Keren, Singapura Luncurkan Program NutriGrade untuk Atasi Warga Terkena Diabetes, Netizen Langsung Colek Menteri Kesehatan RI

Berikut program NutriGrade Singapura untuk mengatasi warganya terkena penyakit diabetes.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Keren, Singapura Luncurkan Program NutriGrade untuk Atasi Warga Terkena Diabetes, Netizen Langsung Colek Menteri Kesehatan RI
Keren, Singapura Luncurkan Program NutriGrade untuk Atasi Warga Terkena Diabetes, Netizen Langsung Colek Menteri Kesehatan RI (Merdeka.com)

Diabetes menjadi salah satu penyakit kronis yang cukup banyak diderita oleh masyarakat Indonesia.

Bukan hanya Indonesia saja, berbagai negara di dunia juga dihantui oleh penyakit ini.

Untuk mengatasi melonjaknya angka pengidap penyakit diabetes, Singapura meluncurkan sebuah program.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Lantas bagaimana program NutriGrade Singapura untuk mengatasi warganya terkena penyakit diabetes?

Melansir dari akun Instagram stephaniedw_nini, Jumat (2/2), simak ulasan informasinya berikut ini.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pemilik akun Instagram stephaniedw_nini membagikan sebuah video yang berisikan tentang program NutriGrade milik Singapura. Program ini dikatakan sebagai usaha pemerintah untuk menanggulangi kemungkinan masalah diabetes.

"NutriGrade adalah usaha pemerintah Singapura untuk menanggulangi kemungkinn masalah diabetes. Kalau teman-teman melihat minuman di Singapura seperti minuman kemasan, ada label indikasi nilai atau grade kesehatan A B C atau D,"

jelasnya dalam keterangan video.

"Di Singapura minuman itu dinilai guys. Nih ada ABCD nya," ujarnya dalam video.<br>
Dok. Istimewa

"Terus D paling jelek," sambungnya.

Instagram stephaniedw_nini

Lebih lanjut dijelaskan bahwa grade tersebut merujuk pada kadar gula dan lemak jenuh dalam minuman per 100 mililiter. <br>
Dok. Istimewa

"Nilai ini berdasarkan jumlah gula dan lemak jenuh per 100 ml," ungkapnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menariknya, untuk minuman grade D, iklan mereka tidak diperbolehkan ditayangkan di semua platform media. "Bahkan kalau grade D, iklan itu tidak diperbolehkan di semua platform media," paparnya.

Stephanie mengungkapkan aturan ini diadakan lantaran Singapura diprojeksi akan memiliki 1 juta warga yang mengidap penyakit diabetes pada tahun 2050 mendatang.

"Aturan ini diadakan karena Singapura diprojeksi ada 1 juta penduduk diabetes di tahun 2050, kalau ini nggak diapa-apain," paparnya.

"Padahal total penduduk Singapura hanya kurang dari 6 juta," lanjutnya.

Untuk itu, pemerintah segera meluncurkan program NutriGrade untuk mengatasi kemungkinan projeksi tersebut menjadi kenyataan. <br>
Dok. Istimewa

"Jadi sejak 2016, pemerintah Singapura meluncurkan program-program untuk perang terhadap diabetes," ujarnya.

"Diharapkan NutriGrade ini bisa membantu konsumer untuk mengidentifikasi minuman yang punya gula dan lemak jenuh tinggi," ucap Stephanie.

"Sehingga lebih sadar dan semoga memilih minuman yang lebih sehat," sambungnya.

Instagram stephaniedw_nini

"Masyarakat Indonesia perlu atau peduli tentang ini nggak ya?," tanyanya. <br>
Dok. Istimewa
Video program NutriGrade Singapura sukses mencuri perhatian masyarakat luas. Terutama masyarakat Indonesia. Bahkan, tak sedikit masyarakat Indonesia yang langsung mencolek Menteri Kesehatan RI dan BPOM. <br>
Dok. Istimewa
"perlu banget nih di indo kek giniii," tulis akun cettakorean.

"Whaaat bagus bgt. BUTUH," tulis akun kimbrlyryder.

"Woah ini new insight sih, kerenn," tulis akun jeromepolin.

"Perlu sekali untuk di Indonesia👍🏼❤️," tulis akun mazayaamania.

"Izin pak menteri @kemenkes_ri Bpk @bgsadikin mungkin bisa direncanakan program label seperti ini agar mempermudah terutama orang tua untuk memilih nutrisi untuk anaknya yang sehat. Cc izin prof @amanpulungan," tulis akun dr.lucky.sp.a.
"keren sih inimah, adain dong di Indonesia..., banyak bgt lho penduduk yg kena penyakit gula maupun yg berpotensi kena🥲," tulis akun iniusernamedinda.

"Di australia jg ci ada health starnya 1-5 kalau plg jelek biasany 0.5 , berharap bgt disini jg mulai lebih peduli konsumen," tulis akun rumah_ken_kai.

"@bpom_ri @kemenkes_ri @bgsadikin," tulis akun nadyahimawan.

"@bpom_ri @kemenkes_ri MONGGO BISA DITIRU," tulis akun diah.ayu.k.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
"@kemenkes_ri udah ada 19jt pengidap diabetes dan 30% di Indonesia obesitas. bisa jadi solusi!," tulis akun dionisiusnureno.
Rekomendasi