10 Boeing 737 Max 8 Dilarang Terbang, Lion Air Klaim Tingkat OTP Capai 88 Persen

Kamis, 21 Maret 2019 17:47 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
10 Boeing 737 Max 8 Dilarang Terbang, Lion Air Klaim Tingkat OTP Capai 88 Persen Lion Air. ©2018 humas lior air

Merdeka.com - Lion Air memastikan penerbangan Lion Air tetap beroperasi normal meski 10 unit pesawat Boeing 737 MAX 8 sejak 12 Maret 2019 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian dilarang terbang. Lion Air mengklaim tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance/ OTP) selama dua minggu di Maret 2019 mencatatkan rata-rata 88,24 persen.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan Lion Air meminimalisir dampak yang timbul agar operasional dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu. Lion Air tetap melayani rute-rute yang selama ini dioperasikan Boeing 737 MAX 8 dengan mengganti menggunakan armada Lion Air lainnya.

"Lion Air mengoperasikan berbagai tipe pesawat, terdiri dari 70 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 38 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi) dan tiga Airbus A330-300 (440 kelas ekonomi)," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (21/3).

Lion Air senantiasa memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dengan mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first). Lion Air melakukan berbagai strategi tepat bertujuan agar operasional penerbangan konsisten pada level terbaik, sehingga memberikan dampak positif terhadap ketepatan waktu terbang.

"Lion Air mengoptimalkan pesawat dengan menjalankan rotasi (pergerakan pesawat) disesuaikan jarak pada rute, infrastruktur bandar udara, tingkat keterisian penumpang (demand) dan lainnya," tuturnya.

"Lion Air menggunakan sistem yang terstruktur dan koordinasi yang berkesinambungan antara perawatan pesawat (maintenance), tim operasional serta keputusan yang cepat (quick action) dalam menentukan rotasi baru apabila ada hambatan yang terjadi di lapangan (irregularities) guna mengurai dampak keterlambatan penerbangan."

Untuk pengaturan operasional pesawat, lanjutnya, Lion Air memiliki utilisasi 8-9 jam per hari, rata-rata enam pesawat menjalani perawatan (schedule maintenance) serta empat pesawat sebagai cadangan (stand by). Lion Air menerapkan standard operasional prosedur pengoperasian pesawat udara sesuai aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat serta hal lainnya.

"Lion Air juga mengikuti prosedur yang diterapkan oleh DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara), Kementerian Perhubungan RI. Lion Air selalu melaksanakan budaya keselamatan (safety culture) di seluruh lini operasional penerbangan," tutupnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini