Ikuti Petunjuk Dokter, Begini Cara Mengobati GERD Secara Alami dan Medis

Pengobatan GERD dapat dilakukan secara alami dengan mengubah gaya hidup sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat.

Aditya Eka Prawira
Oleh Aditya Eka Prawira - Reporter
Ikuti Petunjuk Dokter, Begini Cara Mengobati GERD Secara Alami dan Medis
Ilustrasi obat bahan alam fitofarmaka. Foto dibuat oleh AI. (© 2025 Liputan6.com)

Pengobatan untuk GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) tidak selalu memerlukan obat-obatan. Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Ari Fahrial Syam pengobatan GERD harus fokus pada penghilangan gejala dan pencegahan komplikasi yang bisa dimulai dengan perubahan gaya hidup.

GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan, yang menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn), nyeri dada, serta rasa pahit atau asam di mulut (regurgitasi).

"Meskipun tidak secara langsung menyebabkan kematian, GERD dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat," ungkap Ari dalam wawancaranya dengan Health Liputan6.com, pada Kamis, 12 Juni 2025.

Apabila dibiarkan, asam lambung dapat merusak lapisan dalam kerongkongan, yang berpotensi menyebabkan penyempitan saluran dan bahkan mengubah struktur jaringan menjadi lesi prakanker yang dikenal sebagai Barrett's esophagus.

Ari menyarankan cara mengobati GERD sebaiknya dimulai dengan pendekatan alami, seperti menghindari pemicu naiknya asam lambung, sebelum mempertimbangkan penggunaan obat-obatan.

Tanpa disadari, pola makan dan gaya hidup sehari-hari sering kali menjadi faktor utama yang menyebabkan kekambuhan GERD. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kebiasaan sehari-hari agar gejala tidak kembali muncul.

Pengobatan GERD

Kenapa Henti Jantung Bisa Menyerang Atlet atau Orang Sehat? Ini Penjelasannya
Melakukan pemanasan dan pendinginan secara tepat sebelum memulai lari agar tubuh tetap bugar (Foto: Gabin Vallet/Unsplash) © 2025 Liputan6.com

Berikut adalah beberapa metode alami untuk mengatasi GERD yang disarankan oleh Prof. Ari:

1. Jangan Tidur Segera Setelah Makan

Seharusnya ada jeda minimal dua jam setelah makan sebelum tidur, agar proses pencernaan berlangsung dengan baik dan makanan tidak kembali naik ke kerongkongan.

2. Hindari Makanan Pemicu

Batasi konsumsi makanan yang tinggi lemak, pedas, asam, cokelat, keju, serta minuman yang mengandung kafein, alkohol, dan soda. Ini penting untuk mencegah timbulnya gejala GERD.

3. Tingkatkan Asupan Sayur dan Buah

Makanan yang kaya serat dapat membantu memperlancar proses pencernaan dan menjaga keseimbangan produksi asam lambung dalam tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memperbanyak sayuran dan buah-buahan.

4. Kelola Stres dengan Baik

Stres diketahui dapat memperburuk gejala GERD, sehingga penting untuk menemukan cara yang efektif untuk mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.

5. Pertahankan Berat Badan Ideal

Memiliki berat badan yang berlebih dapat meningkatkan tekanan pada perut, yang pada gilirannya dapat memperburuk refluks asam. Oleh karena itu, menjaga berat badan tetap ideal sangat disarankan.

Apa Saja Obat GERD yang Paling Efektif?

Cara Mengobati GERD Secara Alami dan Medis Sesuai Anjuran Dokter
Ilustrasi obat bahan alam fitofarmaka. Foto dibuat oleh AI. © 2025 Liputan6.com

Jika perubahan gaya hidup tidak cukup efektif, terapi obat dapat menjadi pilihan yang tepat. Menurut Ari Fahrial Syam, ada tiga kategori utama obat yang digunakan untuk mengatasi GERD:

1. Antasida

Obat ini berfungsi untuk menetralkan asam lambung dan dapat dibeli tanpa resep di apotek. Antasida sering kali digunakan untuk meredakan gejala yang ringan dan sementara.

2. Penghambat reseptor H2 (H2 blocker)

Obat-obatan dalam kategori ini termasuk ranitidin, famotidin, nizatidin, dan simetidin. Mereka bekerja dengan cara mengurangi produksi asam lambung, sehingga memberikan bantuan pada pasien yang mengalami gejala GERD.

3. Penghambat pompa proton (PPI)

Contoh obat dalam kelompok ini adalah omeprazol, esomeprazol, lansoprazol, pantoprazol, dan rabeprazol. Ini merupakan pilihan terapi utama yang secara signifikan mengurangi produksi asam lambung.

“Obat-obatan ini harus dikonsumsi sesuai petunjuk dokter agar efektif dan aman. Pasien juga harus menyelesaikan pengobatan hingga tuntas,” ungkap Prof. Ari.

Untuk mendiagnosis apakah seseorang mengalami GERD, dapat digunakan kuisioner GERD-Q yang terdiri dari enam pertanyaan mengenai gejala seperti heartburn, regurgitasi, gangguan tidur, serta penggunaan obat.

“Jika skor 8 mengindikasikan kemungkinan GERD,” tambah Ari.

Rekomendasi