Advertisement
Doa Menabung Supaya Menjadi Berkah, Sangat Dianjurkan agar Bisa Mulai Hidup Sesuai Sunnah Nabi
Advertisement
Doa menabung bisa dipanjatkan saat seorang muslim memiliki niatan untuk memulainya.
Menabung adalah salah satu kebiasaan yang memang wajib ditanamkan sejak dini. Bukan hanya di bank, sekolah pun bahkan sudah mengajarkan kebiasaan baik yang satu ini.
Kebanyakan ulama menjelaskan jika menabung hukumnya jawaz atau boleh dilakukan.
Bahkan menabung ternyata termasuk ke dalam salah satu sunnah dalam agama Islam.
Dengan menabung, seseorang akan berikhtiar agar bisa meningkatkan kesejahteraan sekaligus melatih diri mengelola keuangan. Seperti yang sudah dijelaskan dalam sabda Rasulullah:
Allah akan memberi rahmat bagi hamba-Nya yang mencari rezeki yang halal dan menyedekahkan dengan kesengajaan, mendahulukan kebutuhan yang lebih penting, pada hari di mana ia dalam keadaan fakir dan memiliki hajat.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Advertisement
Sebelum memulai menabung, Anda bisa memanjatkan doa. Seperti apa doa menabung?
Simak selengkapnya dalam ulasan yang berhasil dirangkum dari beragam sumber berikut ini:
Advertisement
Doa Menabung
رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ
Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku."
Doa Menabung agar Berkah
اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan.
Advertisement
Artinya:
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Advertisement
Doa Menabung Lainnya
اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaaka.
Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.
Advertisement
Dalil Menabung dalam Kita Suci Al-Qur’an
Anjuran menabung didukung dengan kitab suci Al-Qur’an seperti yang sudah dijelaskan dalam surat Yusuf ayat 47-49 dengan jawaban atas ta’bir mimpi raja yang ditakwil Nabi Yusuf AS.
Anjuran itu digambarkan dalam ayat 47, ditafsirkan selayaknya mufassir dalam Tafsir Al-Sa’adi jika ‘lla qalilan mimma ta’kulun’ mengandung makna agar melakukan konsumsi tidak berlebihan dan memperbanyak menabung (liyaktsura ma taddakhirun) supaya menghasilkan manfaat dan dampak yang lebih luas.
Dalam agama Islam juga memotivasi umatnya agar selalu bijak mengelola pengeluaran. Salah satunya yaitu dengan menabung demi mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan.
Bukan hanya itu, setiap kaum muslim dianjurkan hidup sederhana dan tidak boros atau bahkan berlebihan sebagaimana yang dicontohkan dalam kehidupan Rasulullah SAW.
Advertisement
2024/Merdeka.com