Beda Penampilan Desertir TNI Ditembak Mati Setelah Gabung OPM, Bercelana Pendek Bawa Senpi

Berikut penampial desertir TNI yang ditembak mati usai gabung OPM.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Beda Penampilan Desertir TNI Ditembak Mati Setelah Gabung OPM, Bercelana Pendek Bawa Senpi
Beda Penampilan Desertir TNI Ditembak Mati Setelah Gabung OPM, Bercelana Pendek Bawa Senpi (Merdeka.com)

Berikut penampial desertir TNI yang ditembak mati usai gabung OPM.

Seorang desertir TNI ditembak mati oleh Komando Operasi Gabungan Wilayah (Kogabwilhan) III di Distrik Bibida Kabupaten Paniai.

Ia sebelumnya telah melakukan kelana yudha dengan meninggalkan Pos Moaenemani Baru Distrik Kamu Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, sejak 14 April 2024 lalu.

Lantas bagaimana penampilan desertir TNI ini usai gabung OPM?

Melansir dari akun Instagram puspentni, Selasa (18/6), simak ulasan informasinya berikut ini.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) beberapa waktu lalu kembali melakukan aksi kejinya. Mereka dengan tega membunuh dan membakar warga sipil di Kabupaten Paniai.

Sebagaimana diungkapkan bahwa pelaku penembakan dan pembakaran warga sipil beberapa waktu lalu adalah kelompok OPM pimpinan Undius Kogoya.

Kelompok OPM pimpinan Undius Kogoya ini diketahui telah melarikan diri dari lokasi kejadian di wilayah Distrik Paniai Timur menuju Distrik Bibida, yang lokasinya saling bersebelahan dan masih masuk wilayah Kabupaten Paniai.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pasca aksi OPM menembak dan membakar warga sipil tersebut, pasukan TNI pun terus melakukan pengejaran terhadap OPM.

Pasukan TNI berhasil merebut wilayah Distrik Bibida, yang selama ini dikuasai oleh OPM, pada Jumat (14/6).

Rupanya, keberhasilan perebutan wilayah Bibida tidak menyurutkan niat OPM untuk terus mengganggu. Khususnya perihal keamanan dan situasi kondusif di wilayah Bibida.

Para tokoh masyarakat yang mewakili suara para warga Bibida pun lantas menyampaikan dukungannya terhadap Operasi Pengejaran dan Penindakan kepada OPM.

Hal itu dilakukan untuk menghadapi upaya gangguan dari OPM.

Panglima Komando Gabungan Wilayah (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Richard Tampubolon kemudian memerintahkan Panglima Komando Operasi TNI (KOOPS TNI) HABEMA beserta Komandan Komando Pelaksanaan Operasi (Dankolakops) dan Komandan Pasukan Nanggala Kopassus, untuk melanjutkan Operasi Pengejaran pada Senin (17/6).

Dalam Operasi Pengejaran, pasukan TNI berhasil menembak mati 2 (dua) orang OPM.

Pasca kontak tembak, salah satu OPM yang ditembak mati terkonfirmasi beridentitas Danis Murib.

Pasca kontak tembak, salah satu OPM yang ditembak mati terkonfirmasi beridentitas Danis Murib.
Dok. Istimewa

Danis Murib sendiri merupakan seorang desertir TNI.

Danis Murib sendiri merupakan seorang desertir TNI.
Dok. Istimewa

Ia terakhir berpangkat Prajurit Dua (Prada) anggota Satgas Yonif 527/Baladibya Yudha Kodam V/Brawijaya yang tengah melaksanakan tugas operasi militer di Papua.

Dikatakan bahwa Danis Murib telah melaksanakan kelana yudha dengan meninggalkan Pos Moanemani Baru di wilayah Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Prov. Papua Tengah, pada tanggal 14 April 2024 pukul 10.20 WIT yang lalu.

"Keberhasilan prajurit TNI menembak Danis Murib menunjukkan profesionalisme dalam menjalankan tugas, serta menambah deretan nama-nama anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang telah mati di tangan TNI,"

ujar Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Richard Tampubolon di Papua, Senin (17/6).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Lebih lanjut Richard mengatakan, keberhasilan prajurit TNI menembak OPM yang merupakan desertir TNI, sangat berdampak positif dalam menjaga stabilitas keamanan demi kelancaran proses percepatan pembangunan di Tanah Papua.

Rekomendasi