Sejarawan Ungkap Fakta Terbaru Prabu Siliwangi, Ternyata ini Agamanya

Kamis, 24 November 2022 08:38 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Sejarawan Ungkap Fakta Terbaru Prabu Siliwangi, Ternyata ini Agamanya Prabu Siliwangi. historyofcirebon.id ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang sejarawan yang akrab disapa Babe Ridwan Saidi, mengungkap fakta baru menyebut bahwa Prabu Siliwangi ternyata bukan beragama Hindu. Hal itu ia sampaikan melalui video yang diunggah di kanal Youtube Macan Idealis.

Prabu Siliwangi sendiri adalah julukan untuk Sri Baduga Maharaja, pemimpin kerajaan Pakuan Pajajaran pada tahun 1474-1513. Kerajaan ini berkedudukan di wilayah Priangan Barat atau sekitar Bogor. Simak ulasan selengkapnya:

2 dari 5 halaman

Cerita Soal Prabu Siliwangi

Dalam unggahan yang dibagikan, pengunggah video awalnya menanyakan kepada Babe Ridwan Saidi soal sejarah kerajaan Sunda. Keduanya kemudian mengupas tuntas cerita soal Syekh Siti Jenar dan Prabu Siliwangi serta hubungannya dengan Jawa Barat.

Syekh Siti Jenar yang memiliki nama asli Raden Abdul Jalil sendiri adalah seorang tokoh yang dianggap sebagai sufi dan salah seorang penyebar agama Islam di Pulau Jawa, khususnya di Kabupaten Jepara. Sementara Prabu Siliwangi adalah putra dari Prabu Dewa Niskala.

Dewa Niskala adalah anak dari pemimpin kerajaan Galuh, yakni Prabu Wangi atau Niskala Wastukancana. Prabu Siliwangi memiliki nama yang hampir mirip dengan kakeknya.

Siliwangi merupakan bahasa Sunda gabungan dari kata "silih" dan "wangi". Silih dapat diartikan pengganti dan wangi berarti harum atau dapat dimaknai kepada Prabu Wangi. Sehingga nama Prabu Siliwangi itu dapat diartikan sebagai "Pengganti Prabu Wangi". [khu]

Baca juga:
Kompetensi Guru Penggerak Berdasarkan Peraturan, Ketahui Definisi hingga Tugasnya
Detik-Detik Rumah 2 Lantai Tiba-Tiba Ambruk, Warga Teriak "Allahu Akbar"
Menteri Bahlil Usil Tarik Ganjar Pranowo Diri Samping Puan, Jokowi Sampai Tertawa
Potret Makam Syekh Penyebar Islam di Tengah Laut, Air pun Tak Berani Mengganggunya


3 dari 5 halaman

Ungkap Agama Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi mengawali pemerintahan zaman Pakuan Pajajaran Pasundan yang meliputi wilayah Banten, Pintang, Cigede, Tamgara, Kalapa, Karawang, dan Cimanuk. Ia dikenal sebagai seorang raja yang sangat toleran terhadap perbedaan.

Prabu Siliwangi ini memimpin pada masa awal masuknya agama Islam ke Tanah Air. Prabu Siliwangi tidak menentang kehadiran agama yang baru masuk ke Indonesia tersebut.

Kemudian, dalam video yang diunggah di kanal Macan Idealis, sejarawan Ridwan Saidi memberikan pernyataan mengejutkan yang menyebut jika Prabu Siliwangi ternyata tidak beragama Hindu.

cerita prabu siliwangi
Youtube/Macan Idealis ©2022 Merdeka.com

"Karena Prabu Siliwangi itu kan Tole. Kalau (istilah) tole itu kan ya kita percaya saja dengan adanya Tuhan bahwa Tuhan itu ada sudah. Itu lah Prabu Siliwangi," kata Saidi.

Tole sendiri disebut sebagai istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang percaya akan keberadaan Tuhan alias menganggap bahwa Tuhan itu Esa (satu).

4 dari 5 halaman

Prabu Siliwangi Bukan Beragama Hindu

Karena kaget, perekam video pun sempat menanyakan kembali apakah benar jika Prabu Siliwangi tidak beragama Hindu. Mengingat agama tersebut termasuk mayoritas di Tanah Air pada masa kerajaan.

"Jadi Prabu Siliwangi bukan Hindu?," tanya pengunggah video.

"Bukan Hindu (Prabu Siliwangi) dia bukan Hindu. Kerajaan Sunda bukan kerajaan Hindu. Saya sudah berkali-kali ke makamnya kan ada di Gunung Salak padepokannya juga ada. Jadi Prabu Siliwangi ini bukan Hindu," tegas Saidi.

Selain dikenal sebagai raja yang sangat toleran, Prabu Siliwangi juga sosok pemimpin yang berintelektual. Ia adalah orang pertama yang bisa merintis hubungan internasional dan membuat perjanjian dengan Portugis yang ada di Malaka.

5 dari 5 halaman

Istana Prabu Siliwangi Dulu ada di Istana Bogor

cerita prabu siliwangi
Youtube/Macan Idealis ©2022 Merdeka.com

Lebih lanjut, Saidi mengungkap bahwa istana kerajaan Sunda tempat Prabu Siliwangi singgah dulu ada di lokasi di mana saat ini Istana Kepresidenan Bogor berdiri.

"Istana kerajaan Sunda itu adalah di Istana Bogor sekarang. Nah itu bangunan itu dirontokin sama Belanda lalu didirikan lah istana yang sekarang Istana Bogor. (dulu) namanya istana Pabaton," kata Saidi.

Terakhir, Saidi mengungkap jika kerajaan Sunda dulunya runtuh bukan dikarenakan kalah dalam peperangan. Namun karena faktor perekonomian mereka yang melorot.

"Kerajaan Sunda itu takluk bukan karena peperangan tapi karena ekonomi. Karena jalur perdagangannya yang lewat darat tembus sampai Matraman itu ditutup oleh Mataram. Jadi komoditas dia harus jual murah. Nah ekonominya melorot," pungkasnya.

Baca juga:
Kompetensi Guru Penggerak Berdasarkan Peraturan, Ketahui Definisi hingga Tugasnya
Detik-Detik Rumah 2 Lantai Tiba-Tiba Ambruk, Warga Teriak "Allahu Akbar"
Menteri Bahlil Usil Tarik Ganjar Pranowo Diri Samping Puan, Jokowi Sampai Tertawa
Potret Makam Syekh Penyebar Islam di Tengah Laut, Air pun Tak Berani Mengganggunya



Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini