Dentuman Meriam 127 mm dari Italia, KRI Prabu Siliwangi Tunjukkan Taring Tempur TNI AL

Uji tembak ini dilakukan dalam rangkaian pelayaran Sea Going terakhir sebelum bertolak menuju Indonesia, Selasa (27/1).

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dentuman Meriam 127 mm dari Italia, KRI Prabu Siliwangi Tunjukkan Taring Tempur TNI AL
KRI Prabu Siliwangi-321 Uji Tembak Meriam 127 MM di Italia (Dinas Penerangan Angkatan Laut)

TNI AL kembali melaksanakan uji penguatan kemampuan alutsista dan kesiapan tempur melalui structural firing Meriam 127 mm milik KRI Prabu Siliwangi-321 dalam rangkaian pelayaran Sea Going terakhir sebelum bertolak menuju Indonesia, Selasa (27/1). Uji tembak dilakukan di Base Nevale Della, Spezia, Italia.

Kegiatan ini sekaligus menjadi uji coba penembakan perdana Meriam 127 mm sebagai bagian dari pengujian sistem senjata dan struktur kapal. Pencapaian tersebut menandai pertama kalinya kapal perang TNI Angkatan Laut mengoperasikan meriam dengan kategori Large Caliber Gun, kaliber di atas 120 mm, secara operasional, setelah sebelumnya senjata sekelas pernah dioperasikan pada korvet kelas Fatahillah.

Structural firing Meriam 127 mm dilaksanakan untuk memastikan kekuatan dan respons struktur kapal terhadap beban serta getaran akibat tembakan, sekaligus memverifikasi kesiapan sistem senjata dari aspek mekanis, elektrikal, dan keselamatan.

"Seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan secara profesional dengan menerapkan prosedur keselamatan yang ketat serta melibatkan personel sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing," demikian siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Laut, Kamis (29/1/2026).

Bukti Kesiapan KRI Prabu Siliwangi-321

FOTO: Prajurit TNI AL Uji Meriam 127 MM KRI Prabu Siliwangi 321
Prajurit TNI Angkatan Laut melaksanakan uji penembakan meriam 127 mm KRI Prabu Siliwangi 321 di Base Nevale Della Spezia Italia, Selasa (27/01/2026). Prajurit TNI AL Uji Meriam 127 MM KRI Prabu Siliwangi 321

Keberhasilan penembakan perdana Meriam 127 mm menjadi bukti kesiapan KRI Prabu Siliwangi-321 sebagai salah satu unsur tempur modern TNI AL, sekaligus mencerminkan profesionalisme prajurit Jalasena dalam mengoperasikan sistem persenjataan utama secara aman, terukur, dan andal.

"Pencapaian ini sejalan dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam meningkatkan kesiapan operasional terutama alutsista untuk membangun kekuatan laut yang modern, berdaya gentar, dan siap menjaga kedaulatan wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutupnya.

Rekomendasi