Pantun Melayu Riau Lucu dan Bikin Ngakak, Cocok Jadi Referensi Hiburan Bareng Sahabat Dekat

Berikut contoh pantun Melayu Riau lucu yang bisa jadi referensi hiburan bareng sahabat.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Pantun Melayu Riau Lucu dan Bikin Ngakak, Cocok Jadi Referensi Hiburan Bareng Sahabat Dekat
Pantun Melayu Riau Lucu dan Bikin Ngakak, Cocok Jadi Referensi Hiburan Bareng Sahabat Dekat (Merdeka.com)

Pantun merupakan sebuah karya sastra lama yang terikat oleh aturan jumlah bait, baris dan rima akhir.

Pantun sebenarnya merupakan hasil cipta rasa dan karsa dari budaya Melayu. Hasilnya diwujudkan dalam bentuk karya sastra berjenis puisi lama. 

Pantun ini disusun atas beberapa baris kata yang termuat dalam bait-bait dan mempunyai kata-kata yang indah serta makna mendalam di setiap pantun. 

Pantun umumnya terdiri atas macam jenis yang didasarkan pada penyampaian isinya seperti pantun jenaka, pantun nasihat dan masih banyak lagi.

Di Indonesia sendiri, pantun cukup beragam. Terutama dalam hal bahasa. Hal ini karena disesuaikan dengan daerah masing-masing. Salah satunya adalah pantun Melayu Riau lucu.

Beberapa contoh pantun Melayu Riau lucu berikut ini bisa jadi referensi candaan seru bareng sahabat dan orang terdekat. Seperti apa?

Dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (28/5) simak informasi berikut ini.

Kumpulan Pantun Melayu Riau Lucu Bikin Ngakak

<b>Kumpulan Pantun Melayu Riau Lucu Bikin Ngakak</b>
Dok. Istimewa

1. Orkes melayu gambus tampil disini
Banyak orang bersuka cita
Hendak jadi apa kau ini
Sekolah tak tamat shalat pun kau lupa

2. Mengenakan kain sarung diikat disini
Lebih tepatnya pada pinggang dikenakan
Hendak jadi apa kau ini
Sekolah tak mau hanya bermalas-malasan

3. Ribut sekali makcik arisan
Suara liar macam cambukan cemeti
Jika hanya bermalasan
Entah bagaimana hidupmu nanti

4. Membawa gandum dan padi sekarung
Sang datuk malang membawa sambil batuk-batukPergi ke surau memakai sarung
Sarung kebesaran warisan datuk

5. Bocah kepanasan hingga mimisan
Kenapa pula ia berpanas-panasan di sanan
Memakai peci kebesaran
Warisan datuk juga rupanya

6. Para berandal pembuat rusuh
Kemana polisi yang harusnya menangkapnya
Mengenakan safari kebesaran dan lusuh
Ternyata dari datuk juga

7. Nenek sudah sangat tua
Merajut kain sambil batuk-batuk
Lalu apa yang kau punya
Semua yang kau pakau milik datuk

8. Pakcik dan makcik salng berkedip mata
Bercanda mesra sambil makan kue serabi
Sekelompok Lanun memegang senjata
Dikira hendak merampok malah bernyanyi

9. Alangkah elok emas dan intan
Mencari logam itu setengah mati
Kelompok lanun berlayar ke lautan
Tak tau apa yang ia cari

10. Anggota laskar pelangi bernama Harun
Meski ia begitu namun elok hatinya
Sekelompok lanun mencari harta karun
Tak tahu pasti dimana berada

11. Bangsawan Jawa bernama priyayi
Bangsawan melayu entah apa namanya
Sekelompok lanun bernyanyi-nyanyi
Alangkah gembiranya hati mereka

12. Duduk-duduk santai di serambi
Minum teh tak baik sambil berdiri
Bercermin ria sehabis mandi
Tergaget ngeri melihat rupa sendiri

13. Alangkah indahnya pantai melayu pesisir
Dihiasi langit yang dipenuhi awan
Bercermin ria sambil menyisir
Mengasihani diri dengan rupa tak menawan

14. Penjaga mushala bernama Muhaimin
Seorang pemuda gagah dan sopan
Kawan terbahak melihat diri bercermin
Mengolok-olok seolah mereka tampan

15. Penyayi orkes melayu jatuh terpelanting
Benar-benar jatuh bukan gurauan
Kukatakan satu hal yang penting
Kau pun tak tampan kawan

16. Hendak ke Johor begitu kutanya
Seorang musafir pergi seorang diri
Kuajukan cermin ke depan wajahnya
Dia pun ngeri melihat rupa sendiri

17. Puluhan pasang mata terbelalak
Memanggang lemang di atas kawat berduri
Riuh tertawa terbahak-bahak
Menertawakan keburukan rupa sendiri

18. Lebaran haji makan ketupat
Beli ketupat di kedai makcik Maklumat
Jadilah lelaki yang mermartabat
Jangan jadi lelaki yang tak tau adat

Kumpulan Pantun Melayu Riau Lucu Paling Menghibur

<b>Kumpulan Pantun Melayu Riau Lucu Paling Menghibur</b>
Dok. Istimewa

19. Alangkah ramah Cik Gu menyapa
Manis senyumnya macam gula
Sudahlah buruk rupa
Tak tahu adat pula

20. Tak pernah mandi banyak kuman
Orang tak waras alias gila
Sudahlah tak tampan rupawan
Jarang sembahyang pula

21. Wanita jelita datang tak tahu siapa
Membawa kopi dan sekarung gula
Sudahlah buruk rupa
Tak bisa mengaji pula

22. Saling tegur sapa saat berpapasan
Senyum mengembang diantara mereka
Sudahlah tak tampan rupawan
Kelakuan macam setan pula

23. Telah pulang ke tanah melayu sang Haji
Bawa kopiah putih dab buah tangannya
Sudahlah tak pandai mengaji
Dengan orang tua melawan pula

24. Berjalan kaki menuju Jimbaran
Cuaca hujan segera muncul pelangi
Alangkah senangnya menyambut lebaran
Keluarga besar datang mengunjungi

25. Mengait benang dengan peniti
Hati-hati terkena jemari
Gembiranya perasaan hati
Melihat anak cucu datang kemari

26. Kau bagai parasit dan benalu
Mandirilah agar elok dipandang mata
Pengantin baru tersipu malu
Melihat pasangan yang dicinta

27. Khitanan masal ramai rupanya
Anak-anak menangis tiada tara
Sederet pantun dan puisi dihaturkannya
Mempelai wanita girang sekali nampaknya

28. Hendak membuat lemang tak ada ketannya
Pergi ke pasar mebeli ketan serta bambunya
Mempelai pria semakin berupaya memperdaya
Yang wanita semakin tak kuat hatinya

29. Ke mana arah pasar kiranya
Tak jauh dari kuburan cina rupanya
Pengantin pria makin panjang hidungnya
Pengantin wanita semakin meleleh dibuatnya

30. Listrik padam tak ada lilin
Biar jadilah gelap gulita
Menari-nari adat di depan pengantin
Bersuka ria semua bahagia

31. Bernyanyi kencang ayam serama
Nyaring bunyinya indah suaranya
Tamu-tamu undangan terkesima
Melihat pengantin yang elok rupanya

32. Intan berlian mahal harganya
Hendak membeli entahlah kapan
Setelah terkesima lapar juga rupanya
Bersegera mengambil nampan di prasmanan

33. Gadis menor amatlah kemayu
Padahal dirinya biasa saja
Perut kerocongan bak orkes melayu
Menyanyikan lagu bunga seroja

34. Dari Johor hingga ke Abung Semuli
Di Lampung mebeli pisang muli
Makan yang lahap tak peduli
Yang penting perut terisi kembali

35. Menikah tentu perlu penghulu
Untuk mencatat pernikahan yang terjadi
Jika kau tak tahu malu
Bungkuslah makanan prasmanan ini

Rekomendasi