KH Hasyim Asy'ari merupakan ulama besar dan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama yang meninggalkan banyak petuah bijak. Petuah ini kemudian banyak dikenang oleh para pengikutnya hingga menjadi kata-kata bijak yang bisa menjadi pedoman hidup.
Kata-kata bijak KH Hasyim Asy'ari ini tentunya mengandung banyak pelajaran berharga tentang ilmu, perjuangan, persatuan, kebijaksanaan hidup, serta akhlak mulia. Petuah-petuah beliau masih sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan di zaman sekarang. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Lantas, apa saja kata-kata bijak dari sang ulama ini? Simak kumpulan kata-kata mutiara dan nasihat beliau yang penuh makna berikut ini.
Advertisement
Tentang Ilmu dan Pendidikan
- Gunakan masa muda dan umurmu untuk memperoleh ilmu. Jangan terpedaya oleh rayuan menunda-nunda.
- Setiap detik yang terlewatkan dari umur tidak akan tergantikan.
- Kita lebih membutuhkan adab meskipun sedikit, dibandingkan ilmu sekalipun banyak.
- Berusahalah membeli buku. Jika tidak memungkinkan, menyewa atau meminjamlah. Itulah cara memperoleh ilmu.
- Tatkala umurku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?
- Bekerja dan berjuang bukan karena kedudukan atau kekayaan, melainkan demi kepentingan agama dan masyarakat.
- Siapa yang mau mengurusi NU, saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku, saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya.
- Masuklah (NU) dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu, dan dengan ikatan jiwa raga.
- Hidupkan NU ini, namun jangan sekali-kali mencari hidup di NU.
- Jangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah!
Advertisement
Tentang Persatuan dan Perbedaan
- Jangan jadikan perbedaan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan.
- Perpecahan dan pertikaian adalah kejahatan besar yang bisa meruntuhkan tatanan masyarakat.
- Sesungguhnya kebenaran bisa lemah karena perselisihan, sementara kebatilan kadang menjadi kuat karena persatuan.
- Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Keduanya saling menguatkan.
- Dakwah dengan cara memusuhi ibarat orang membangun kota, tetapi merobohkan istananya.
- Tak ada satu pun di dunia ini yang kekal. Maka, ukirlah cerita indah sebagai kenangan.
- Menerima sandang pangan apa adanya dengan kesabaran akan mendatangkan ilmu yang luas.
- Pandai membagi waktu dan memanfaatkan sisa umur yang paling berharga itu.
- Bersikap wara' (menjauhi perkara syubhat) dan berhati-hati dalam segala hal.Makan dan minum sedikit.
- Kenyang hanya akan mencegah ibadah dan membuat badan berat untuk belajar.
- Seorang santri hendaknya membersihkan hatinya dari segala hal yang dapat mengotorinya.
- Meninggalkan pergaulan yang tidak mendewasakan pikiran, terutama dengan lawan jenis.
- Hendaknya memiliki niat yang baik dalam mencari ilmu, yaitu untuk mendapatkan ridho Allah.
- Mengagungkan atau menghormati masjid hukumnya wajib, sedangkan meremehkannya adalah haram.
- Watak manusia itu seperti pencuri ulung, cepat meniru perilaku orang lain.