Doa Lelah dengan Keadaan, Buat Hati Tenang Ciptakan Rasa Lapang Dada

Doa lelah dengan keadaan dipercaya mampu membuat hati tenang dan menciptakan rasa lapang dada ketika dipanjatkan.

Billy Adytya
Oleh Billy Adytya - Reporter
Doa Lelah dengan Keadaan, Buat Hati Tenang Ciptakan Rasa Lapang Dada
Doa Lelah dengan Keadaan, Buat Hati Tenang Ciptakan Rasa Lapang Dada (Merdeka.com)

Doa lelah dengan keadaan menjadi salah satu amalan sekaligus pelipur hati.

Doa lelah dengan keadaan dipercaya mampu membuat hati tenang dan menciptakan rasa lapang dada ketika dipanjatkan.

Setiap manusia pasti merasakan tekanan dari pekerjaan, masalah keluarga atau bahkan kondisi sekitar hingga membuatnya kehilangan semangat. 

Dalam keadaan seperti ini, kita diajarkan untuk tetap berserah diri kepada Allah SWT dan memohon kekuatan serta tenang dalam menghadapi segala rintangan.

Salah satunya adalah membaca doa lelah dengan keadaan yang menjadi bentuk ibadah dan mengingatkan diri bahwa dalam kesulitan pasti ada kemudahan.

Lalu bagaimana bacaan doa lelah dengan keadaan yang dapat diamalkan dan dipraktikkan? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut, Senin (1/7).

Doa Lelah dengan Keadaan

Doa Lelah dengan Keadaan<br>
Dok. Istimewa

Ada sejumlah bacaan doa yang disarankan untuk diamalkan di dalam agama Islam saat merasakan lelah dengan keadaan. Salah satunya seperti yang diamalkan oleh Rasulullah SAW dalam surat Al-Baqarah ayat 286 sebagai berikut:



“Rabbanaa laa tu'aakhidznaa in nasiinaa au akhtha'naa. Rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alaa alladziina min qablina. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaa qatalanaa bihi. Wa'fu'annaa, waghfirlanaa, warhamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alaa al-qaumi al-kaafiriin."

Artinya:

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat, sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Doa Lelah dengan Keadaan karena Kurang Istirahat 

Doa Lelah dengan Keadaan karena Kurang Istirahat <br>
Dok. Istimewa

Allahummasyfini minan naumi biyasirin, warzuqni saharan fi tho'atika.

Artinya: "Ya Allah, sembuhkan aku karena sedikit tidur, dan berilah aku rezeki tidak tidur di waktu malam untuk taat kepada-Mu."

Doa Penghilang Lelah dan Penat 

Alloohuma innii a'uudzubika an'adhilla, au'udholla, au'azilla, au'adzlama, au ajhala, au yujhala ‘alayya.

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu agar tidak tersesat atau disesatkan atau aku tergelincir atau digelincirkan atau aku berbuat dzalim atau didzalimi atau aku berbuat bodoh atau dibodohi" - (HR. Nasa'i, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah)

Doa Penghilang Lelah agar Tak Mudah Ditipu

Doa Penghilang Lelah agar Tak Mudah Ditipu<br>
Dok. Istimewa

La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumitu, biyadihil khoir, wa huwa 'ala kulli syai'in qodir.

Artinya: "Tidak ada tuhan selain Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Atasnya kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Ajaran Rasulullah SAW 

Di agama Islam telah diajarkan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW yang memberikan anjuran tentang cara menghilangkan lelah dengan doa dan berdzikir.

Rasulullah SAW mengajarkan pada Fatimah dan Ali RA tentang dzikir dan doa yang bisa dipanjatkan saat lelah dengan keadaan mulai terasa. 

Beliau menyarankan agar semua dipanjatkan sebelum tidur untuk menghilangkan rasa lelah baik fisik mau pun mental.

“Kala itu, suami Fatimah, Ali RA memberi saran agar istrinya meminta khadimat atau pembantu pada sang ayah untuk meringankan beban dan menghilangkan rasa lelahnya. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:

“Ali berkata, Fatimah mengeluhkan bekas alat penggiling yang dialaminya. Lalu pada saat itu ada seorang tawanan yang mendatangi Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Maka Fatimah bertolak, namun tidak bertemu dengan beliau. Dia mendapatkan Aisyah. Lalu dia mengabarkan kepadanya.
Tatkala Nabi tiba, Aisyah mengabarkan kedatangan Fatimah kepada beliau. Lalu beliau mendatangi kami, yang kala itu kami hendak berangkat tidur. lalu aku siap berdiri, namun beliau berkata. ‘Tetaplah di tempat kalian berdua.' Lalu beliau duduk di tengah kami, sehingga aku bisa merasakan dinginnya kedua telapak kaki beliau di dadaku.
Beliau berkata, ‘Ketahuilah, akan kuajarkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik dari pada apa yang kalian berdua minta kepadaku. Apabila kalian berdua hendak tidur, maka bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali, maka itu lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pembantu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rekomendasi