Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memberikan pujian kepada angkatan bersenjatanya yang ia sebut "heroik" karena peran mereka dalam mendukung Rusia di perang Ukraina. Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan dengan perwira militer Korut yang bertugas di luar negeri, seperti dilaporkan media resmi Korea Utara pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas keberhasilan mereka dalam memimpin unit tempur angkatan bersenjata Korea Utara yang terlibat dalam operasi pembebasan di Wilayah Kursk, Rusia, menuju kemenangan.
Berdasarkan analisis intelijen dari Korea Selatan, diketahui bahwa Korea Utara telah mengirim lebih dari 10.000 tentara untuk membantu Moskow dan berencana untuk meningkatkan jumlah pasukannya, seperti yang dilaporkan oleh laman Straitstimes pada Kamis, 21 Agustus.
Keterlibatan Pyongyang dalam konflik ini semakin memperkuat hubungan dekatnya dengan Moskow. Pada bulan Juni 2024, Kim dan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang mencakup kesepakatan pertahanan bersama.
Sebelum pertemuan Putin dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 15 Agustus lalu, Kim bahkan melakukan percakapan langsung melalui telepon dengan Putin dan menegaskan kembali dukungan penuh Korea Utara terhadap Rusia.
Di sisi lain, Kim juga menunjukkan penghormatan yang jarang terjadi kepada tentara Korea Utara yang gugur di medan perang Ukraina. Dalam sebuah upacara publik, ia menutupi peti mati para prajurit tersebut dengan bendera dan meletakkan tangannya di atas peti mati sebagai bentuk penghormatan.
"Tentara kita adalah pasukan heroik. Mereka telah sepenuhnya menunjukkan kualitas uniknya, dan keberhasilan ini mengukuhkan reputasi mereka sebagai tentara terkuat di dunia," ungkap Kim, seperti dikutip oleh KCNA.
Advertisement