10 tahun mangkrak, 2 proyek tol ini kembali dilanjutkan
Merdeka.com - PT Waskita Karya melalui anak usahanya, Waskita Toll Road kembali mengebut pengerjaan proyek ruas tol Pejagan-Pemalang dan Pemalang-Batang. Proyek ini sebelumnya telah mangkrak selama 10 tahun.
Direktur Utama PT Pemalang Batang Tol Road, Supriyono mengatakan, saat ini proses konstruksi masih dalam skala kecil sebesar 7 persen. Sementara untuk pembebasan lahannya, ruas Pejagan- Pemalang sudah mencapai 92 persen dan Pemalang-Batang sudah mencapai 65 persen.
"Ruas Pejagan-Pemalang sudah 92 persen pembebasan lahan. Panjang ruasnya 37 km. Untuk ruas Pemalang Batang panjangnya 39 km. Proses fisik masih 7 persen konstruksi. Pembebasan tanah 65 persen pemalang batang," ujarnya di Pemalang, Jawa Tengah, Senin (28/11).
Saat ini, pihaknya tengah melakukan upaya pembebasan lahan di ruas-ruas tol tersebut. Hal ini dilakukan agar pada saat momen lebaran 2018 mendatang, tol Pejagan-Batang sudah beroperasional. Sementara, untuk Pejagan-Pemalang diharapkan sudah fungsional pada lebaran 2017 mendatang.
Pantauan merdeka.com, kondisi pembangunan jalan tol tersebut masih dalam pemadatan tanah pada sesi I. Sejumlah alat berat juga ada dilokasi namun dalam jumlah yang tidak banyak.
Kedua ruas tol tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif dalam pengalihan arus mudik apabila terjadi kemacetan parah di jalur Pantura. Hanya saja, kendati dapat digunakan sebagai alternatif, namun kedua ruas tersebut tidak akan bisa dioptimalkan hingga pengerjaan proyeknya tuntas.
"Konstruksi target Februari 2017 untuk Pejagan-Pemalang. Kita coba fungsional lebaran jadi belum sempurna untuk digunakan nantinya. Sementara kita targetkan sebelum lebaran 2018 Pemalang-Batang selesai. Kalau 2017 hanya fungsional saja. Untuk orang lewat. Nanti kita kasih jembatan tambahan. Kalau pantura penuh ini bisa dioperasikan," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya