7 Trik Membersihkan Debu yang Menumpuk di Atas Kusen Jendela agar Tidak Cepat Kotor

Debu di kusen jendela sering luput dari perhatian. Simak trik membersihkan debu yang menumpuk di atas kusen jendela secara efektif dan langkah pencegahannya.

Fitriyani Puspa Samodra
7 Trik Membersihkan Debu yang Menumpuk di Atas Kusen Jendela agar Tidak Cepat Kotor
Jendela Besar dengan Kusen Besi Hitam. Foto: Gemini

Debu yang menumpuk di atas kusen jendela sering luput dari perhatian karena posisinya tidak selalu terlihat. Trik membersihkan debu yang menumpuk di atas kusen jendela sebenarnya cukup sederhana, asalkan debu kering diangkat terlebih dahulu sebelum permukaan dilap.

Kusen jendela berada di area yang mudah terkena debu dari dalam maupun luar rumah. Ketika jendela sering dibuka, serbuk, debu, serangga kecil, dan kotoran dari udara dapat ikut masuk lalu mengendap di bagian kusen.

Jika dibiarkan berbulan-bulan, lapisan debu dapat bercampur dengan kelembapan dan berubah menjadi kotoran yang lebih sulit dibersihkan. Karena itu, membersihkan kusen secara rutin bukan hanya membuat jendela tampak lebih rapi, tetapi juga membantu mencegah penumpukan kotoran dan kelembapan. Berikut ulasan Merdeka.com, Kamis (24/9/2026).

1. Angkat Debu Kering dengan Vacuum atau Kuas

Membersihkan Jendela Aluminium
Membersihkan Jendela Aluminium (AI Generated)

Langkah pertama yang penting adalah jangan langsung membasahi kusen yang dipenuhi debu. Southern Living menyarankan penggunaan vacuum dengan kepala sikat untuk mengangkat kotoran lepas sebelum permukaan dibersihkan menggunakan cairan. Cara ini mencegah debu bercampur air dan berubah menjadi semacam pasta yang justru lebih melekat pada kusen.

The Spruce juga merekomendasikan vacuum untuk menghadapi lapisan debu yang tebal. Gunakan kepala sikat dan gerakkan perlahan di atas permukaan agar tidak menggores material kusen.

Untuk bagian atas kusen yang cukup tinggi, gunakan vacuum dengan selang panjang atau kepala sikat yang dapat menjangkau sudut. Jika tidak memiliki vacuum, kuas kecil atau kemoceng mikrofiber dapat menjadi alternatif.

Pastikan jendela dan kipas di sekitar area tersebut dalam kondisi tidak membuat debu kembali beterbangan. Membersihkan dari bagian atas ke bawah juga membantu mencegah kotoran jatuh kembali ke area yang sudah dibersihkan.

2. Gunakan Kemoceng Mikrofiber untuk Debu Tipis

Tidak semua kusen membutuhkan pembersihan basah. Jika debunya masih tipis dan belum bercampur dengan minyak atau kelembapan, kemoceng mikrofiber bisa digunakan sebagai langkah pemeliharaan.

Menurut The Spruce, serat mikrofiber memiliki kemampuan menangkap dan menahan partikel debu sehingga tidak sekadar memindahkannya ke permukaan lain. Kemoceng mikrofiber dengan gagang panjang juga berguna untuk menjangkau bagian atas kusen yang sulit diraih.

Usapkan kemoceng secara perlahan dalam satu arah. Hindari gerakan terlalu cepat karena dapat membuat debu kembali beterbangan.

Untuk hasil yang lebih praktis, gunakan kemoceng pada saat debu mulai terlihat, bukan menunggu hingga lapisannya menebal. Dengan begitu, pekerjaan membersihkan kusen tidak membutuhkan waktu lama.

3. Bersihkan Sudut dan Celah dengan Sikat Kecil

Debu biasanya tidak hanya berhenti di permukaan yang mudah terlihat. Sudut kusen, celah antara kusen dan kaca, serta bagian dekat jalur jendela dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan serangga kecil.

Southern Living menyarankan penggunaan sikat gigi untuk membantu menggosok area yang sempit. Sikat kecil dengan bulu yang tidak terlalu keras dapat menjangkau sudut tanpa membutuhkan banyak air.

Mulailah setelah debu kering disedot atau disikat. Jika masih terdapat kotoran yang menempel, basahi sedikit sikat dengan larutan pembersih, kemudian gosok perlahan.

Hindari menyiram celah kusen dengan air. Terutama pada kusen kayu, air berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan, perubahan bentuk, atau pembusukan jika kelembapan terperangkap terlalu lama.

4. Gunakan Larutan Air Hangat dan Sedikit Sabun

Membersihkan dengan air hangat
Membersihkan dengan air hangat (AI Generated)

Setelah debu kering diangkat, barulah permukaan kusen dapat dibersihkan menggunakan larutan sederhana. Southern Living merekomendasikan campuran air hangat dengan beberapa tetes sabun pencuci piring. Untuk kotoran yang lebih membandel, cuka putih dapat digunakan sebagai tambahan, selama material kusen sesuai dan tidak memiliki larangan perawatan tertentu.

Tidak perlu membuat larutan terlalu pekat. Tujuannya adalah melonggarkan kotoran yang menempel, bukan membanjiri kusen dengan cairan pembersih.

American Cleaning Institute atau ACI juga mengingatkan pentingnya memperhatikan petunjuk penggunaan produk pembersih dan karakter permukaan yang akan dibersihkan. Untuk produk semprot, ACI menyarankan menyemprotkannya ke kain terlebih dahulu ketika membersihkan kusen dan bingkai, bukan langsung ke permukaan kaca atau area yang tidak diperlukan.

Gunakan kain mikrofiber yang sedikit lembap, lalu usapkan ke seluruh bagian kusen. Jika ada noda yang sulit hilang, ulangi pembersihan secara bertahap daripada menggosok terlalu keras.

5. Diamkan Kotoran Membandel Sebelum Digosok

Salah satu trik membersihkan debu yang menumpuk di atas kusen jendela adalah memberi waktu bagi larutan pembersih untuk bekerja. Southern Living menyebutkan bahwa larutan dapat didiamkan selama sekitar 10 menit sebelum area digosok.

Cara ini terutama berguna ketika debu sudah bercampur dengan minyak, kelembapan, atau kotoran dari luar rumah. Setelah permukaan sedikit melunak, gunakan spons atau sikat kecil untuk mengangkat sisa kotoran.

Tidak perlu memberikan tekanan berlebihan. Gosokan terlalu kuat dapat merusak lapisan cat atau permukaan tertentu, terutama jika kusen sudah lama atau lapisannya mulai menipis.

Jika kotoran tetap tidak terangkat setelah beberapa kali pembersihan ringan, periksa material kusen dan petunjuk perawatannya sebelum mencoba bahan pembersih yang lebih kuat.

6. Lap dengan Kain Lembap, Lalu Keringkan

Setelah kotoran berhasil diangkat, jangan berhenti pada tahap mengelap dengan kain basah. Southern Living menyarankan permukaan dibilas menggunakan kain mikrofiber lembap, kemudian dilanjutkan dengan kain kering.

Tahap pengeringan cukup penting, terutama untuk kusen kayu. Air yang tertinggal di permukaan atau masuk ke celah dapat menyebabkan masalah apabila berlangsung berulang kali.

Gunakan satu kain khusus untuk mengangkat sisa larutan, kemudian kain lain yang kering untuk menyerap kelembapan. Perhatikan bagian sudut dan jalur jendela karena air sering tertinggal di area tersebut.

ACI juga menekankan pentingnya mengeringkan permukaan setelah proses pembersihan. Dengan cara ini, kusen tidak hanya tampak bersih, tetapi juga tidak meninggalkan kelembapan yang tidak diperlukan.

7. Buat Jadwal Pembersihan agar Debu Tidak Menumpuk Lagi

Potret Penerapan Protokol Kesehatan di Masa Uji Coba Sekolah Tatap Muka
Petugas sedang membersihkan jendela di SMKN 51, Jakarta, Rabu (7/4/2021). SMKN 51 melakukan uji coba masuk sekolah dan Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) dengan protokol kesehatan yang ketat. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Membersihkan kusen secara menyeluruh akan terasa lebih mudah jika tidak menunggu sampai lapisan debu menjadi tebal. The Spruce merekomendasikan jadwal pembersihan debu secara rutin, sementara Southern Living menyarankan kusen diperiksa dan dibersihkan setidaknya setiap bulan atau ketika kotoran sudah terlihat.

Frekuensinya dapat disesuaikan dengan kondisi rumah. Rumah yang dekat jalan ramai, sering membuka jendela, atau berada di lingkungan yang banyak debu mungkin membutuhkan pembersihan lebih sering.

Perhatikan pula kondisi cuaca. Southern Living menjelaskan bahwa musim dengan banyak serbuk sari dapat meningkatkan penumpukan kotoran, sementara kondisi panas dan lembap juga dapat meningkatkan risiko munculnya jamur pada area yang sering terkena kelembapan.

Selain membersihkan kusen, vacuum area di sekitar jendela secara rutin. Menjaga area sekitar tetap bersih membantu mengurangi jumlah debu yang kembali menempel pada kusen.

Bagaimana Jika Ada Jamur di Kusen?

Kusen yang terus-menerus terkena kelembapan dapat mengalami pertumbuhan jamur atau mildew. Southern Living menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut membutuhkan penanganan lebih dari sekadar mengelap debu. Jika masalah terus muncul atau area yang terdampak cukup luas, pertimbangkan meminta bantuan profesional.

Jangan langsung mencampur berbagai bahan pembersih. Khususnya, hindari mencampurkan pemutih dengan bahan pembersih lain karena dapat menghasilkan gas berbahaya. Untuk pembersihan jamur, ikuti petunjuk produk dan pastikan ventilasi ruangan memadai.

Selain membersihkan, cari sumber kelembapannya. Periksa apakah ada kondensasi berlebihan, kebocoran, atau air hujan yang masuk melalui sekitar jendela.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

Ada beberapa kebiasaan yang justru dapat membuat pembersihan kusen menjadi lebih sulit. Pertama, jangan langsung mengelap debu tebal dengan kain basah karena debu dapat berubah menjadi kotoran yang lengket.

Kedua, jangan menggunakan terlalu banyak air, terutama pada kusen kayu. Southern Living mengingatkan bahwa kelembapan berlebihan dapat berkontribusi terhadap pembusukan kayu dan perubahan pada lapisan cat.

Ketiga, hindari bahan pembersih abrasif atau sikat yang terlalu kasar. Permukaan kusen dapat memiliki lapisan cat atau finishing yang mudah rusak.

Keempat, jangan hanya membersihkan bagian kusen yang terlihat. Celah, sudut, jalur jendela, dan bagian sekitar bingkai juga perlu diperhatikan karena kotoran mudah bersembunyi di sana.

Pada akhirnya, trik membersihkan debu yang menumpuk di atas kusen jendela tidak harus menggunakan banyak produk. Kuncinya adalah mengangkat debu kering terlebih dahulu, membersihkan sisa kotoran dengan larutan yang sesuai, menggunakan alat lembut untuk celah, kemudian mengeringkan permukaan secara menyeluruh.

Pertanyaan Seputar Membersihkan Kusen Jendela

1. Seberapa sering kusen jendela perlu dibersihkan?

Kusen sebaiknya diperiksa secara rutin dan dibersihkan setidaknya sebulan sekali. Jika rumah mudah berdebu atau jendela sering dibuka, frekuensinya dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan.

2. Apakah debu di kusen sebaiknya langsung dilap dengan kain basah?

Sebaiknya tidak jika debunya tebal. Angkat terlebih dahulu menggunakan vacuum, kemoceng mikrofiber, atau kuas agar debu tidak bercampur air dan berubah menjadi kotoran yang lebih sulit diangkat.

3. Apa pembersih sederhana untuk kusen jendela?

Campuran air hangat dan sedikit sabun pencuci piring dapat digunakan untuk banyak permukaan. Namun, selalu perhatikan material kusen dan petunjuk perawatan sebelum menggunakan bahan tertentu.

4. Bagaimana membersihkan sudut kusen yang sempit?

Gunakan sikat kecil, seperti sikat gigi yang bersih dan berbulu lembut. Setelah kotoran terangkat, lap dengan kain mikrofiber yang sedikit lembap dan segera keringkan.

5. Mengapa kusen jendela cepat berdebu lagi setelah dibersihkan?

Kusen berada di antara area dalam dan luar rumah sehingga mudah terkena partikel dari udara. Jendela yang sering dibuka juga memungkinkan debu, serbuk sari, dan kotoran dari luar masuk dan mengendap. Membersihkan secara rutin serta menjaga area sekitar jendela tetap bebas debu dapat membantu mengurangi penumpukan.

 

 

 

Rekomendasi