Uniknya Perayaan Valentine di Berbagai Negara, Dari Cokelat Jepang hingga Pernikahan Massal Filipina

Perayaan Hari Valentine di seluruh dunia menampilkan beragam tradisi unik dan berbeda-beda.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Uniknya Perayaan Valentine di Berbagai Negara, Dari Cokelat Jepang hingga Pernikahan Massal Filipina
Uniknya Perayaan Valentine di Berbagai Negara, Dari Cokelat Jepang hingga Pernikahan Massal Filipina (Merdeka.com)

Hari Valentine, atau Hari Kasih Sayang, dirayakan setiap tanggal 14 Februari di seluruh dunia. Namun, perayaan ini memiliki tradisi yang unik dan beragam, mencerminkan budaya dan cara masyarakat mengekspresikan kasih sayang.

Dari pertukaran cokelat di Jepang hingga pernikahan massal di Filipina, Hari Valentine menawarkan beragam warna budaya yang menarik untuk dijelajahi. Lantas, seperti apa saja perayaan Hari Valentine yang unik dan begitu inspiratif untuk disimak itu? Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda.

Sebelum mengetahui banyak perayaan yang unik di berbagai belahan dunia, penting rasanya bagi kita untuk mendalami sejarah mengenai awal kemunculan dari Hari Valentine sendiri.

Hari Valentine, yang identik dengan ungkapan kasih sayang, memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Meskipun banyak yang mengaitkannya dengan kisah cinta romantis, asal-usulnya sebenarnya lebih kompleks.

Beberapa sumber mengaitkan perayaan ini dengan Santo Valentine, seorang martir yang hidup pada abad ke-3 Masehi. Namun, sejarahnya juga tercampur dengan berbagai ritual kuno yang berkembang seiring waktu, sehingga makna dan perayaannya pun berevolusi.

Di zaman modern, perayaan Hari Valentine semakin beragam dengan kehadiran teknologi. Jika dulu orang-orang berkirim surat dan kartu fisik, sekarang pesan singkat, media sosial, dan video khusus menjadi media ungkapan kasih sayang. Industri e-commerce pun turut berperan penting dalam perayaan ini. Cara mengekspresikannya memang berbeda-beda di seluruh dunia, namun inti perayaannya tetap sama: menunjukkan apresiasi dan kasih sayang kepada orang-orang terkasih.

Di Jepang, perempuan memegang peran utama pada 14 Februari. Mereka memberikan cokelat kepada pria, baik 'giri-choco' untuk teman dan rekan kerja, maupun 'honmei-choco' untuk pasangan atau pria yang mereka sukai. Seolah membalas budi, sebulan kemudian, tepatnya pada 14 Maret (White Day), pria akan memberikan hadiah balasan, biasanya cokelat putih atau perhiasan.

Sementara itu, di Korea Selatan, perayaan cinta tidak hanya dirayakan pada Februari. Setiap tanggal 14 setiap bulannya memiliki tema tersendiri. Contohnya, 14 April adalah 'Black Day', di mana mereka yang masih lajang akan menikmati jajangmyeon (mie hitam) bersama.

Di Filipina, Hari Valentine dirayakan dengan cara yang unik dan meriah. Ribuan pasangan menikah secara massal pada 14 Februari, sebuah tradisi yang sering disponsori pemerintah, terutama untuk pasangan kurang mampu. Pernikahan massal ini menjadi simbol perayaan cinta dan komitmen yang besar.

Bergeser ke Eropa, di Denmark, tradisi Valentine melibatkan pemberian bunga kering berwarna putih atau surat anonim berisi puisi jenaka yang disebut 'Gaekkebrev'. Jika penerima berhasil menebak pengirimnya, mereka akan mendapatkan telur Paskah di akhir tahun.

Uniknya, Wales justru merayakan Hari Santo Dwynwen pada 25 Januari, bukan 14 Februari. Mereka memiliki tradisi memberikan 'love spoons' (sendok cinta) yang diukir dengan simbol-simbol romantis.

Di Amerika Serikat sendiri, perayaan Valentine lebih umum dengan pertukaran kartu ucapan, cokelat, bunga, dan hadiah romantis lainnya.

Tradisi serupa juga ditemukan di Inggris dan Jerman, di mana pertukaran hadiah dan ungkapan kasih sayang menjadi ciri khas perayaan Valentine.

Di Italia dan Republik Ceko, perayaan Valentine juga melibatkan pertukaran hadiah dan ungkapan kasih sayang, meskipun mungkin tidak semeriah di negara-negara lain. Namun, perlu diingat bahwa tradisi ini bisa bervariasi antar wilayah di setiap negara.

Perayaan Hari Valentine di berbagai negara menunjukkan keragaman budaya dan cara mengekspresikan kasih sayang.

Dari pertukaran cokelat di Jepang hingga pernikahan massal di Filipina, setiap tradisi mencerminkan nilai dan kebiasaan masyarakat setempat. Meskipun cara perayaannya berbeda, inti dari Hari Valentine tetap sama: menunjukkan cinta dan apresiasi kepada orang-orang yang kita sayangi.

Rekomendasi