Tak Hanya Peristiwa di Rumah Irjen Sambo, Ini 5 Insiden Lain Polisi Tembak Polisi
Merdeka.com - Belakangan ini masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan kasus adu tembak antar polisi yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.
Ternyata, kasus polisi tembak polisi yang terjadi di kediaman eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, pada Jumat 8 Juli 2022 lalu itu rupanya bukan pertama kalinya terjadi.
Kasus polisi tembak polisi sempat beberapa kali menodai wajah Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Berikut beberapa insiden lain yang pernah terjadi dilansir dari berbagai sumber:
Iptu tembak AKP di Polres Jombang
Insiden polisi tembak polisi rupanya sudah pernah terjadi pada tahun 2005 lalu. Iptu Sugeng Wiyono melakukan penembakan kepada atasannya sendiri, AKP Ibrahim Gani di Mapolres Jombang. Kejadian tersebut diduga disebabkan lantaran Sugeng merasa stres karena dimutasi oleh atasannya itu.
Merasa marah dan kesal Sugeng melepaskan tembakan sebanyak dua kali ke arah dada bawah Ibrahim. Dan tak lama kemudian, Sugeng memilih bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri dengan senjata yang sama. Sementara Ibrahim Gani berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke RS Bhayangkara Surabaya.
Polisi Tembak Polisi di Mapolsek Cimanggis
Kasus serupa juga pernah terjadi pada tahun 2019. Brigadir RT tega menembak sendiri rekan kerjanya, Bripka Rahmat Efendi di Mapolsek Cimanggis, Kamis (25/7/2019) malam. Diceritakan, peristiwa itu bermula ketika korban melerai aksi tawuran pelajar dan membawa salah satu pelaku aksi tawuran untuk diproses ke Polsek Cimanggis. Kemudian Brigadir RT mendadak datang ke kantor. Keduanya pun disebut sempat terlibat cekcok. Diduga, Brigadir RT tidak terima korban membawa salah satu pelaku tawuran ke kantor yang dicurigai sebagai salah satu saudara dari RT. Hal itulah yang diduga menjadi penyebab Brigadir RT nekat menghabisi nyawa rekannya dengan tujuh kali tembakan ke tubuh korban.
Tersinggung, Briptu di Makassar Tembak Kombes
Peristiwa polisi tembak polisi juga pernah terjadi di Makassar pada 6 April 2013. Briptu Ishak Trianda (35) nekat menembak Kombes Purwadi karena tersinggung dengan ucapan dokter perwira tinggi itu, sehari sebelumnya. Motif penembakan tersebut bermula saat putra bungsu Briptu Ishak Trianda yang berusia 4 tahun jatuh ke lubang galian pondasi Rumah Sakit Bhayangkara, Mappaoddang, Makassar, Sulawesi Selatan. Kemudian Briptu Ishak menutup lubang itu di jalan akses rumah dinasnya.Briptu Ishak lalu mendatangi Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Kombes Purwadi. Ishak protes soal lubang yang membuat anaknya terjatuh tersebut. Namun jawaban yang diterima Ishak disebut sangat tidak mengenakan hati. Hal itulah yang kemudian membuat Ishak sakit hati dan nekat menembak atasnya sendiri. "Kalau anakmu jatuh, kamu kubur saja di galian. Terus kalau kamu jatuh juga, kamu kubur dirimu bersama anakmu di situ sekalian," jawab Purwadi ditirukan oleh Ishak.
Polisi di NTB Tembak Rekannya di Gerbang Rumah
Seorang Brigadir polisi di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni MN juga pernah melakukan penembakan terhadap rekan sesama polisinya, Brigadir Polisi Satu HT dari jarak dekat. Peristiwa penembakan terjadi di pintu gerbang rumah yang dihuni korban. Yakni di kawasan BTN Griya Pesona Madani, Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2021 lalu. Sebelum akhirnya menembak HT menggunakan senapan serbu perorangan SS-V2 Sabhara, pelaku sempat menyampaikan sebuah kalimat yang berisi peringatan terhadap korban."Saat itu dia (pelaku) hanya menyampaikan, 'kamu sudah sering saya ingatkan', langsung (menembak korban)," ucap dia.Motif pelaku menembak korban hingga tewas diduga karena persoalan asmara. Pelaku disebut cemburu kepada korban yang dikatakan memiliki hubungan gelap dengan istrinya.
Tak Terima Dimutasi, Provost Tembak Wakapoltabes Semarang
Pada tahun 2007 lalu, seorang anggota provost Brigadir Satu Hance Christian juga pernah ditangkap lantaran menembak atasannya sendiri Wakil Kepala Kepolisian Kota Besar Semarang AKBP Liliek Purwanto. Insiden tembak-menembak itu berlangsung setelah apel pagi berlangsung. Motifnya, ialah karena Hance marah usai dimutasi ke Kendal, Jawa Tengah. Karena peristiwa itu, Liliek pun tewas setelah enam tembakan dari jarak kurang dari dua meter bersarang di dada dan kepalanya. Sedangkan Hance sendiri akhirnya juga tewas tewas ditembak tim Provost, Reserse Mobil, dan Gegana.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya