Suami Terjerat Judi Online, Cerita Wanita Ini Sampai Menteskan Air Mata Harta Habis Semua, Kini Sukses Beternak Kambing
Kisah pasutri ceritakan masa kelam terjerat judol kini sukses beternak kambing.
Pasutri pengusaha kambing menceritakan masa kelam mereka sebelum berhasil mengembangkan bisnis peternakan.
Sang suami yang bernama Fitri mengaku sempat terjerat judi online (judol) hingga mengalami kerugian besar mencapai miliaran rupiah karena termotivasi untuk memenangi permainan.
Meski begitu, berkat kerja keras dan tekadnya untuk mengubah nasib, kebiasaan buruknya itu sudah tidak dilakukan dan kini mampu mengembangkan usaha dengan penghasilan yang cukup lumayan.
Seperti apa kisah selengkapnya? Melansir dari kanal YouTube Pertanian Berdaulat, Jumat (11/7) simak informasi berikut ini.
Terjerat Judi Online
Fitri mengaku terjerumus ke dunia judi online sejak tahun 2013. Selama enam tahun, ia menjadi ketagihan dan tak memikirkan dampak buruk di baliknya.
"Pertama kali saya terjerumus ke dunia perjudian online, mohon maaf, itu di tahun 2013 akhir. Mungkin durasinya juga cukup lama, sampai di tahun 2019."
"Dan di situ saya sudah, mungkin kalau dibilang nominal yang saya keluarkan sudah cukup gak masuk logika lah dengan pendapatan saya dan istri saya," tandasnya.
Fitri tak ragu mengeluarkan uang besar untuk deposit judol. Bahkan jumlahnya tak jarang melebihi anggaran bulanannya dalam sebulan.
"Pengeluaran setiap kali saya melakukan proses deposit untuk permainan saya itu melebihi budget yang saya dapatkan selama satu bulan. Di situ saya benar-benar, gimana ya, gimana cari uang supaya saya dapat mencari kemenangan atau mencari keuntungan dari permainan yang saya alami," sambungnya.
Selama bermain, ia hanya termotivasi untuk menang dan tidak memikirkan jumlah uang yang telah ia keluarkan hingga sekarang.
"Pikiran yang ada dalam otak saya itu, gimana saya bisa mengeruk kembali uang saya yang sudah masuk. Padahal yang ya alami itu bukannya uang yang saya dapat, malah kekalan yang bertubi-tubi," ucapnya lagi.
Istri Pernah Pergi dari Rumah
Sang istri menceritakan bagaimana kondisi sang suami dan keluarganya saat terjerumus ke judi online. Ia dan Fitri sempat bekerja di sebuah perusahaan dan sang anak harus dititipkan orang tuanya di kampung.
Kondisi keluarganya dengan Fitri sempat tidak harmonis dan sempat muncul tingkah yang mencurigakan.
"Kondisi keluarga sekarang sudah tidak harmonis lagi. Ada yang ditutup-tutupi, jadi ada tingkah-tingkah yang mencurigakan. Dan itu saya dalami, saya cari tahu kenapa, gitu kan," ucapnya.
Belakangan ia baru tahu ternyata sang suami memang terjerat judi online. Bahkan sang suami telah menghabiskan uang yang cukup besar.
"Ternyata memang hasilnya adalah suami saya terjerat dengan perjudian online...ternyata saya tahunya itu pun sudah menghabiskan nominal yang cukup fantastis kalau dibilang," tambahnya.
Ia mengaku sempat kabur dari rumah karena tak kuat melihat debt collector datang setiap hari menagih hutang sang suami.
"Jadi setiap hari saya harus menghadapi beberapa debt collector ataupun penagih hutang yang datang ke rumah. Dan setiap orang itu nominalnya juga tidak sedikit. 5 juta, 10 juta, 20 juta gitu kan," sebutnya.
Karena geram, ia sering bertengkar dengan suaminya sebelum akhirnya memutuskan pergi meninggalkan rumah dan anaknya.
"Cuma pada saat itu kondisi suami memang sudah tidak ada gitu kan. Tidak tahu di mana gitu. Setiap kali ada yang mencari memang posisinya tidak pernah ada di rumah. Nah dari situ pertengkaran demi pertengkaran mulai terjadi. Sampai pada saat saya benar-benar putus asa, saya sempat meninggalkan rumah. Ya saya meninggalkan rumah itu mas," tambahnya.
Awal Mula Bertobat
Jerat perjudian online membuat Fitri tak bisa keluar dari lingkaran hutang. Ia sadar hutangnya sudah mencapai miliaran rupiah dan mulai berpikir untuk bertobat.
"Jadi saya kemenangannya yang 20 persen, kekalahannya yang 80 persen. Sampai di titik saya pertama kali tobat mas. Pertama kali tobat itu saya sudah punya jeratan hutang pinjol itu hampir 140-an 150-an juta.
Belum hutang-hutang yang lain itu kisaran saat itu mungkin 1,2M," jelasnya.
Bukan tanpa rintangan, ia sempat tergoda bermain lagi setelah mendapat notifikasi untuk mencoba lagi. Alih-alih kemenangan, justru kekalahan lagi yang ia dapat dengan nominal yang besar.
"Pemikiran baru muncul, wah kemarin udah habis uang segitu siapa tau saya coba mungkin akan bisa mengembalikan. Dan ternyata malah sama yang saya alami."
"Pertama dikasih kemenangan, hampir saya satu bulan itu ngumpulin uang 600 juta. Dapet duit kemenangan 600 juta. Di bulan kedua kekalahan yang saya dapet itu kurang lebih ya ini gak cuma cerita ya mas, ini yang saya alami beneran," jelasnya.
Total kerugian akibat kekalahan yang ia dapat mencapai Rp2,4 miliar. Ia pun berpikir uang itu bisa menjadi modal usaha saat ini.
"Total kekalan saya pertama sampai kedua itu hampir 2,4M. Mungkin yang kalau saya sekarang duit itu saya lakukan untuk usaha yang saya tekuni saat ini mungkin udah menjadi peternakan yang besar kali."
"Mungkin skala nasional lah bisa dibilang dengan duit 2,4M dengan kandang yang mungkin yang skalanya juga bagus, skalanya standar dan mungkin isinya juga variannya macem-macem," tandasnya lagi.
Dibantu Kambing Orang Tua
Fitri pernah berada di titik putus asa dengan modal yang tidak ada sama sekali. Bahkan ia hanya mengandalkan rumput dengan harapan suatu saat ia akan mendapatkan hewan ternak.
"Jujur mas, 0 rupiah saya punya modal...Di saat dulu saya itu masih nyari pakan. Rencananya mau bikin bank pakan dulu. Cari odot atau puncak pakcong, saya tanam di lahan abun sekitar rumah."
"Saya tanam, setelah apa yang saya tanam itu tumbuh, saya berdoa kepada Allah. Ya Allah, ini rumput saya udah tumbuh, tapi saya belum punya kambingnya. Mohon saya dikasih kambing, ya Allah rezeki untuk beli kambing agar apa yang saya rencanakan bisa segera terlaksana," jelasnya.
Tak lama doanya terkabul setelah orang tuanya memberikannya kambing untuk dirawat.
"Itu kan saya nggak sampe 24 jam dari doa saya, tau-tau saya dipanggil sama orang tua. 'Kemarin kamu nanam apa leh?' 'Nanam pakan buat nyiara kambing', 'nah kambingnya udah punya belum?' 'Belum, cuma pakan," ucapnya.
Betapa terkejutnya ia saat mendapat modal dua ekor kambing untuk dipelihara. Karena keseriusannya dalam mengurus kambing, ia pun mendapat tambahan 4 kambing.
"Doa saya yang mungkin diijabah Gusti Allah lewat orang tua saya, dari orang tua saya itu yang memberikan modal pertama dua ekor. Pertama dua ekor itu berjalan nggak lama mas, mungkin satu mingguan, mungkin orang tua melihat keseriusan saya, kesungguh-sungguhan saya, ditambah lagi dikasih saat itu 4 ekor," tandasnya.
Jumlah kambingnya terus bertambah hingga pada akhirnya ia memperoleh 10 ekor kambing. Tanpa pengetahuan banyak, ia mengaku hanya belajar dari otodidak.
"Karena saya ilmunya juga dari otodidak, kedua terus dari Youtube, nah setelah berjalannya waktu, saya punya teman di lingkungan peternakan kambing, baik yang itu dekat lingkungan saya ataupun agak jauh dari lingkungan saya, saya sedikit banyak belajar ilmu yang saya dapat, saya coba terapkan di peternakan saya sendiri," kata Fitri.
Jumlah kambingnya pun terus bertambah karena perkawinan yang ia lakukan.
"Dari 10 ekor itu, jalanannya 1, peternakannya 9, saya coba kawin alami, saya coba kawinkan suntik, saya sampai kawin di tempat orang, jasa perkawinan kambing itu, dalam tempoh 2 tahun itu cuma berkembang atau nambah 6 ekor. Jadi dari 10 itu menjadi 16. Nah di titik balik, saya bisa seperti sekarang ini itu, ya dari peralian. Saya kemarin kan kambing, kita beralih ke domba," sambungnya.
Berkat kerja kerasnya beternak kambing, ia bisa menyekolahkan anak dan membeli banyak aset.
"Dari kambing itu saya juga bisa menyekolahkan anak, sekarang bisa beli aset, salah satunya ya kendaraan. Alhamdulillah mobil, walaupun mobil-mobil belum istimewa juga saya dapatkan dari kambing."
"Jadi yang saya dapatkan ini, intinya sih selama kita mau tekun, mau berusaha, mau dengan hati melaksanakan, insyaallah hasil yang kita dapatkan itu juga akan maksimal, akan bagus," tegasnya lagi.