Roda Kehidupan Berputar, Jenderal TNI Dulunya Hidup Susah, Kisahnya Haru
Merdeka.com - Kesuksesan setiap orang tentu karena melewati perjuangan yang tidak mudah. Seperti adalah para pensiunan jenderal TNI berikut ini. Sebelum sukses di dunia militer, mereka yang lahir dari kalangan biasa pernah mengalami getirnya kehidupan.
Namun siapa sangka, berkat perjuangan dan kegigihan dalam berusaha, mereka bisa menuai hasilnya hingga menjadi pemimpin yang disegani.
Siapa saja jenderal TNI yang dahulu lahir dari keluarga menengah ke bawah dan bagaimana perjuangan mereka? Simak ulasannya sebagai berikut.
Moeldoko Tak Mampu Beli Beras
Eks Panglima TNI yang sekarang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan ini dahulu ternyata pernah mengalami hidup susah. Bahkan dia mengaku pada masa kecil pernah mencuri buah untuk bertahan hidup.

©2023 Merdeka.com/wikipedia
Selain itu, Moeldoko juga mengaku tidak mudah bagi keluarganya untuk menyantap nasi. Pernah satu keluarga merasakan kelaparan karena orang tuanya yang tidak mampu membeli beras.
"Dulu waktu SD, sering kebanjiran di sekolahnya sehingga harus ngungsi. Begitu sulitnya saat itu, makan nasi juga susah," ungkap Moeldoko.
Meskipun hidup susah, mantan Kasad ini tidak pernah menganggap itu sebagai halangan. Ia mempunyai mimpi yang besar sehingga terus tekun belajar sampai berhasil menjadi Jenderal TNI.
Try Sutrisno Jualan Air Minum
Try Sutrisno adalah eks Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sekaligus pernah menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6. Namun, di balik kegemilangan kariernya, Jenderal Try Sutrisno dahulu bukanlah orang yang lahir di keluarga beruntung.
Waktu kecil, Try Sutrisno pernah berjualan air minum di stasiun. Momen tersebut terjadi ketika keluarganya tengah mengungsi ke Mojokerto dari Surabaya ketika terjadi perang tahun 1945.

©2023 Merdeka.com/wikipedia
Menjual air minum itu dia lakukan untuk membantu perekonomian keluarga yang saat itu sedang kalang kabut. Try Sutrisno tanpa malu menawarkan barang dagangannya satu per satu di setiap gerbong di stasiun kereta.
"Setiap sore dihitungnya uang yang didapat. Koin demi koin. Sebagian diberikan pada ibunya, sebagian dipegangnya sendiri." tulis keterangan di dalam buku Jenderal Try Sutrisno, Sosok Arek Suroboyo yang diterbitkan Disjarah tahun 2019.
Dudung Abdurrachman jadi Loper Koran
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Dudung Abdurrachman juga juga ternyata pernah mengalami hidup susah. Dalam bukunnya berjudul Loper Koran dan Jenderal, ia menceritakan perjuangannya ketika menjadi seorang pengantar koran.

©2023 Merdeka.com/wikipedia
Kegiatan menjadi loper koran itu dia lakukan untuk membantu perekonomian keluarganya. Kasad Dudung saat itu masih SMA dan tidak malu untuk mengantarkan koran-koran kepada para pembelinya.
"Untuk membantu mengatasi ekonomi keluarga, ketika masuk usia SMA, saya bekerja sebagai loper koran dan penjual klepon," terang Dudung.
Satu hal yang sangat menginspirasi Dudung adalah ketika dirinya sering mengantarkan koran ke markas Prajurit TNI. Oleh karena itu, ia kemudian bercita-cita menjadi seorang tentara di kemudian hari.
(mdk/mff)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya