Perang antara Iran dan Israel berlangsung 12 hari dan sementara berhenti karena gencatan senjata yang dipelopori Presiden AS, Donald Trump. Di tengah memanasnya situasi perang sebelum gencatan senjata, siapa sangka jika Iran ternyata menyimpan kisah menarik.
Warganya terbukti memiliki hati emas dan sikap yang hangat. Hal ini dialami langsung oleh salah seorang WNI yang tengah berkelana di wilayah Timur Tengah itu.
Meski berstatus sebagai orang asing, dia sama sekali tak mendapat perlakukan berbeda. Alih-alih mendapat diskriminasi, dia justru mendapat sambutan hangat. Seperti apa momennya? Berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
WNI Jalan-Jalan di Iran
Belum lama ini, pemilik akun Instagram bernama @gascariangin membagikan pengalaman pribadinya saat tengah melintas di salah satu sudut kota di negara Iran. Kala itu, WNI yang diketahui bernama Sandy Aritonang ini sedang menikmati situasi kota menggunakan sepeda motor pribadi.
Secara sengaja, dia merekam aksinya saat hendak mengisi bahan bakar di sebuah pom bensin. Hal ini semata-mata untuk membuktikan perkataan dirinya jika negara ini memang memiliki harga BBM yang rendah dan tak masuk akal.
“Saya sedang berada di negara dengan harga BBM yang paling rendah di dunia. Mau tahu berapa harganya? Mari kita cek,” terangnya.
Advertisement
Isi Bensin Justru Gratis
Usai mengisi bensin full tank, WNI yang langsung disambut oleh dua pria Iran tersebut seketika kaget. Bagaimana tidak, mereka justru tak meminta bayaran dari Sandy.
Salah satunya bahkan menyebut jika harga bahan bakar di sana begitu murah yakni sekitar Rp450 saja per liternya. Pria itu kemudian meminta Sandy agar tak membayar sepeser pun.
“Berapa harganya?” tanyanya.
“Tidak usah,” kata salah satu pria.
“Apa?” tanyanya kembali.
“Tidak usah,” ungkapnya.
Sontak, percakapan tersebut langsung mendatangkan tawa dari kedua belah pihak. Meski demikian, baik pria Iran maupun Sandy tampak saling memberi penghormatan mendalam saat berbincang secara langsung.
“Terima kasih, terima kasih,” ucap Sandy.
Melalui momen ini, Sandy menyaksikan kebaikan warga Iran yang begitu menarik hati. Sandy menjelaskan, warga Iran ternyata begitu terbuka kepada siapa saja yang bertamu ke salah satu negara hebat di Kawasan Timur Tengah itu.
“Beberapa kali isi bensin di sini, mereka tidak mau dibayar. Bagi orang Iran, mereka menganggap tamu itu adalah sebuah kehormatan. Mereka senang bisa menyambut tamu. Orang-orang Iran terkenal sangat hangat dan ramah sama musafir,” tulis Sandy, demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Advertisement
Banjir Apresiasi
Hangatnya sambutan warga Iran terhadap pria asing dalam unggahan tersebut sontak membuat kalangan warganet ikut terkejut. Tak sedikit di antaranya yang ikut memberi apresiasi hingga dukungan mendalam bagi keberlangsungan hidup yang damai nan tentram di Iran.
“Ternyata Iran seramah ini dan tidak seseram yang diberitakan barat,” tulis akun @ihsan_anshari
“Sangat memuliakan tamu, yang artinya betul-betul mengamalkan yang disunnahkan Nabi Muhammad SAW dalam menjamu tamu👏,” tulis akun @berrysusanto_
“MasyaAllah , hati mereka sungguh ikhlas untuk rakyatnya. Tak heran rakyatnya makmur,” tulis akun @yuni_phe.Eji
“Mantap wak.. Biar pada melek semua. Iran tidak seburuk yang diberitakan selama ini sama media barat,” tulis akun @azanggasikumbang
“Mashya Allah,ini yang disebut tamu adalah raja. Tradisi di Iran adalah memuliakan setiap tamu yang datang berkunjung ke rumah maupun negaranya, tak heran Iran negara yang paling ramah terhadap rakyatnya,” tulis akun @bachmid_26
Advertisement
Iran jadi Negara dengan Harga BBM Terendah
Sebagai informasi, Iran sendiri diketahui berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu negara di dunia yang memiliki harga BBM terendah. Menurut data Global Petrol Prices yang dilansir dari Liputan6, per Mei 2025 lalu, Iran mematok harga BBM mereka sebesar USD 0.029 atau setara dengan Rp477 saja untuk satu liternya.
Harga BBM di Iran ini tercatat begitu jauh dari harga BBM rata-rata di dunia yang berada di kisaran Rp19.746.
Salah satu penyebab Iran mematok harga rendah untuk BBM mereka ialah lantaran pemerintah yang telah menetapkan subsidi energi. Mereka mampu membuat kebijakan demikian karena Iran sendiri merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia.
Sehingga, tak heran jika Iran tak kewalahan untuk memberi suplai BBM dengan cadagan energi mereka yang begitu melimpah.
Meski tercatat sebagai subsidi yang berpihak pada rakyat, namun nyatanya hal ini turut mendatangkan pengorbanan yang besar di sisi anggaran. Pemerintah harus menambah beban anggaran negara untuk memastikan subsidi di bidang energi mereka tetap berjalan sukses.