Terapi Gangguan Kepribadian Skizoid Beserta Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Merdeka.com - Menjalani kehidupan, setiap manusia tentu memiliki sederet kebiasaan yang perlahan menjadi rangkaian rutinitas pribadi. Tak jarang pula, kebiasaan tersebut kemudian membentuk watak serta kepribadian dari setiap manusia.
Kebiasaan tersebut dapat pula disebabkan oleh lingkungan hingga pengalaman pribadi dari seorang individu. Maka dari itu, hampir setiap orang memiliki kecenderungan kepribadian yang berbeda-beda.
Namun, terdapat perbedaan signifikan dari tipe karakter yang dimiliki setiap orang dengan penderita gangguan kepribadian. Dampaknya, gangguan kepribadian tersebut rentan mengalami penyimpangan.
Salah satu jenis gangguan kepribadian tersebut yakni disebut dengan istilah skizoid. Singkatnya, gangguan kepribadian skizoid menginginkan dirinya sendiri untuk selalu menghindar dari interaksi sosial.
Kondisi tersebut tentu membutuhkan pengobatan atau terapi gangguan kepribadian skizoid lebih lanjut. Apabila tidak ditangani dengan baik, maka gangguan tersebut cenderung dapat menyebabkan dampak yang tak diinginkan. Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya mengenai penyebab hingga terapi gangguan kepribadian skizoid yang perlu Anda pahami.
Penyebab Gangguan Kepribadian Skizoid
Sebelum mengetahui penyebab hingga terapi gangguan kepribadian skizoid, alangkah baiknya bagi kita untuk melakukan pemahaman secara utuh terlebih dahulu mengenai pengertiannya. Gangguan kepribadian sendiri adalah istilah yang digunakan untuk individu dengan karakteristik menyimpang dari tindakan orang pada umumnya.
Penderita yang mengalami gangguan kepribadian akan cenderung memperlihatkan tindakannya yang cukup berbeda dari orang lain. Hal ini tak jarang membuat masyarakat menganggap penderita gangguan kepribadian tersebut cukup jauh dari sifat manusia yang dianggap normal.

©BigStock
Pada gangguan kepribadian skizoid, terdapat sejumlah penyebab yang membuat seseorang dapat bertindak cukup berbeda dari orang lain. Adapun beberapa penyebab dari timbulnya gangguan kepribadian skizoid tersebut yakni sebagai berikut.
Gejala Gangguan Kepribadian Skizoid
Setelah mengenal pengertian beserta penyebabnya, maka terdapat salah satu hal penting sebelum Anda memahami terapi gangguan kepribadian skizoid yaitu mengenai gejalanya.
Secara umum, seseorang dengan gangguan kepribadian skizoid akan terlihat lebih senang untuk menyendiri dan terpisah dari kelompok-kelompok sosial. Adapun gejala dari gangguan skizoid yang selengkapnya yakni sebagai berikut.

©ehiyo.com
1. Tidak Tertarik Menjalin PertemananGejala pertama pada penderita gangguan skizoid adalah enggan untuk menjalin interaksi sosial. Maka, penderitanya akan cenderung untuk memilih sendiri dan menjauh dari banyak orang.
Akibatnya, mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu sendirian. Bahkan, mereka akan berusaha untuk menghindari kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan emosional dengan orang lain, bahkan dengan anggota keluarga sekali pun.
2. Memiliki Sifat DinginSelain itu, gejala gangguan kepribadian skizoid yang berikutnya adalah memiliki sikap yang dingin. Mereka yang memiliki gangguan tersebut biasanya akan lebih acuh terhadap interaksi sosial maupun berbagai hal yang terjadi di luar dirinya sendiri.
Alhasil, orang-orang di sekelilingnya pun turut enggan untuk berinteraksi dengan penderitanya. Sebab, tak sedikit dari penderita gangguan kepribadian skizoid yang justru bersikap negatif saat berinteraksi dengan orang lain.
3. Sulit Menikmati Momen
Selain itu, gejala lain yang dapat ditunjukkan oleh penderita gangguan kepribadian skizoid yakni sulit menikmati momen yang sedang terjadi di hadapannya. Biasanya, mereka akan buru-buru menarik diri dari momen tersebut.
Hasilnya, banyak momen istimewa yang dilewatkan oleh para penderitanya. Kendati demikian, penderitanya pun tidak akan merasa bersedih atau kecewa atas hal tersebut.

©2019 Merdeka.com/Pixabay
4. Tidak Memberi Reaksi Atas Pujian atau KritikanTerakhir, gejala dari penderita gangguan kepribadian skizoid yang dapat diamati adalah kurangnya minat pada aksi orang lain terhadap dirinya sendiri. Aksi tersebut dapat berupa pujian atau pun kritikan yang mendarat pada dirinya.
Meski mendapat tanggapan positif atau negatif atas tindakannya, penderita skizoid cenderung enggan memberi timbal balik. Sebaliknya, mereka justru dapat bersikap dingin terhadap orang yang memberinya pujian maupun kritik.
Terapi Gangguan Kepribadian Skizoid
Gangguan skizoid secara lanjut membutuhkan pengobatan atau terapi yang tepat untuk menghindari gejalanya. Langkah pengobatan atau terapi gangguan kepribadian skizoid juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Sebab, langkah tersebut harus dilakukan berdasarkan pada jenis, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan dari masing-masing penderitanya. Beberapa jenis pengobatan hingga terapi yang dapat dilakukan penderita skizoid yakni sebagai berikut.

©ehiyo.com
1. PsikoterapiPsikoterapi merupakan istilah yang digunakan untuk terapi gangguan kepribadian skizoid dengan metode pengenalan diri sendiri. Hal ini membutuhkan partisipasi dari penderita secara langsung dengan mempelajari alur suasana hati, pikiran, hingga perilaku.
Biasanya, psikoterapi dapat dilakukan dengan tiga metode. Di antaranya yakni tahap individu, kelompok, atau teman.
2. Terapi Kognitif

©thoughtcatalog.com
Terapi gangguan kepribadian skizoid yang dapat dilakukan selanjutnya yakni jenis terapi kognitif. Pada terapi jenis ini, penderitanya didampingi untuk dapat mengubah cara berpikir.
Hal ini tentu membutuhkan pendampingan yang intensif dari dokter jiwa atau psikiater.
Terapi jenis ini pun membutuhkan komitmen yang kuat dari penderitanya sendiri untuk dapat terhindar dari skizoid.
3. Terapi Psikodinamik

www.livescience.com
Terapi gangguan kepribadian skizoid yang berikutnya adalah jenis terapi psikodinamik. Pada terapi ini, penderitanya akan diminta untuk melakukan kilas balik atas pengalamannya di masa lampau.
Biasanya, dokter akan meminta penderitanya untuk menceritakan pengalaman terdalamnya yang cenderung membuatnya trauma.
Hal ini perlahan akan membuat penderitanya berlatih untuk keluar dari rasa ketakutan dari pengalaman masa lalu.
(mdk/mta)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya