Cara Menanam Daun Mint dari Batang, Mudah Berakar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Memperbanyak daun mint di rumah ternyata mudah. Cukup dengan batang segar, Anda bisa menanam mint sendiri. Simak panduan lengkap cara menanam daun mint dari batang.

Fitriyani Puspa Samodra
Cara Menanam Daun Mint dari Batang, Mudah Berakar dan Bisa Dilakukan di Rumah
Cara Menanam Daun Mint dari Batang (AI generated)

Mempraktikkan cara menanam daun mint dari batang bisa menjadi pilihan sederhana bagi siapa saja yang ingin memiliki tanaman herbal sendiri di rumah. Tidak perlu membeli bibit baru, karena batang mint yang masih segar dan sehat dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman baru.

Mint dikenal sebagai tanaman herbal yang mudah tumbuh dan memiliki aroma khas. Daunnya dapat digunakan untuk teh, minuman segar, salad, saus, hingga berbagai hidangan penutup. Menariknya, proses memperbanyak tanaman mint tidak membutuhkan teknik berkebun yang rumit. Dengan batang yang tepat, wadah berisi air, serta sedikit kesabaran, akar baru dapat muncul sebelum tanaman dipindahkan ke media tanam. 

Mint termasuk tanaman yang relatif mudah diperbanyak secara vegetatif. Menurut Royal Horticultural Society (RHS), batang mint dapat berakar dengan mudah ketika ditempatkan di dalam stoples berisi air. Setelah memiliki akar, batang tersebut dapat ditanam kembali di dalam pot. RHS juga menyebutkan bahwa perbanyakan vegetatif menghasilkan tanaman baru yang sama dengan tanaman induknya. Metode ini cocok dilakukan di rumah karena tahapannya sederhana dan tidak membutuhkan banyak peralatan. Berikut langkah-langkah yang dapat dicoba, Selasa (1/9/2026).

1. Pilih batang mint yang sehat

Cara Menanam Daun Mint dari Batang
Cara Menanam Daun Mint dari Batang (AI generated)

Langkah pertama adalah memilih batang mint yang akan dijadikan bahan stek. Pilih batang yang terlihat segar, kokoh, dan memiliki daun hijau yang sehat, terutama pada bagian pucuk.

Hindari batang yang tampak layu, menguning, berlendir, atau menunjukkan tanda kerusakan. Batang yang sehat memiliki peluang lebih baik untuk bertahan selama proses pembentukan akar.

The Spruce juga menyarankan memilih tangkai mint yang rimbun dan sehat dengan daun berwarna hijau cerah. Batang kemudian dipotong tepat di bawah bagian yang disebut leaf node, yaitu titik tempat daun menempel pada batang.

Bagian tersebut penting karena menjadi salah satu lokasi yang dapat menghasilkan pertumbuhan akar baru.

2. Potong batang di bawah ruas daun

Gunakan gunting atau pisau yang bersih dan tajam untuk memotong batang. Buat potongan tepat di bawah ruas daun.

Panjang batang tidak harus terlalu panjang. Yang lebih penting adalah terdapat beberapa ruas dan daun sehat di bagian atasnya.

Membersihkan alat potong sebelum digunakan juga menjadi langkah yang baik untuk mengurangi kemungkinan kotoran atau kontaminan berpindah ke bagian batang yang terluka.

3. Buang daun pada bagian bawah

Setelah batang dipotong, lepaskan daun yang berada di bagian bawah batang. Sisakan daun yang sehat di bagian atas.

The Spruce menyarankan membuang daun dari sekitar sepertiga bagian bawah batang. Tujuannya agar bagian batang yang akan berada di dalam air tidak dipenuhi daun.

Daun yang terendam justru dapat membusuk dan membuat air lebih cepat kotor. Karena itu, pastikan hanya bagian batang yang masuk ke air, sementara daun tetap berada di atas permukaan.

4. Masukkan batang ke dalam air

Cara Menanam Daun Mint dari Batang
Cara Menanam Daun Mint dari Batang (AI generated)

Siapkan gelas atau stoples kecil yang bersih, kemudian isi dengan air segar. Masukkan bagian bawah batang mint ke dalam air.

Usahakan tidak ada daun yang terendam. Jika batang mudah miring atau daunnya jatuh ke permukaan air, gunakan penyangga sederhana agar posisi batang tetap tegak.

RHS menyatakan bahwa batang mint memang dapat berakar dengan mudah di dalam stoples berisi air sebelum kemudian dipindahkan ke pot.

Pada tahap ini, letakkan wadah di tempat yang mendapatkan cahaya terang tetapi tidak harus terkena sinar matahari langsung sepanjang hari.

5. Tunggu sampai akar mulai muncul

Tahap berikutnya membutuhkan kesabaran. Dalam beberapa minggu, akar kecil dapat mulai terlihat pada bagian batang yang berada di dalam air.

Menurut The Spruce, rambut akar kecil dapat mulai muncul di bagian pangkal batang dalam waktu beberapa minggu. Pertumbuhan akar tersebut menjadi tanda bahwa stek mint mulai berkembang menjadi tanaman baru.

Perhatikan kondisi air selama proses berlangsung. Jika air terlihat kotor atau berbau, sebaiknya diganti dengan air yang bersih. Menjaga kondisi wadah tetap bersih membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi batang selama proses perakaran.

Tidak perlu terburu-buru memindahkan batang ke tanah ketika akar baru saja muncul. Berikan waktu sampai akar terlihat cukup berkembang dan mampu menopang tanaman.

6. Pindahkan batang yang sudah berakar ke pot

Ketika akar sudah tumbuh cukup banyak dan terlihat kuat, batang mint dapat dipindahkan ke media tanam.

The Spruce menyarankan menanam stek ketika akar sudah berkembang dan memiliki panjang yang cukup untuk menopang pertumbuhan baru. Batang kemudian dapat ditanam hingga mendekati bagian daun paling bawah.

Gunakan pot yang memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar. Isi dengan media tanam yang masih segar dan dalam kondisi lembap.

Buat lubang kecil di tengah media, lalu masukkan bagian batang yang sudah memiliki akar. Tutup kembali dengan media secara perlahan agar tanaman berdiri tegak.

7. Letakkan di tempat yang sesuai

Tanaman Mint (Photo by Rens D on Unsplash)
Tanaman Mint (Photo by Rens D on Unsplash)

Setelah dipindahkan ke pot, tanaman mint membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Untuk beberapa minggu pertama, The Spruce menyarankan menempatkan tanaman baru di bawah cahaya matahari tidak langsung. Kondisi ini membantu tanaman beradaptasi setelah sebelumnya hidup di dalam air.

RHS menjelaskan bahwa mint dapat tumbuh di bawah sinar matahari penuh maupun teduh sebagian. Tanaman ini juga dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, meski pengelolaan air tetap penting, terutama ketika ditanam dalam wadah.

Jaga media tetap lembap secara merata. Hindari membuat tanah terlalu basah karena kondisi yang terus-menerus tergenang bukan lingkungan yang ideal bagi akar.

8. Siram secara rutin

Tanaman mint membutuhkan kelembapan yang cukup, terutama ketika baru saja dipindahkan dari air ke tanah.

RHS menyebutkan bahwa tanaman yang berada di dalam wadah dapat lebih cepat kering dibandingkan tanaman yang ditanam langsung di tanah. Karena itu, media perlu diperiksa secara rutin, terutama ketika cuaca panas dan kering. Penyiraman dilakukan secukupnya agar media tetap lembap secara merata.

Frekuensi penyiraman tidak harus selalu sama. Perhatikan kondisi media daripada sekadar mengikuti jadwal tertentu. Jika permukaan media mulai mengering, tanaman dapat disiram kembali.

9. Pangkas dan panen daun secara berkala

Setelah tanaman mulai tumbuh subur, jangan ragu untuk memanen beberapa daun atau pucuknya.

Pemangkasan secara rutin justru dapat membantu mint tumbuh lebih rimbun dan tetap kompak. RHS menjelaskan bahwa memanen daun muda secara teratur membantu menjaga tanaman tetap rimbun dan tidak terlalu memanjang.

Untuk mendapatkan aroma dan rasa yang lebih kuat, pucuk muda dapat menjadi pilihan. RHS juga menyebutkan bahwa pemetikan secara rutin dapat mendorong tanaman menghasilkan pertumbuhan baru.

Daun mint yang dipanen bisa langsung digunakan untuk membuat teh, campuran minuman, salad, saus, atau makanan penutup.

Mengapa Mint Sebaiknya Ditanam di Pot?

Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika mencoba cara menanam daun mint dari batang, yaitu sifat pertumbuhan tanaman ini.

Mint memang relatif mudah dirawat, tetapi pertumbuhannya juga sangat cepat. RHS menjelaskan bahwa banyak jenis mint memiliki sifat menyebar melalui batang bawah tanah atau rimpang sehingga lebih baik ditanam dalam pot agar pertumbuhannya tetap terkendali.

The Spruce bahkan memberikan peringatan serupa. Mint yang ditanam langsung di tanah kebun berpotensi menyebar dan mengambil ruang tanaman lain.

Pot menjadi pilihan praktis karena pertumbuhan akar dan rimpang dapat dibatasi. Tanaman tetap bisa tumbuh subur tanpa mudah menyebar ke area lain.

Jika ingin meletakkan mint di area kebun, RHS juga menjelaskan bahwa tanaman dapat ditempatkan dalam wadah tanpa dasar yang ditanam ke tanah, dengan bagian tepi wadah sedikit berada di atas permukaan tanah. Cara ini membantu mencegah tunas menyebar keluar dari wadah.

Bisa Menggunakan Batang Mint dari Toko?

Cara Menanam Mint
Cara Menanam Mint. (AI generated)

Batang mint yang dibeli untuk kebutuhan dapur juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan perbanyakan selama kondisinya masih segar dan memiliki bagian batang yang layak untuk ditanam.

Prinsipnya sama: pilih batang yang sehat, potong bagian bawahnya, buang daun pada bagian yang akan direndam, lalu masukkan ke air sampai akar tumbuh.

Kualitas batang menjadi faktor penting. Batang yang sudah terlalu layu atau rusak kemungkinan lebih sulit berkembang dibandingkan batang yang masih segar dan kokoh.

Karena itu, jika membeli mint dari pasar atau toko bahan makanan, pilih batang dengan warna hijau segar dan tidak menunjukkan tanda pembusukan.

Perawatan Setelah Mint Tumbuh

Setelah tanaman berhasil berakar dan mulai menghasilkan daun baru, perawatannya relatif mudah.

Tempatkan pot di lokasi dengan pencahayaan yang cukup. Mint dapat tumbuh di bawah sinar matahari penuh maupun teduh sebagian, sebagaimana dijelaskan RHS.

Pastikan pot memiliki drainase yang baik dan media tidak dibiarkan terlalu kering dalam waktu lama. Ketika tanaman mulai tumbuh terlalu padat, mint dapat dipangkas atau dibagi.

RHS menyebutkan bahwa mint yang tumbuh dalam pot perlu dibagi dan ditanam kembali setiap beberapa tahun karena memiliki rimpang yang menyebar dengan cepat.

Perawatan sederhana tersebut membuat satu batang mint berpotensi menjadi tanaman baru yang dapat dipanen berulang kali.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Beberapa kesalahan sederhana dapat membuat proses perbanyakan mint kurang optimal. Salah satunya adalah membiarkan terlalu banyak daun terendam ketika batang sedang berada di dalam air. Daun yang terendam dapat membusuk dan membuat kondisi air kurang baik.

Kesalahan lain adalah langsung menanam batang sebelum akar berkembang. Memberikan waktu bagi akar untuk tumbuh terlebih dahulu membuat proses pemindahan ke media tanam menjadi lebih mudah.

Pemilihan lokasi juga perlu diperhatikan. Tanaman baru sebaiknya tidak langsung diletakkan di bawah paparan matahari yang sangat terik setelah keluar dari lingkungan air. Berikan kesempatan bagi tanaman untuk beradaptasi.

Hal yang tidak kalah penting adalah pengendalian pertumbuhan. Mint memang mudah dirawat, tetapi sifatnya yang cepat menyebar membuat tanaman ini lebih aman dipelihara dalam pot. RHS secara khusus menyarankan penanaman dalam wadah untuk mencegah penyebaran rimpang ke tanah di sekitarnya.

Dengan memilih batang yang sehat, menjaga air tetap bersih, menunggu akar berkembang, lalu memindahkannya ke pot dengan media yang lembap, memperbanyak mint dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Tidak diperlukan pengalaman berkebun yang tinggi untuk memulainya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Daun Mint

1. Apakah daun mint bisa ditanam dari batang?

Bisa. Batang mint dapat menghasilkan akar baru ketika ditempatkan di dalam air. RHS menyebutkan bahwa batang mint mudah berakar di dalam stoples berisi air dan kemudian dapat dipindahkan ke pot.

2. Berapa lama batang mint tumbuh akar?

Akar umumnya mulai terlihat setelah beberapa minggu. The Spruce menjelaskan bahwa rambut akar kecil dapat muncul di bagian bawah batang dalam beberapa minggu. Lama proses dapat berbeda bergantung pada kondisi batang dan lingkungan.

3. Apakah semua jenis mint mudah diperbanyak dari batang?

Sebagian besar mint relatif mudah diperbanyak secara vegetatif. RHS menyebutkan bahwa mint dapat diperbanyak melalui pembagian rumpun maupun stek batang, termasuk dengan menumbuhkan batang di dalam air.

4. Apakah mint lebih baik ditanam di pot atau tanah?

Mint lebih baik ditanam dalam pot jika ingin pertumbuhannya mudah dikendalikan. RHS menjelaskan bahwa banyak jenis mint memiliki rimpang yang menyebar sehingga penanaman dalam wadah membantu mencegah tanaman menyebar ke area sekitarnya.

5. Bagaimana cara agar tanaman mint tumbuh rimbun?

Pangkas dan panen pucuk secara rutin. RHS menyebutkan bahwa pemanenan daun muda secara teratur membantu menjaga tanaman tetap rimbun dan kompak.

Rekomendasi