Sosok Sahabat yang Selalu Buat Rasulullah Tertawa, Sering Bertingkah Jahil pada Nabi
Merdeka.com - Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat berwibawa dan dihormati oleh para sahabatnya dan umat Islam terutama di zaman itu. Ia bahkan terkenal biasanya hanya akan melemparkan senyum pada orang-orang di sekitarnya.
Namun, ada salah satu sosok sahabat yang berhasil membuatnya tertawa Rasulullah hingga terlihat gigi gerahamnya. Adapun sahabat yang dimaksud adalah Nu'aiman bin Ibnu Amr bin Raf'ah. Simak ulasannya:
Sosok Nuaiman yang Suka Bikin Rasulullah Tertawa
Nu'aiman bin Ibnu Amr bin Raf'ah adalah sahabat nabi dari kalangan Anshar yang juga termasuk dalam kalangan ashabul badr.
Ini dikarenakan Nu'aiman disebut pernah turun langsung berjihad bersama Rasulullah saat perang badar.
Dikatakan jika Rasulullah disebut selalu tertawa dan terlihat gembira saat berada di dekat Nu'aiman. Ini dikarenakan tingkah usil dari salah satu sahabatnya itu.
Salah satu tingkah usil Nu'aiman yang pernah membuat Rasulullah tertawa ialah saat ia diajak untuk berdagang ke negeri Syam.
Kisah Nuaiman yang Jenaka
Dikisahkan bahwa pada suatu waktu Nu’aiman diajak oleh Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk pergi ke Negeri Syam. Ketika itu sebelum keberangkatannya, Abu Bakar Ash-Shiddiq sempat mendatangi Rasulullah untuk memohon izin mengajak dua sahabatnya ikut berdagang dengannya."Ya Rasulullah ..., saya ingin meminta izin untuk mengajak dua sahabat ikut berdagang ke Negeri Syam, yakni Nu'aiman dan Suwaibith bin Harmalah," tutur Abu Bakar seperti dikutip dari laman NU Online (14/4).Mereka kemudian saling berbagi tugas. Pada satu waktu ketika Abu Bakar sedang pergi berniaga, Nu'aiman mendatangi Suwaibith yang ditugaskan menjaga perbekalan untuk meminta makanan. "Wahai Suwaibith, aku sudah lapar, maka berikanlah saya sepotong roti untuk saya makan saat ini," ujar Nu’aiman. Namun, permintaan tersebut tidak diwujudkan oleh Suwaibith, ia memilih menunggu Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq datang.Suwaibith bersikukuh enggan memberikan sepotong roti kepada Nu'aiman demi menjaga amanah yang diberikan padanya. Karena itu, Nu’aiman pun bergegas pergi ke pasar. Ia kemudian berusaha untuk mencari tempat yang menjual hamba sahaya di sana.
Menjual Sahabatnya Sendiri
Pada zaman nabi dulu, hamba sahaya biasanya dijual untuk menjadi pekerja. Nu'aiman kemudian berkata kepada orang-orang di pasar bahwa ia memiliki hamba sahaya dengan harga yang sangat murah.Nu'aiman juga menyebutkan, hamba sahaya yang dimilikinya hanya memiliki satu kekurangan yakni berteriak bahwa dirinya orang yang merdeka bukanlah hamba sahaya.Mendengar penjelasan Nu'aiman banyak orang di pasar pun langsung tertarik. Setelah terjadi kesepakatan, Nu'aiman kemudian mendapat uang hasil dari menjual sahabatnya. Kemudian orang di pasar langsung pergi menangkap Suwaibith
Suwaibith yang terkejut kemudian berkata, "Saya bukan hamba sahaya, saya orang merdeka," yang hanya dibalas oleh orang-orang tersebut bahwa mereka sudah tahu kekurangannya itu.Mereka yang menangkap Suwaibith menghiraukan teriakan darinya sambil membawa Suwaibith dan menjualnya ke pasar. Selepas itu, Nu’aiman menjadi orang yang memegang uang banyak. Ia menggunakannya untuk membeli makanan, minuman, hingga hadiah untuk Rasulullah.
Rasulullah Tertawa Terbahak-bahak
Tak berselang lama, Abu Bakar yang baru pulang dari berniaga kebingungan mencari Suwaibith. Dengan polos dan jujur, Nu'aiman berkata jika ia sudah menjual sahabatnya itu. Usai mendengar cerita dari Nu'aiman, Abu Bakar pun langsung tertawa. Ia kemudian pergi ke pasar untuk membeli Suwaibith kembali sebagai orang yang merdeka. Sepulangnya ke Madinah, kisah ini kemudian diceritakan kepada Rasulullah SAW. Usai mendengarnya, Nabi Muhammad tertawa sejadi-jadinya hingga gigi geraham beliau tampak terlihat jelas di depan para sahabat.Setelah setahun berselang, Rasulullah disebut masih selalu menceritakan kisah Nu'aiman ini kepada tamu yang datang padanya.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya