 1 miliar (sekitar Rp 13,1 triliun) atau lebih. Seperti dilansir Venture Beat, saat ini terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn.

Namun untuk di Indonesia sendiri telah memiliki 4 perintis unicorn startup yang mulai dilirik oleh para investor asing dengan valuasi di atas USD 1 miliar (Rp 13,8 triliun) di antaranya yaitu Tokopedia dengan valuasi sebesar Rp 50 triliun, Gojek dengan valuasi sebesar Rp 40 triliun, Traveloka dengan valuasi sebesar Rp 26 triliun serta Bukalapak dengan valuasi sebesar Rp 15 triliun.

Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah fakta tentang unicorn Indonesia.

1 dari 4 halaman

Indonesia Pemilik Unicorn Terbanyak Se-Asia Tenggara

Bukalapak. ©2015 youtube.com

Perusahaan rintisan digital saat ini memang tengah berkembang. Sebagai contoh, untuk kawasan Asia Tenggara saja, jumlah perusahaan rintisan digital dengan valuasi lebih dari USD1 miliar sudah cukup banyak.

"Jumlahnya ada sekitar 6 unicorn. Tapi ada juga yang bilang 7 unicorn," kata Pendiri East Ventures sekaligus Managing Partner East Ventures, Wilson Cuaca.

Dilanjutkannya, dari jumlah unicorn tersebut, 4 di antaranya ada di Indonesia. 4 perusahaan rintisan digital itu di antaranya Tokopedia, Go-Jek, Traveloka, dan Bukalapak. Sisanya dari luar Indonesia.

2 dari 4 halaman

Indonesia Berpeluang Paling Cepat Lahirkan Unicorn Baru

Ilustrasi bekerja di startup. ©Dharma Productions

Pendiri East Ventures sekaligus Managing Partner East Ventures, Wilson Cuaca, mengatakan banyaknya jumlah unicorn di Indonesia dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, membuktikan bahwa pasar negeri ini memang begitu besar. Secara tidak langsung berarti Indonesia merupakan 'lahan' penting untuk siapapun startup yang ingin menjadi unicorn.

"Kalau mau jadi unicorn harus masuk pasar Indonesia. Indonesia jadi lahan unicorn," ungkapnya.

Dia pun mengungkapkan bahwa pertumbuhan pesat perusahaan rintisan digital khususnya di Indonesia, bukan lagi hanya dari sisi kuantitasnya saja. Melainkan pula, kualitas. Dengan kualitas itu, maka tidak bisa dimungkiri Indonesia punya kans untuk menambahkan jumlah unicorn baru. Terlebih, eksosistem startup sudah mulai terbangun.

"Dulu waktu Tokopedia, butuh sekitar 5 tahun lebih untuk menjadi unicorn. Go-Jek hanya butuh waktu kurang lebih 3 tahun. Ini artinya ekosistem saat ini sudah terbangun dan memungkin bisa lebih cepat muncul unicorn baru," terangnya.

3 dari 4 halaman

Ini Pentingnya Unicorn Bagi Indonesia

Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemahaman mengenai pentingnya unicorn bagi Indonesia. Menurutnya, unicorn merupakan salah satu upaya bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk mengejar ketertinggalan dengan daya jual yang berbeda.

"Jadi saya mengharapkan bahwa generasi kedua ketiga bahkan dengan perspektif dari millenial. Dia bisa catch up (mengejar ketertinggalan) dengan daya jual yang berbeda, dengan kreativitas yang lebih update dari market yang sekarang," ujar Menteri Sri Mulyani.

4 dari 4 halaman

Pemerintah Telah Kantongi Strategi Lahirkan Unicorn Anyar

Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyiapkan strategi untuk menciptakan lebih banyak unicorn di Indonesia. Menteri Sri Mulyani mengatakan, untuk menciptakan unicorn baru, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. SDM tersebut, kata dia, harus didukung melalui pendidikan yang tinggi.

"Kalau mengharapkan unicorn menjadi lebih banyak, kita bisa melahirkan seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, mereka semua didirikan oleh anak Indonesia yang memiliki pendidikan tinggi," sambungnya.

Menteri Sri Mulyani melanjutkan, strategi lain untuk mendorong semakin banyak unicorn yang tercipta adalah dengan pembangunan infrastruktur teknologi digital pendukung di seluruh Indonesia. Dalam hal ini pemerintah baru saja membangun Palapa Ring di wilayah Indonesia bagian tengah.

  [bim]

Baca juga:
Terungkap, Asal Muasal Istilah Unicorn Pada Dunia Startup
Pengamat: Keuntungan Unicorn Tergantung Mayoritas Pemegang Saham
Menkeu Beberkan Strategi Pemerintah Ciptakan Unicorn Baru di Indonesia
Fadli Zon: Rakyat Juga Banyak Tak Paham Unicorn, Tahunya Popcorn
Soal Unicorn, Gerindra Sebut Prabowo Kurang Jelas Bahasa Inggris Jokowi
Prabowo Disebut Bisa Ditinggal Pemilih Milenial Jika Tak Paham Bisnis Startup

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini