7 Cara Memperbanyak Akar Anggrek agar Tumbuh Subur, Sehat, dan Rajin Berbunga

Pelajari 7 cara memperbanyak akar anggrek agar tumbuh sehat dan kuat, mulai dari mengatur penyiraman, memilih media tanam, hingga menggunakan pupuk perangsang akar.

Fitriyani Puspa Samodra
7 Cara Memperbanyak Akar Anggrek agar Tumbuh Subur, Sehat, dan Rajin Berbunga
Anggrek dengan media arang (AI Generated)

Anggrek yang memiliki akar sehat cenderung lebih mudah tumbuh dan beradaptasi dengan lingkungan. Namun, tidak sedikit tanaman anggrek yang mengalami masalah akar, mulai dari jumlahnya sedikit, mengering, hingga membusuk akibat kelembapan berlebihan. Kondisi tersebut bisa menghambat pertumbuhan daun dan bunga. Sebenarnya, ada beberapa cara memperbanyak akar anggrek yang bisa dilakukan untuk merangsang pertumbuhan akar baru.

Perawatannya tidak selalu membutuhkan banyak bahan tambahan karena pengaturan air, kelembapan, cahaya, dan media tanam juga berperan penting. Agar hasilnya optimal, penting untuk memahami karakteristik akar anggrek terlebih dahulu. Dengan perawatan yang sesuai, tanaman dapat membentuk akar baru yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kemampuannya menyerap air dan nutrisi.

Akar merupakan salah satu bagian terpenting dalam pertumbuhan anggrek. Berbeda dengan tanaman hias yang tumbuh di tanah, banyak jenis anggrek merupakan tanaman epifit yang hidup menempel pada batang atau cabang pohon. Akarnya beradaptasi untuk menangkap air dari hujan, embun, dan kelembapan udara. American Orchid Society menjelaskan bahwa akar anggrek memiliki lapisan khusus bernama velamen. Lapisan berpori tersebut berfungsi menyerap dan menyimpan air sekaligus mendukung hubungan dengan mikroorganisme yang bermanfaat.

Oleh karena itu, memperbanyak akar anggrek bukan sekadar memberikan pupuk atau menyiram tanaman lebih sering. Ada beberapa langkah perawatan yang perlu diperhatikan agar tanaman terdorong menghasilkan akar baru secara alami, Selasa (3/11/2026).

1. Mengatur Penyiraman agar Akar Tidak Mudah Membusuk

Budidaya Anggrek Bulan (Gemini AI)
Budidaya Anggrek Bulan (Gemini AI)

Salah satu cara memperbanyak akar anggrek yang paling mendasar adalah mengatur penyiraman. Air memang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan akar, tetapi jumlah dan frekuensi penyiramannya harus disesuaikan dengan jenis anggrek, media tanam, serta kondisi lingkungan.

Anggrek epifit seperti Phalaenopsis membutuhkan siklus basah dan kering yang seimbang. Akarnya perlu mendapatkan air, tetapi juga membutuhkan sirkulasi udara agar tidak terus-menerus berada dalam kondisi basah.

American Orchid Society menjelaskan bahwa akar anggrek epifit memiliki kemampuan menyerap air dengan cepat melalui lapisan velamen. Adaptasi ini memungkinkan tanaman memanfaatkan air yang tersedia sebelum lingkungan kembali mengering.

Untuk menerapkannya, siram anggrek ketika media tanam mulai mengering. Pastikan air dapat mengalir keluar melalui lubang drainase pot dan tidak menggenang di bagian bawah.

Hindari menyiram tanaman berdasarkan jadwal yang kaku. Saat musim hujan atau lingkungan sedang lembap, frekuensi penyiraman mungkin perlu dikurangi. Sebaliknya, ketika cuaca panas dan media lebih cepat kering, tanaman bisa membutuhkan penyiraman lebih sering.

2. Menggunakan Media Tanam yang Berpori dan Tidak Menahan Air Berlebihan

Media tanam juga memengaruhi kemampuan akar anggrek untuk tumbuh. Media yang terlalu padat dapat menghambat sirkulasi udara dan membuat akar terus-menerus basah. Akibatnya, akar lebih mudah membusuk dan pertumbuhan akar baru terganggu.

Untuk anggrek epifit, beberapa pilihan media yang bisa digunakan adalah kulit pinus, arang kayu, sabut kelapa yang telah diolah, dan sphagnum moss. Bahan-bahan tersebut memiliki karakteristik berbeda dalam menahan air dan menyediakan ruang udara.

Pemilihan media sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tempat tumbuh. Misalnya, kulit pinus dan arang kayu dapat digunakan untuk menciptakan media yang lebih berongga. Sementara itu, sphagnum moss mampu menahan kelembapan lebih lama sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Pastikan media tidak terlalu padat ketika dimasukkan ke dalam pot. Akar membutuhkan ruang untuk berkembang dan mendapatkan oksigen.

Selain itu, periksa kondisi media secara berkala. Jika sudah lapuk, terlalu padat, atau mulai berbau tidak sedap, sebaiknya lakukan penggantian agar lingkungan perakaran tetap sehat.

3. Menjaga Kelembapan Udara di Sekitar Tanaman

Kelembapan udara berpengaruh terhadap kondisi akar, terutama pada anggrek yang memiliki banyak akar udara. Lingkungan yang terlalu kering dapat membuat akar kehilangan kelembapan dan mengalami pengerutan.

Royal Horticultural Society (RHS) menjelaskan bahwa akar anggrek Phalaenopsis yang berwarna abu-abu dan tampak mengerut merupakan salah satu tanda tanaman membutuhkan air. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kelembapan melalui penyemprotan air.

Untuk membantu pertumbuhan akar baru, letakkan anggrek di tempat dengan kelembapan udara yang cukup dan sirkulasi udara baik. Kamu juga bisa menggunakan nampan berisi kerikil dan air di sekitar tanaman. Pastikan dasar pot tidak terendam air.

Penyemprotan ringan pada area sekitar tanaman dapat menjadi pilihan ketika udara terasa kering. Namun, jangan sampai air terus mengendap pada titik tumbuh atau sela-sela daun karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pembusukan.

Perlu diingat, kelembapan udara tidak sama dengan media tanam yang selalu basah. Keduanya perlu diatur secara seimbang agar akar mendapatkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan.

4. Memberikan Pupuk Rumput Laut untuk Merangsang Pertumbuhan Akar

menanam anggrek
menanam anggrek (AI Generated)

Pemberian nutrisi juga dapat membantu mendukung pembentukan akar baru. Salah satu bahan yang sering digunakan oleh penghobi anggrek adalah pupuk berbahan ekstrak rumput laut atau seaweed fertilizer.

Dalam tulisannya yang diterbitkan St. Augustine Orchid Society pada Februari 2006, Dr. Courtney Hackney menjelaskan bahwa pupuk berbahan rumput laut dapat membantu merangsang pertumbuhan akar dan tunas baru pada beberapa kelompok anggrek, seperti Cattleya, Oncidium, Dendrobium, dan Paphiopedilum.

Ekstrak rumput laut mengandung senyawa alami, termasuk zat pengatur tumbuh seperti auksin dalam jumlah tertentu. Senyawa tersebut dapat berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Meskipun demikian, pemberian pupuk sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Gunakan produk yang memang ditujukan untuk tanaman hias atau anggrek, kemudian ikuti dosis pada kemasannya.

Pemberian pupuk dengan konsentrasi terlalu tinggi justru berisiko menyebabkan penumpukan garam pada media dan merusak jaringan akar. Karena itu, gunakan larutan pupuk sesuai kebutuhan tanaman dan sesekali siram menggunakan air biasa untuk membantu membilas sisa garam.

5. Menggunakan Hormon Perangsang Akar Sesuai Kebutuhan

Jika anggrek kehilangan sebagian besar akarnya, penggunaan produk perangsang akar dapat dipertimbangkan. Produk semacam ini umumnya mengandung hormon atau zat pengatur tumbuh yang membantu merangsang pembentukan akar baru.

Dr. Courtney Hackney dari St. Augustine Orchid Society menyebutkan bahwa hormon perangsang akar berbentuk pasta dapat membantu merangsang pertumbuhan akar pada kelompok anggrek vandaceous dan anggrek angraecoid, termasuk Vanda dan Phalaenopsis.

Produk perangsang akar biasanya tersedia dalam bentuk pasta atau larutan. Namun, penggunaannya perlu mengikuti petunjuk produk karena konsentrasi dan cara aplikasi setiap formulasi bisa berbeda.

Jangan mengoleskan hormon secara sembarangan ke seluruh bagian tanaman. Perhatikan bagian yang dianjurkan pada label produk dan hindari penggunaan berulang melebihi dosis.

Perlu dipahami pula bahwa hormon perangsang akar bukan solusi untuk semua jenis anggrek. Beberapa spesies memiliki waktu pertumbuhan akar yang mengikuti siklus perkembangan tertentu. Karena itu, penggunaan hormon sebaiknya menjadi pendukung perawatan, bukan pengganti kondisi tumbuh yang sesuai.

6. Mengatur Intensitas Cahaya agar Tanaman Tidak Kehilangan Terlalu Banyak Air

Cahaya matahari dibutuhkan anggrek untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan energi bagi pertumbuhan jaringan baru, termasuk akar. Namun, paparan cahaya yang terlalu kuat dapat meningkatkan penguapan air dan membuat tanaman lebih cepat mengalami dehidrasi.

St. Augustine Orchid Society menjelaskan bahwa ketika anggrek kehilangan banyak akar, faktor-faktor yang menyebabkan kehilangan air perlu dikurangi agar tanaman memiliki kesempatan membentuk akar baru. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menurunkan intensitas cahaya sekaligus menjaga kelembapan udara.

Untuk anggrek yang sedang mengalami kerusakan akar, tempatkan tanaman di area terang dengan cahaya tidak langsung. Hindari meletakkannya tepat di bawah sinar matahari siang yang terik.

Pada kondisi normal, kebutuhan cahaya setiap jenis anggrek berbeda. Phalaenopsis, misalnya, lebih menyukai cahaya terang yang tersaring, sedangkan beberapa jenis Vanda membutuhkan intensitas cahaya lebih tinggi.

Perhatikan pula kondisi daun. Daun yang tampak semakin kemerahan atau mengalami perubahan pigmentasi akibat paparan cahaya berlebihan dapat menjadi tanda bahwa tanaman membutuhkan naungan tambahan.

7. Memangkas Akar yang Mati dan Mempertahankan Akar yang Masih Sehat

Ilustrasi Memotong Akar Anggrek
Ilustrasi Memotong Akar Anggrek (Image by Gemini AI)

Memangkas akar yang sudah mati merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan tanaman. Akar yang membusuk atau rusak dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme penyebab penyakit sehingga berisiko mengganggu jaringan yang masih sehat.

Namun, jangan terburu-buru memotong akar hanya karena warnanya berubah menjadi putih, abu-abu, atau kecokelatan. Warna akar anggrek dapat berbeda-beda tergantung jenis tanaman, kondisi kelembapan, dan usia akar.

American Orchid Society menjelaskan bahwa kondisi fisik akar menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kesehatannya. Akar yang masih padat ketika ditekan umumnya masih berfungsi, sedangkan akar yang berongga, lembek, atau kehilangan lapisan velamennya dapat menandakan kerusakan.

Sebelum melakukan pemangkasan, siapkan gunting atau pisau yang tajam dan steril. Potong bagian akar yang benar-benar mati atau membusuk tanpa merusak akar sehat di sekitarnya.

Setelah itu, tempatkan tanaman pada media tanam yang sesuai. Hindari memberikan terlalu banyak air setelah pemangkasan karena jaringan yang terluka membutuhkan kondisi yang bersih dan tidak terlalu lembap.

Perawatan berikutnya dilakukan dengan menjaga kelembapan, pencahayaan, serta sirkulasi udara. Dengan begitu, tanaman memiliki kesempatan untuk menghasilkan akar baru seiring munculnya pertumbuhan vegetatif berikutnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan agar Akar Anggrek Cepat Tumbuh

Selain menerapkan ketujuh cara tersebut, ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum berharap anggrek menghasilkan banyak akar.

Pertama, pertumbuhan akar tidak selalu berlangsung sepanjang waktu. American Orchid Society menjelaskan bahwa akar baru umumnya terbentuk bersamaan dengan pertumbuhan baru pada tanaman. Artinya, munculnya tunas atau daun baru sering menjadi tanda bahwa tanaman sedang memasuki fase pertumbuhan yang mendukung pembentukan akar.

Kedua, jangan terlalu sering memindahkan anggrek dari satu media ke media lainnya. Perubahan lingkungan yang berulang dapat mengganggu akar yang sedang berkembang.

Ketiga, perhatikan kebersihan pot dan media tanam. Media yang sudah lapuk, drainase buruk, serta sisa akar membusuk dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem perakaran.

Terakhir, bersabarlah dalam merawat anggrek. Kecepatan pertumbuhan akar berbeda-beda tergantung spesies, kondisi tanaman, suhu, dan lingkungan. Ada tanaman yang memperlihatkan akar baru dalam beberapa minggu, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama.

Dengan perawatan yang konsisten, anggrek memiliki kesempatan lebih baik untuk membentuk sistem perakaran yang kuat. Akar yang sehat akan membantu tanaman menyerap air dan nutrisi sehingga pertumbuhan daun, tunas, serta bunganya dapat berlangsung lebih optimal.

Pertanyaan Seputar Perawatan dan Pertumbuhan Akar Anggrek

1. Berapa lama akar anggrek tumbuh setelah dirangsang?

Waktunya berbeda-beda tergantung jenis anggrek, kondisi tanaman, dan lingkungan tumbuh. Dalam kondisi yang mendukung, tanda pertumbuhan akar baru dapat terlihat dalam beberapa minggu. Namun, beberapa jenis anggrek membutuhkan waktu lebih lama karena pertumbuhan akarnya mengikuti siklus tertentu.

2. Apakah akar anggrek boleh disemprot air setiap hari?

Tidak selalu. Penyemprotan perlu disesuaikan dengan kelembapan lingkungan dan kebutuhan tanaman. Jika udara sudah lembap, penyemprotan terlalu sering justru dapat membuat bagian tanaman terus basah dan meningkatkan risiko pembusukan.

3. Mengapa akar anggrek berubah menjadi abu-abu?

Akar anggrek yang berwarna abu-abu atau keperakan umumnya menunjukkan bahwa lapisan velamennya sedang dalam kondisi kering. Setelah terkena air, akar yang sehat biasanya berubah menjadi kehijauan atau memperlihatkan warna sesuai karakteristik spesiesnya.

4. Apakah semua akar anggrek yang kering harus dipotong?

Tidak. Akar yang terlihat kering belum tentu mati. Periksa teksturnya terlebih dahulu. Jika masih padat dan tidak berongga, akar tersebut mungkin masih berfungsi. Potong hanya akar yang benar-benar mati, busuk, atau sudah kehilangan jaringan fungsionalnya.

5. Apakah anggrek bisa hidup kembali tanpa akar?

Anggrek masih memiliki peluang untuk pulih meskipun kehilangan sebagian besar akarnya, selama bagian batang dan titik tumbuhnya masih sehat. Perawatan perlu difokuskan pada pengurangan kehilangan air, kelembapan udara yang cukup, cahaya tidak langsung, dan lingkungan yang bersih. Namun, keberhasilannya bergantung pada kondisi tanaman dan jenis anggrek.

 

 

Rekomendasi