Israel belum lama ini kembali menyerang fasilitas kesehatan di wilayah selatan Gaza pada Jumat (16/5) pagi waktu setempat. Militer Israel mengebom kawasan pengungsi al-Mawasi hingga menyebabkan 36 warga Palestina tewas.
Peristiwa itu membuat kerusakan parah di wilayah al-Mawasi termasuk merusak Rumah Sakit Kuwait di Khan Younis. Para korban pun segera dievakuasi ke rumah sakit tersebut dengan peralatan seadanya di tengah ancaman pasukan zionis.
Seperti dalam unggahan akun X @warfareanalysis belum lama ini yang merekam detik-detik menegangkan para petugas medis memberikan pertolongan kepada seorang gadis kecil Palestina yang menjadi korban serangan Israel.
Serangan Israel membuat Rumah Sakit Kuwait di al-Mawasi tak bisa menghidupkan beberapa lampu akibat kekurangan bahan bakar.
Akibatnya salah seorang staf medis berinisiatif memberikan penerangan dengan menggunakan lampu ponsel.
Meski di tengah kegelapan yang mencekam, para staf medis tetap berupaya untuk menyelamatkan nyawa sang gadis yang hanya bisa merintih kesakitan di atas kasur.
"Melalui lampu telepon…..staf medis merawat seorang gadis yang terluka dalam serangan udara Israel di Rumah Sakit Kuwait di Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan, di tengah kekurangan bahan bakar," tulis unggahan.
Advertisement
Israel Hancurkan Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Tentara zionis kembali menyerang Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya, Gaza Utara pada Minggu (18/5) lalu. Mengutip dari laporan Al Jazeera, peristiwa itu sempat membuat 55 orang termasuk 4 dokter dan 8 perawat terjebak di dalam gedung. Akibat serangan tersebut, otoritas rumah sakit terpaksa menghentikan seluruh layanannya.
"Unit perawatan intensif turut menjadi sasaran langsung,” kata Direktur Rumah Sakit Indonesia Marwan al-Sultan dikutip dari Al Jazeera pada Senin (19/5) lalu.
Kabar tersebut juga dibenarkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza. Dalam keterangannya, seluruh fasilitas Rumah Sakit Indonesia kolaps dan tidak bisa beroperasi.
"Pendudukan Israel telah meningkatkan pengepungan dengan serangan besar di sekitar Rumah Sakit Indonesia dan sekitarnya, melarang masuk pasien, staf medis, dan perbekalan, sehingga rumah sakit itu tidak berfungsi," lewat keterangannya.
Sejatinya RS Indonesia saat ini menjadi fasilitas medis besar terakhir yang berdiri di wilayah tersebut. Namun akibat serangan yang terjadi, RS Indonesia akan ditutup setelah RS Kamal Adwan dan RS Beit Hanoun.
Kabar penutupan Rumah Sakit Indonesia membuat seluruh rumah sakit umum di Provinsi Gaza Utara kini tidak beroperasi lagi.
Advertisement
Israel Sengaja Serang Rumah Sakit
Israel telah banyak melancarkan serangan ke rumah sakit sejak 19 bulan terakhir. Menurut laporan dari organisasi hak asasi manusia hingga lembaga lainnya, Israel dituduh sengaja menghancurkan sistem pelayanan kesehatan di Gaza.
Serangan brutal terakhir Israel terjadi pada Selasa (13/5) lalu saat Israel menyerang rumah sakit Eropa di Khan Younis, Gaza. Rudal militer Israel menghancurkan halaman dan lingkungan sekitar rumah sakit.
Setidaknya 11 warga Palestina dilaporkan tewas di rumah sakit dan 40 orang lainnya luka-luka dan dievakuasi ke rumah sakit Nasser menurut laporan Al Jazeera.
Menurut informasi berbagai sumber, serangan brutal Israel ke sejumlah rumah sakit dilakukan dengan dalih mengincar pemimpin Hamas, Mohammed Sinwar.
Dari keterangan yang dibagikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), serangan terhadap rumah sakit Eropa di Khan Younis menargetkan markas Hamas yang disebut berada di bawah tanah rumah sakit.
Meski diklaim mengincar pimpinan Hamas, namun Israel diduga hanya menjadikan alasan tersebut sebagai dalih tersembunyi. Pihak Hamas secara tegas menolak segala klaim dari Israel yang disebut sebagai propaganda kotor.
"Hanya perlawanan Palestina, melalui platform resminya, adalah otoritas yang berwenang untuk mengonfirmasi atau membantah apa yang dipublikasikan," menurut keterangan Hamas.
Serangan Israel ke fasilitas kesehatan di Gaza tak lebih dari kesengajaan untuk melumpuhkan layanan kesehatan di Gaza dan disebut menjadi bagian dari rencana Israel untuk memperluas operasi militernya.