PBB: Kelaparan Makin Meluas dan Parah di Gaza, Keluarga Palestina Hanya Makan Sekali Sehari

Sekira 2,1 juta orang di Gaza kini terkurung di kurang dari setengah wilayahnya.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
PBB: Kelaparan Makin Meluas dan Parah di Gaza, Keluarga Palestina Hanya Makan Sekali Sehari
Anak-anak Palestina menunggu makanan di dapur amal di daerah Mawasi, Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan, Selasa (22/07/2025). AFP (afp)

PBB pada Rabu (6/5/2026) memperingatkan bahwa kelaparan masih meluas dan parah di seluruh Jalur Gaza. Menurut PBB jutaan orang di Gaza kesulitan mengakses makanan yang cukup meskipun upaya kemanusiaan terus dilakukan.

Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, mengutip data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menyatakan sekira 2,1 juta orang di Gaza kini terkurung di kurang dari setengah wilayahnya. Hal itu membatasi akses ke lahan pertanian, pasokan makanan, dan layanan penting.

"Masyarakat tidak dapat mengakses sebagian wilayah Gaza yang memiliki cadangan lahan dan fasilitas penting, seperti tempat pembuangan sampah padat. Mereka juga tidak dapat bepergian ke luar negeri atau mengakses Tepi Barat, tempat layanan seperti perawatan kesehatan khusus tersedia bagi mereka," kata Stephane Dujarric saat berbicara kepada wartawan, dikutip dari Anadolu, Kamis (7/5/2026).

"Orang-orang yang diizinkan keluar sebagai bagian dari evakuasi medis mewakili sebagian kecil dari mereka yang membutuhkan layanan yang tidak tersedia setiap hari di Gaza," katanya.

1 dari 5 Keluarga Hanya Makan Sekali Sehari, Israel-AS Cuek

FOTO: Kelaparan Renggut Nyawa 21 Anak-Anak Gaza dalam 72 Jam Terakhir
Anak-anak Palestina menunggu makanan di dapur amal di daerah Mawasi, Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan, Selasa (22/07/2025). AFP afp

Mengutip Program Pangan Dunia (WFP), Dujarric mengatakan lebih dari 1,6 juta orang menerima paket makanan, makanan hangat, roti, atau bantuan tunai setiap bulan. Selain itu, mitra kemanusiaan menyediakan sekitar 1,1 juta makanan setiap hari melalui lebih dari 120 dapur umum di seluruh Jalur Gaza.

"Namun, lebih dari enam bulan sejak deklarasi gencatan senjata, WFP mengatakan kelaparan belum hilang, dengan mencatat tingkat malnutrisi yang tinggi. Banyak keluarga masih bergantung pada bantuan makanan untuk bertahan hidup, karena makanan segar masih terlalu mahal. Satu dari lima keluarga hanya makan satu kali setiap hari," kata Dujarric.

Menanggapi pertanyaan Anadolu tentang apakah peringatan berulang kali mengenai bantuan yang tidak mencukupi telah didengar, Dujarric mengatakan organisasi tersebut berharap pesannya menjangkau lebih dari sekadar ruang pers, tetapi mengakui hasilnya terbatas.

"Kami berharap ada pihak lain selain Anda yang mendengar kami. Ini adalah isu-isu yang telah kami sampaikan kepada pihak-pihak Israel setiap hari. Kami juga telah menyampaikannya kepada rekan-rekan Amerika. Intinya adalah belum ada banyak kemajuan positif dalam hal itu," jelasnya.

"Kami tidak mengendalikan sistem. Kami tahu kami berada di lapangan. Rekan-rekan kami melihat dengan mata kepala sendiri persis di mana situasinya. Mereka tahu apa yang dibutuhkan, dan kami hanya tidak mendapatkannya," kata Dujarric.

Israel Genosida Gaza

Startup Pakistan Kirim Kaki Prostetik untuk Anak Gaza Korban Serangan Israel
Sebuah instalasi pakaian dan mainan anak-anak tersebar di sepanjang jalan Carmo di pusat kota Lisbon, Portugal, Jumat, 30 Mei 2025. (AP Photo/Armando Franca) © 2025 Liputan6.com

Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023, menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 172.000 lainnya, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Meskipun ada perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober lalu, Israel terus melakukan serangan mematikan dan blokade terhadap Gaza, menewaskan 837 warga Palestina dan melukai 2.381 lainnya, selain menyebabkan kerusakan yang meluas.

Rekomendasi