Sebelum Mengabdi di Majapahit, Gajah Mada Belajar Ilmu Kesaktian di Tempat ini
Merdeka.com - Mahapatih Gajah Mada dikenal dengan kesaktiannya saat menjadi patih di Majapahit. Namun, kemampuan tersebut tak muncul secara tiba-tiba.
Kisah perjalanan Gajah Mada dalam menemukan siapa ayah kandungnya membawa Gajah Mada meninggalkan jejak historis yang ada hingga saat ini.
Seperti pada Petilasan Jabung di Mojokerto yang diyakini sebagai tempat Gajah Mada bertapa dan belajar ilmu kesaktiannya.
Melansir dari kanal Youtube JOIN Media, Jumat (10/2), Berikut kisah selengkapnya.
Gajah Mada Muda
Tuminah, juru kunci Petilasan Jabung mengisahkan, Mahapatih Gajah Mada sudah tidak diasuh oleh orang tua kandungnya sejak kecil. Gajah Mada diasuh oleh seorang janda bernama Rondo Wara Wuri hingga remaja.
Suatu ketika, Gajah Mada berujar ingin mencari ayahnya kepada ibu asuhnya. Rondo Wara Wuri turut mengizinkan Gajah Mada mencari ayahnya.
"Ibu mu dulu berpesan agar kalau kamu ingin mencari ayahmu, pergilah ke Majapahit," kata Tuminah, menirukan perkataan ibu Roro Wanda Wuri berdasarkan kisah turun temurun yang didapatkannya.
Namun demikian, kata dia, Gajah Mada baru pergi mencari sang ayah saat menginjak usia 20 tahun sekaligus memperdalam ilmunya.
Kisah Hutan Jabung, Lokasi Gajah Mada Perdalam Ilmu

Youtube JOIN Media ©2023 Merdeka.com
Dalam video yang diunggah JOIN Media, disebutkan bahwa Gajah Mada yang masih berusia 20 tahun pergi ke sebuah hutan yang bernama Jabung untuk memperdalam ilmu kesaktiannya.
Kata 'Jabung' memiliki nama lain 'Kedung' atau dalam Bahasa Indonesia berarti sebuah cekungan sungai yang berisi air.
Gajah Mada sempat berujar bahwa seluruh keturunannya nanti kalau mau ambil, ambilah air yang berwarna bening.

Youtube JOIN Media ©2023 Merdeka.com
"Seluruh keturunanku besok kalau mau ambil air ambilah air yang bening," kata Tuminah, menirukan perkataan Gajah Mada sesuai dengan kisah turun temurun yang didapatkannya.
Semasa di hutan Jabung, Gajah Mada berguru kepada seorang spiritual bernama Ki Ageng Jabung.
Gajah Mada mencari banyak lokasi untuk bertapa hingga sampai di lokasi di mana ia dipersilakan bertapa hingga sekuat mungkin.
Gajah Mada Bertapa & Menuntut Kesaksian di Usia 20-30 Tahun

Youtube JOIN Media ©2023 Merdeka.com
Selama usia 20-30 tahun, Gajah Mada bertapa di hutan Jabung dan selalu berpindah tempat.
Tuminah meyakini sesaktian Gajah Mada dengan keberadaan Gajah Mada yang tidak pernah mati karena nantinya tidak ada yang membereskan istana Majapahit.
Lokasi Istana Majapahit hingga saat ini tidak diketahui keberadaanya. Menurut keyakinannya, istana tersebut memang disembunyikan oleh Gajah Mada.
Gajah Mada sempat berucap bahwa bagi seluruh anak cucunya jika ingin mencari tapak tilas, maka tempatnya ada di Petilasan Jabung.
Identitas Gajah Mada Muda
Tuminah mengisahkan, semakin berjalannya waktu, Gajah Mada terus berguru kepada banyak guru. Pada usia 30 tahun ia berguru dengan Pendeta Badak Pasir Putih.
Dugaan keberadaan Badak Pasir Putih mengerucut pada lokasi di Situbondo atau Probolinggo. Gajah Mada memiliki misi untuk menambah ilmunya.
Gajah Mada muda sempat diberikan gelar Raden Dipoyono. Gajah Mada sempat ditugaskan untuk mengangkat pohon beringin yang dicabut oleh seekor gajah dan ditanam ke candi lawang.
Setelahnya, Pendeta Badak Pasir Putih berkata bahwa sudah saatnya Gajah Mada pergi dari tempatnya karena sudah selesai memperdalam ilmu darinya.
Gajah Mada diperintahkan untuk pergi ke Majapahit untuk bertemu ayahnya. Lebih dari itu, Gajah Mada juga mendapat gelar "Dipoyono Gajah Modo" dari pendeta tersebut.
(mdk/thw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya